{KyuHeyna_Scene Special Honeymoon}#6 O.M.G !

Pic Scene 6

 

Title                             : {KyuHeyna_Scene Special Honeymoon}#6  O.M.G !

Author                         : Sazshika_DeVya

Main Cast                    : Cho Kyuhyun

: Cho Heyna (Lee Heyna )

Another Cast            : All member Suju lainnya, Lee Eunji (oc), Hwang jihyo (oc), Jung Minho (oc), Lee Yongjin (oc),  Han Sora(oc)

Genre                          : Romance, Comedy, Friendship and Family

Rating                         : PG 15

Leght                           : Scene

 

“Apakah aku sangat egois? Mengikatmu disaat seharusnya kau bisa mengepakkan kedua sayapmu dan terbang bebas kemanapun kau mau. Memintamu untuk menatapku seorang dan tetap berdiri disampingku meskipun aku tahu hal tersebut tidak akan mudah bagimu, bahkan sering membuatmu merasakan sakit dengan segala kecaman, tatapan benci dan perilaku buruk dari mereka yang tidak menyukai keberadaanmu disampingku.”ucap Kyuhyun pelan beradu dengan helaan nafasnya yang terdengar berat.”- Cho Kyuhyun.

 

“Dan tahukah kau apa yang akan kulakukan jika reinkarnasi itu benar-benar ada? Seperti dirimu, aku akan meminta agar kembali terlahir sebagai diriku. Karena aku tahu, seorang namja bernama Cho Kyuhyun akan kembali mencariku dan mengenggam erat jemariku. Meskipun aku sudah mengetahui jika jalanan yang kemudian kutapaki akan terasa berat bahkan tak jarang membuatku merasakan sakit karena kerikil tajam, aku tidak akan pernah menyesali keputusanku untuk terikat denganmu, karena aku juga tahu, seorang Cho Kyuhyun akan selalu berdiri disampingku dan menghapus semua rasa sakitku.”- Lee Heyna.

 

Priview part sebelumnya. . .

Apa yang sedang kau dengarkan?” ucap Kyuhyun seraya menghampiri sosok istrinya yang tengah berdiri dibalkon dengan earphone yang terpasang dikedua lubang telinganya.

            “Ah, ini lagu yang kau katakan kau persembahkan untukku.” goda Heyna seraya terkikik geli. Dengan tatapan mengancam, Kyuhyun segera meraih earphone yang terpasang ditelinga kiri Heyna dan segera memasangkannya ditelinganya sendiri.

            Berdua, pasangan yang hampir 6 bulan menikah tersebut mulai larut dalam alunan merdu musik serta senanandung yang mengalun dari ponsel.

            “Ngomong-ngomong kapan kau dan oppa-deul merekam lagu ini?” ucap Heyna membuka pembicaraan setelah beberapa saat mereka saling terdiam.

            “3 jam sebelum aku terbang ke Irlandia! Dan lagu itu kami kerjakan dalam satu kali rekaman saja.”

            “Jeogmalyo? Whoa, Ryewook-oppa jinjja daebak! Suaranya benar-benar terdengar luar biasa padahal kalian hanya melakukan rekaman sekali jadi. Dan Donghae-oppa, walaupun dia bukan main vocal, tapi tetap saja suara lembutnya membuatku terpesona.” ucap Heyna seraya menangkupkan kedua telapak tangannya dan menatap hamparan langit malam seraya tersenyum genit.

            “Yak, neo!”

            “Mwo?” Tanpa menatap sosok Kyuhyun yang kini tampak ingin sekali mencekiknya, Heyna meraih ponsel dalam saku jaketnya dan kembali memutar lagu yang dihadiahkan Kyuhyun untuknya.

            “Gomawo.” ucap Heyna yang segera membuat raut Kyuhyun yang sebelumnya menegang perlahan kembali datar. Mengikuti jejak istrinya, namja tersebut menatap hamparan langit malam kota Killkenny yang berhiaskan ratusan bintang.

            “For what?” ucap Kyuhyun.

            “For everything. Untuk segalanya yang kau berikan padaku. Kelahiranmu, uluran tanganmu dan kesedianmu untuk berdiri disampingku. Untuk yeoja sepertiku, sebuah keberuntungan karena bisa bertemu denganmu dan memilikimu. Mungkin saat ini kau pasti berfikir apakah aku benar-benar Lee Heyna yeoja serampangan yang kau kenal karena telah mengucapkan hal seperti ini.” ucap Heyna.

            Kedua bola mata Kyuhyun kini tak lagi menatap hamparan langit malam diatasnya, melainkan menatap sosok Heyna yang tengah tersenyum lembut.

            “Aku ingin kau tahu jika aku bahagia. Bagiku, definisi kebahagian bukanlah sebuah kencan manis yang bisa kita lakukan setiap saat seperti pasangan normal. Bukan rangkaian kalimat manis dan rayuan. Bukan sebuah kebebasan untuk melakukan segala hal tanpa adanya kritik ataupun sindiran. Bagiku, dengan kenyataan memilikimu adalah sebuah kebahagian. Karena aku tahu, Cho Kyuhyun yang kukenal tidak akan membiarkanku seorang diri disetiap kakiku melangkah. Walaupun sikap dan tutur katanya sangat kurang ajar, aku tahu jika benak dan fikirannya selalu berusaha memberikan yang terbaik bagiku tanpa aku perlu mengetahuinya. Selalu melindungiku dan mempercayaiku.” lanjut Heyna masih dengan kedua bola mata yang menatap lembut hamparan langit diatasnya.

            Sedangkan Kyuhyun, masih diposisinya seperti sebelumnya. Namja tersebut hanya terdiam dan menatap sosok yeoja dihadapannya. Baginya, kalimat yang baru saja dilontarkan oleh Heyna seperti sebuah kembang api yang memancar dengan dasyat. Letupan kebahagian berdetak kencang dijantungnya. Heyna, seorang yeoja yang dalam sekali pandang membuatnya jatuh hati saat takdir kembali mempertemukan mereka. Merupakan sebuah pilihan paling tepat yang pernah ia ambil dalam hidupnya.

            Perlahan, senyuman lembut terukir jelas diwajah tampan Kyuhyun. Tanpa berucap sedikitpun, namja tersebut segera menggulurkan kedua lengannya dan mendekap lembut tubuh Heyna dari belakang. Sejenak, tubuh mungil Heyna menegang merespon tindakan yang untuk pertama kalinya dilakukan oleh Kyuhyun padanya. Namun, perlahan ketegangan tersebut mencair seiring dengan kehangatan yang disalurkan oleh tubuh dan jemari tangan Kyuhyun yang kini mengenggam erat jemari tangannya.

            “Jika definisi kebahagian bagimu adalah hanya dengan memilikiku. Maka, bagiku definisi kebahagian adalah disaat kau merasakan sebuah kebahagian. Disaat kedua sudut bibirmu selalu terangkat dan membentuk sebuah senyuman. Karena aku juga tahu, seorang Lee Heyna yang kukenal adalah seorang yeoja yang tanpa pernah mengeluh selalu iklas menerima keadaan serta kekuranganku. Yeoja yang selalu tersenyum lembut dan membuat segala beban dalam benakku menghilang. Yeoja yang dengan ketulusannya selalu berusaha memahami dan merengkuh tubuhku disaat dunia mencoba mendorongku kedalam lubang gelap. Yeoja yang dengan tubuh mungilnya mampu membuatku merasakan sebuah kehangatan bahkan disaat pusaran angin dingin menghujamku. Yeoja yang juga akan selalu berusaha melindungiku tanpa aku perlu mengetahuinya, dan memberikan segala yang terbaik bagiku.” ucap Kyuhyun.         Bersama, kedua sudut bibir pasangan evil tersebut terangkat dan membentuk sebuah senyum sebagai bentuk luapan kebahagian yang kini tengah membuncah dibenak mereka masing-masing.

            Dalam diam, jemari kedua makhluk tersebut seolah saling berbicara dan menyatakan seberapa besar perasaan yang mereka miliki satu sama lain melalui kaitan erat diantara kedua jemari tersebut.

            Untuk beberapa saat mereka saling terdiam dan menikmati pemandangan malam dikota Killkenny, hingga hembusan angin dingin membuat tubuh Heyna bergidik.

            “Dingin sekali.” gumam Heyna. Perlahan, yeoja tersebut menolehkan kepalanya dan menatap canggung sosok Kyuhyun.

            “Kyuhyun-ah, bisakah kau melepaskan pelukanmu? Aku ingin memesan coklat panas untuk menghangatkan tubuh kita.” ucap Heyna dengan nada yang entah mengapa terdengar canggung. Rona merah memancar jelas dikedua pipinya.

            Tanpa menggubris pertanyaan istrinya, Kyuhyun sama sekali tidak melepaskan pelukannya dan hanya menatap sosok Heyna dengan tatapan datar.

            “Yak, Cho Kyuhyun lepaskan aku!” ucap Heyna kali ini dengan nada suaranya yang sudah kembali normal seraya berusaha melepaskan tubuhnya dari kungkungan kedua tangan Kyuhyun.

            “Shireo! Kenapa kau harus membeli coklat panas untuk menghangatkan tubuh?” balas Kyuhyun yang segera membuat kedua bola mata Heyna segera menyipit.

            “Nyonya Cho, apakah kau tidak tahu ada cara yang lebih efektif untuk menghangatkan tubuh dibandingkan dengan secangkir coklat panas?” lanjut Kyuhyun.

            Heyna segera memperkuat usahanya agar bisa terlepas dari kungkungan namja dihadapannya begitu mendengar kalimat pertanyaan yang baru saja terlontar dari mulut Kyuhyun.

            “Yak, lepaskan aku sekarang juga, Tuan Cho!” ucap Heyna.

            Senyum evil segera menghiasi wajah Kyuhyun. “ Tidak akan, Nona labil! Apakah kau lupa jika kau masih dalam masa hukumanmu sebagai seseorang yang kalah dalam taruhan? Ingat, tubuh dan waktumu sepenuhnya adalah milikku, Na-ya.” balas Kyuhyun.

            Tanpa menunggu lama, dengan senyum penuh kemenangan Kyuhyun segera mengendong tubuh Heyna dan melangkah kedalam kamar.

“YAK, CHO KYUHYUN LEPASKAN AKU!”

“KYAAAAAAAAA, BAJUKU! YAK TANGANMU! KYAAAAAAAAA MENYINGKIR KAU AHJUSSHI MESUMMMMMMM!”

 

21:23 at Killkeny Hotel VIP room. . .

*Author Pov*

            “Arrrrggggggggghhhhhhhhhh! Tidak bisakah kau melakukannya dengan cara yang lebih lembut?” hardik seorang yeoja seraya meremas seprei putih pada satu-satunya ranjang berukuran king size dalam ruangan berbentuk persegi panjang tersebut.

“Aish, berapa umurmu Nona labil? Tidak bisakah kau sedikit menahannya?” balas  seorang namja. Tanpa memperdulikan rintihan yeoja dihadapannya, namja tersebut kembali melanjutkan aksinya.

“ARRRRRRRRRRRRGGGGGGGGHHH,APPO! YAK,CHO KYUHYUN NEO!” teriak yeoja berambut panjang tersebut kembali. Dengan kedua bola mata yang memerah, ia segera mendorong tubuh namja dihadapannya.

“Aish, yak tidak bisakah kau menahannya! Padahal tinggal sedikit lagi. Kenapa kau ini rewel sekali? Sebagai seorang calon dokter seharusnya kau bisa menahan rasa sakit kecil seperti ini.”

Mwo? Apa katamu? Rewel? Yak, kau kira ini tidak sakit? Coba saja kau berada diposisiku!” sembur yeoja yang merupakan mahasiswi ilmu kedokteran tersebut.

“Itu salahmu Na-ya, siapa suruh kau terlalu berlebihan dan menganggap apa yang akan kulakukan padamu tadi serius        kekekekekeke.” ejek Kyuhyun seraya turun dari ranjang dan mulai mengumpulkan serpihan vas bunga yang beberapa saat lalu terjatuh dari atas meja. Tepatnya terjatuh karena tertimpa tubuh seorang yeoja yang tak lain adalah istrinya.

“Whoa, apa katamu? Berlebihan? Sekarang coba kita fikir, apakah tindakan yang kau lakukan tadi bisa dianggap sebagai bahan lelucon? Siapa yang bisa menebak apa yang ada di otak mesummu, ahjusshi? Apalagi tanganmu. .dan bajuku. .” ucapan Heyna terputus saat kedua bola mata yeoja manis tersebut menatap memelas seperempat bagian depan bajunya yang robek akibat ketrampilan tangan Kyuhyun.

Mengikuti pandangan Heyna, kedua bola mata Kyuhyun menatap kain berwarna biru langit yang membalut tubuh mungil istrinya. Mendadak, detak jantung namja yang merupakan main vocal dari Super Junior tersebut berdetak dengan kencang saat kilasan pemandangan yang  ada dibalik kain yang membungkus tubuh Heyna, yang tanpa sengaja tertangkap oleh kedua bola matanya beberapa saat lalu kembali menyeruak dalam fikirannya. Senada dengan detak jantungnya yang tengah berdendang dengan kecepatan yang tidak normal, rona merah segera menghias sempurna diatas wajah tampan namja bermarga Cho tersebut.

“Ya, apa yang kufikirkan? Aish, kenapa aku tadi melihatnya?” rutuk Kyuhyun dalam hati. Merasa tidak bisa mengendalikan ekspresi wajahnya, ia segera membalikkan tubuh dan kembali mengumpulkan pecahan vas dengan cepat.“Tidak bisa! Bagaimanapun juga aku harus bisa menahannya.”

“Apa kau tahu baju ini adalah baju buatan eomma yang hanya ada satu didunia ini? Aish, jika saja kakiku tidak terluka saat ini sudah kupastikan kau terjun dari balkon karena tendanganku, Kyuhyun-ssi!” lanjut Heyna.

Masih dengan death-glare yang senantiasa menghiasi raut wajahnya, yeoja bernama Cho Heyna tersebut mengambil kapas disebelahnya dan mulai mengoleskan obat luka diatas telapak kakinya yang beberapa saat lalu terkena pecahan vas bunga.

“Auch.” rintih Heyna saat tanpa sengaja jemari tangannya menekan luka yang ada ditelapak kaki kanannya.

“Sini berikan padaku!” kembali Kyuhyun naik ke atas ranjang dan duduk bersila dihadapan Heyna. Dengan wajah yang menunduk, namja tersebut segera merebut kapas dalam gengaman istrinya dan mulai mengoleskan obat luka dengan lembut. Selang beberapa detik, ia segera meniup-niup telapak kaki Heyna yang kini masih tampak memerah karena luka gores.

“Ya, apa yang kau lakukan.” gumam Heyna yang kini perlahan menarik kakinya. Namun, aksi yeoja tersebut segera terhenti saat dengan cepat Kyuhyun menarik kembali kakinya.

“Diamlah dan turuti saja apa kata suamimu, Nona Labil!” balas Kyuhyun seraya meraih plester luka dalam kotak obat.

“Cha, selesai.” ucap Kyuhyun, dengan senyum riang namja tersebut segera kembali mendongakkan kepalanya untuk menatap sosok yeoja dihadapannya.

“O.M.G!” pekik Kyuhyun dalam hati saat mendadak kedua bola matanya kembali menatap bagian tubuh Heyna yang terlihat karena kain yang menghalangi bagian tersebut robek karena tindakannya beberapa saat lalu.

“Ya, kenapa wajahmu tiba-tiba memerah? Apakah kau sakit?” ucap Heyna seraya meraba kening namja dihadapannya, jelas sekali yeoja tersebut tidak sadar jika beberapa bagian tubuh depannya kini dapat terlihat jelas oleh Kyuhyun.

“Whoa, keningmu panas sekali, Kyuhyun-ah!” seru Heyna yang segera mengembalikan kesadaran Kyuhyun.

“Ah,kebelakang! A..aku ingin kebelakang!” seru Kyuhyun, tanpa menunggu lama ia segera berlari meninggalkan yeoja yang kini tampak mengernyit saat melihat perilaku tak wajar yang baru saja dilakukan suaminya.

“Ada apa dengan raja narsis itu?” gumam Heyna. Dengan raut wajah yang masih tampak kebingungan, yeoja tersebut segera turun dari ranjang dan melangkah menuju almari pakaian. Namun, langkah kaki pewaris tunggal dari Lee Yongjin tersebut segera terhenti saat sebuah teriakan terdengar dari dalam kamar mandi tempat seorang raja setan kini tengah berada.

“YAK, NONA LABIL PASTIKAN KAU MENGANTI BAJUMU SEBELUM AKU KELUAR DARI TOILET, JANGAN TERLALU BERHARAP AKU AKAN TERGODA DENGAN TUBUH KURUS SEPERTIMU HAHAAHHAHAHAAHA!”

“Mwo? Apa maksud namja narsis itu? Siapa pula yang berniat mengodanya, dan lagi kenapa aku harus menganti. . .” ucapan Heyna segera terhenti saat kedua bola matanya menangkap bagian depan tubuhnya yang agak terekspos karena kain yang membungkus tubuhnya robek.

“Bajuku! Omo, kenapa aku bisa lupa? “ lanjut Heyna seraya menyilangkan kedua lengannya didepan dada. “Berarti….jangan bilang jika setan itu tadi melihat. . .”

“KYAAAAAAAAAA! YAK , CHO KYUHYUN DASAR AHJUSSHI MESUM!”

*Author Pov End*

 

*Kyuhyun Pov*        

“KYAAAAAAAAAA! YAK, CHO KYUHYUN DASAR AHJUSSHI MESUM!”

Teriak Heyna yang kini pasti tampak murka dibalik pintu kamar mandi yang kini kujadikan tempat bersandar. Cengiran dan tawa yang sebelumnya mengelegar yang kugunakan sebagai alibi segera lenyap. Kuraba  bagian tengah dadaku dan berhenti tepat di bagian jantungku yang kini berdetak amat kencang.

“Ya, ya, ya tidak bisakah kau menjadi anggota tubuh yang menurut pada tuannya? Kenapa kau berdetak dengan cara yang tidak wajar seperti ini.” rutukku pada jantungku yang kini masih berdetak kencang.

“Aish, kenapa aku bodoh sekali! Kenapa aku tadi mengerjainya terlalu seperti itu? Kenapa aku tidak merobek bagian lengan bajunya saja, dengan begitu aku tidak akan melihat bagian. . . .” ucapanku segera terhenti saat ingatanku kembali pada sebuah pemandangan yang masih terlarang bagiku tersebut.

“Huwaaaaaaa, eomma eotthokeh? Cho Kyuhyun, neo jeongmal paboya.” rengekku seraya menarik ujung-ujung rambutku.

“Tenang, rileks, ingat kau sudah berjanji untuk tidak menyentuhnya sebelum ia siap, Cho Kyuhyun!” gumamku kembali. Kutarik nafasku dalam-dalam dan kembali menghembuskannya dengan perlahan. Kutepuk-tepuk kedua pipiku dan segera melangkah menuju watafel. Kubuka keran air dihadapanku dan segera membasuh kepalaku dengan air untuk mendinginkannya yang saat ini memanas karena terkontaminasi oleh pemandangan yang beberapa saat lalu tak sengaja kulihat.

“Okay, sekarang kembalilah menjadi dirimu Cho Kyuhyun! Hana, dul, set!” gumamku seraya mengepalkan kedua tanganku dan menatap mantap pantulan bayanganku didalam cermin besar dihadapanku. Kembali kutarik nafas panjangku dan menghembuskannya dengan mantap. Detik berikutnya segera kuraih kenop pintu toilet dan memutarnya hingga terbuka.

Gerakan kakiku yang sebelumnya hendak melangkah keluar terhenti seketika saat kedua bola mataku menangkap sosok Heyna yang tengah berganti pakaian. “O.M.G!”

“HIYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!”

“HUWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!” teriakku serempak bersama Heyna saat kedua bola mata kami bertemu. Detik berikutnya beberapa benda segera melayang kearahku dengan ganas.

“YAK, CHO KYUHYUN SIALAN! DASAR AHJUSSHI MESUM! ENYAH KAU DARI HADAPANKU!”

“YA,YA,YA, BERHENTI MELEMPARKAN APAPUN PADAKU, NONA LABIL!”

“SHIREO, BERANI-BERANINYA KAU MENGINTIPKU SAAT BERGANTI PAKAIAN! DASAR KAU MANIAKKKKKKKK!”

“YAK, SIAPA YANG KAU SEBUT MANIAK, HAH? MANA KUTAHU JIKA KAU SEDANG BERGANTI PAKAIAN, PABO! DAN LAGI, TIDAK ADA APAPUN YANG MENARIK YANG BISA KULIHAT”

“MWORAGO? YAK, CHO KYUHYUN SIALAN MATI KAU!”

           *BRUGGGHHHHH

“ARRRGGGHHHHHHHHH, YAK, LEE HEYNA MENYINGKIR DARI TUBUHKU DAN LEPASKAN TANGANMU DARI RAMBUT INDAHKU!”

****************

            “Arrrrrggggggggggghhhh!”

“Berhentilah mengeluh seperti anak kecil, Tuan Cho!” tutur Heyna seraya kembali mengoleskan krim untuk luka memar di keningku yang sekarang tampak biru akibat terkena lemparan botol pelembab tubuh seberat setengah kilo miliknya beberapa menit lalu.

“Yak, appo!” seruku saat dengan sengaja Heyna menekankan jemarinya dengan kuat tepat dibagian keningku yang memar saat ini.

“Aish, kau berisik sekali! Berapa umurmu, hah? Hanya karena luka memar saja kau merengek seperti anak kecil.”

“Mworago? Yak, Lee Heyna salah siapa aku mendapat luka memar ini, hah?” balasku seraya melotot pada yeoja dihadapanku yang sama sekali tampak tidak gentar sedikitpun. Dengan santai, ia justru mengibaskan tangan kanannya.

“Itu hukum karma, Kyuhyun-ssi! Kau lupa apa yang kau lakukan tadi padaku?” ucap Heyna seraya mengendikkan kepalanya pada telapak kaki kanannya.

“Yak, apa yang terjadi padamu itu adalah ketidaksengajaan Heyna-ssi, dan lagi siapa suruh kau berfikir terlalu berlebihan. Sedangkan apa yang terjadi pada keningku, sudah jelas itu adalah tindakan yang terencana dan sengaja kau lakukan dibawah kesadaran dengan prosentase 100% milikmu! Jadi, mana bisa hal ini dianggap sebagai hukum karma.” balasku tak mau kalah.

“Tentu saja, itu balasan setimpal untuk ahjusshi mesum sepertimu yang suka mengintip!”

“Mwo, siapa yang kau sebut ahjusshi mesum, hah? Apa yang kulakukan tadi bukanlah mengintip Heyna-ssi. Siapa suruh kau berganti pakaian disembarang tempat! Dan lagi, memangnya kau itu Hyuna 4 Minute? Tidak ada satupun hal yang menarik yang bisa kulihat darimu. Jadi, seharusnya kau tidak merasa terugikan!”

Mworago? Yak, Cho Kyuhyun jadi menurutmu Hyuna yang kurus kering dan centil itu lebih menarik untuk dilihat? Kalau begitu kenapa kau tidak nikahi saja dia? Kenapa kau memilih menikahi yeoja yang bertubuh tidak menarik ini?”

“Sudah jelaskan, karena kau itu bodoh. Bagaimana mungkin aku tega melihat yeoja labil yang sangat mengidolakanku harus sakit hati karena cintanya kuto. . .”

*Pletakkkkkkkkkkkk. . .

“YAK, LEE HEYNA!”

“MWO!” bentak Heyna tak mau kalah. Detik berikutnya yeoja tersebut segera meraih dua buah guling dan meletakannya dibagian tengah ranjang secara berderet.

“Kau, jangan berani sedikitpun melanggar garis batas ini! Selamat malam ahjusshi pengemar Hyuna, semoga kalian bertemu di alam mimpi!” lanjut Heyna dan tanpa menunggu balasanku ia segera menarik selimut dan tidur memungunggiku.

“Hah, jangan terlalu berharap, Nona labil! Sedikitpun aku tidak berminat melanggar batas itu bahkan jika kau memintanya!” balasku sengit. Mengikuti jejak Heyna, segera kutarik selimut dibawah kakiku dan tidur memunggunginya.

“Cih, dasar yeoja labil!” rutukku dalam hati seraya memejamkan kedua bola mataku.

30 minutes later. . .

Kembali kuhembuskan nafas panjangku secara perlahan, namun sia-sia saja hal tersebut sama sekali tidak membuatku merasa lega. Kubuka kembali kedua bola mataku dan menatap kosong jam yang tergantung didinding kamar hotel dihadapanku. Hampir 40 menit lamanya aku dan Heyna saling terdiam dan tidak bergeser sedikitpun dari posisi kami saat ini yang saling tidur memungunggi. Jujur saja, hal tersebut membuatku resah. Baru kali ini kami tidur saling memunggungi setelah hampir 6 bulan menikah. Meskipun kami sering bertengkar, namun tak pernah sekalipun aku tidur tanpa memeluk tubuh mungil Heyna ataupun mengenggam jemari tangannya. Karena aku tahu, melalui hal sederhana seperti itu rasa lelahku setelah bergulat dengan schedule Suju yang diluar kata wajar secara ajaib akan menghilang.

Dengan gerakan perlahan, kutolehkan kepalaku. Kutatap punggung mungil yeoja yang kuyakini kini masih terjaga sepertiku. “Hegh. . .” kembali nafas panjang terhembus dari kedua lubang hidungku. Mengesampingkan semua rasa gengsi segera kubalikkan tubuhku dan merengkuh sosok Heyna dari belakang.

“Bermaksud untuk mengibarkan bendera putih, Tuan Cho?” ucap Heyna.

Mianhae. . .” gumamku pelan.

“Apakah kau sudah selesai bermimpi bertemu dengan Hyuna 4 Minute?” balas yeoja dalam dekapanku.

Ani, nan shireo. Aku tidak menginginkannya. Bagiku, hanya sosok yeoja labil dalam dekapanku saat  ini yang boleh masuk kedalam ruang mimpiku.”

Pabo. .” rutuk Heyna, namun tak urung hal tersebut membuat kedua sudut bibirku terangkat dan membuat dadaku merasa lega.

”Meskipun begitu, hanya namja pabo inilah yang mampu membuat seorang Lee Heyna mengucapkan janji suci didepan altar, benar begitu bukan, Nona Labil?”

“Cih, terserah padamu saja Tuan Labil!” kedua sudut bibirku kembali terangkat seiring dengan kalimat yang terlontar dari bibir Heyna. Kukecup singkat puncak kepala istriku tersebut.

“Kyuhyun-ah, bisakah aku bertanya sesuatu?” mendadak Heyna membalikkan tubuhnya tepat disaat aku bermaksud memejamkan kedua kelopak mataku.

“Ehm?”

“Kau. . .tadi. . .tidak melihat apapun bukan?” tanya Heyna dengan tatapan mengintrogasi.

“Maksudmu?”

“Aish, apakah aku harus menjelaskannya dengan detail? Maksudku, kau tidak melihat apapun-kan saat bajuku sobek dan saat aku berganti pakaian tadi?”

*Blushhhhh. . .

Dapat kurasakan perubahan drastis terjadi pada anggota atas bagian tubuhku. Kupastikan wajahku kini tampak merah padam, dan hal tersebut merupakan efek dari kalimat yang baru saja terlontar dari mulut yeoja dihadapanku, yang membuat ingatan liarku kembali mencari memory dimana tanpa sengaja kedua bola mataku menangkap pemandangan yang seharusnya masih terlarang tersebut.

“Ya, kenapa kau diam? Kau tidak melihat apapun-kan?” desak Heyna. Aku hanya bisa menelan air liur merespon pertanyaannya.

“Yak, Cho Kyuhyun! Kenapa wajahmu mendadak merah padam? Jangan bilang jika kau meli. . .”

*Deg. . .

“Ka…kamar mandi! Pe. .perutku sakit, kamar mandi! HUWAAAAAAAAAA!” secepat kilat aku segera turun dari ranjang dan berlari menyelamatkan diri.

“YAK, CHO KYUHYUN DASAR MANIAKKK! HUWAAAAAAAAA EOMMA PUTRIMU SUDAH TIDAK SUCI LAGIIIIIIIIIIIIIIIIII!”

*Kyuhyun Pov End*

 

*Heyna Pov*

            “YAK, CHO KYUHYUN DASAR MANIAKKK! HUWAAAAAAAAA EOMMA PUTRIMU SUDAH TIDAK SUCI LAGIIIIIIIIIIIIIIIIII!” teriakku mengiringi derap langkah namja yang tengah terbirit-birit menuju kamar mandi.

“Aish! Nan, jeongmal paboya! Kenapa tadi aku tidak menyadarinya? Aish, benar-benar memalukan!” rutukku seraya memukuli puncak kepalaku. Kembali kutatap pintu kamar mandi yang berada disudut kanan kamar hotel.

“Dan kenapa pula jantungku tiba-tiba berdebar kencang seperti ini?” lanjutku seraya meremas bagian depan dadaku. Senada dengan jantungku yang masih berpacu dengan kecepatan diluar kata wajar tersebut, kurasakan darahku mendidih dengan cepat dibagian kedua pipiku.

Pabo,sudah pasti dia melihatnya, karena itu mengapa air mukanya berubah merah seketika. Aish, benar-benar memalukan!”

Kembali kurebahkan tubuhku dan segera menarik selimut hingga menutupi puncak kepalaku. “Lebih baik aku segera tidur, kurasa aku tidak sanggup lagi menatap Kyuhyun malam ini.”

Segera kupejamkan mataku rapat-rapat dan mulai mencoba pergi kealam mimpi. Namun percuma, beberapa detik kemudian kembali kedua kelopak mataku terbuka.

 “Aish, kenapa mataku tidak mau terpejam? Kenapa dari dulu anggota tubuhku tidak pernah seirama dengan pemikiranku? Dan kenapa pula setan itu masih bersembunyi didalam? Apakah ia juga tengah merasakan hal yang sama denganku saat ini?” rutukku dalam hati.

“Aish, pabo,pabo,pabo!”

*Krieeettt. . .

Secepat kilat kupejamkan kedua mataku kembali saat daun telingaku menangkap suara pintu terbuka. Dapat kudengar langkah pelan Kyuhyun mendekatiku.

“Na-ya, apakah kau sudah tidur?” ucap Kyuhyun pelan.

Aku masih berpura-pura tidur dan tidak bergerak sedikitpun dari posisiku yang terbungkus rapat selimut tebal dari ujung rambut sampai ujung kaki. Selang beberapa detik kurasakan gerakan kecil pada ranjang yang kutempati saat Kyuhyun kembali merebahkan tubuhnya disampingku.

“Pabo, apakah anak ini bisa bernafas dengan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.” gumam Kyuhyun seraya menarik perlahan bagian selimut yang menutup kepalaku. Detik berikutnya kurasakan kepalaku sedikit terangkat saat dengan lembut Kyuhyun menyisipkan bantal dibawah kepalaku. Dan setelah itu, untuk beberapa saat keheningan kembali menyelimuti disekitarku, meskipun begitu aku tahu pasti jika Kyuhyun masih duduk dan menatapku karena tidak terjadi gerakan sedikitpun pada ranjang.

Apa yang dia lakukan? Kenapa setan itu tidak segera tidur? Aish, dan kenapa pula jantungku berdetak semakin cepat? Sangat tidak lucu jika setan itu sampai mendengarnya.”

Keremas erat-erat kedua jemariku dibawah selimut untuk memberikan efek tenang pada diriku. Namun percuma, hal tersebut sama sekali tidak memberi pengaruh padaku dan justru membuat jantungku berdetak semakin kencang. “Aish, bagaimana ini? Kenapa Kyuhyun sama sekali tidak bergeming dari tempatnya? Tunggu dulu, apakah jangan-jangan dia berniat. . . .”

Nafasku tertahan seketika saat tiba-tiba kurasakan belaian lembut dipipiku. Perasaan takut dan tegang menjalar seketika diseluruh bagian tubuhku. “Huwaaaaaaa, apa yang setan ini lakukan? Bagaimana ini, apa yang harus kulakukan?” rancauku dalam hati.

Saat ini, aku benar-benar ingin membuka kedua bola mataku dan menghentikan entah hal seperti apa yang akan dilakukan Kyuhyun sebentar lagi, tapi jika aku bangun dan ternyata setan itu hanya berusaha untuk menakut-nakutiku seperti biasanya, sama saja aku mengumpankan harga diriku untuk ia injak-injak. “Eomma, eotthokeh? Huwaaaaaa, Kyuhyun-ah ku mohon kuasailah dirimu dan cepatlah tidur sa. .”

              “Mianhae. . .”

Rancauanku dalam hati terhenti seketika saat suara khas tersebut menyentuh daun telingaku. Jemari Kyuhyun yang sebelumnya membelai lembut pipiku kini beralih menyusup disela-sela jemariku dan secara ajaib membawa efek yang menenangkan.

“Apakah aku sangat egois? Mengikatmu disaat seharusnya kau bisa mengepakkan kedua sayapmu dan terbang bebas kemanapun kau mau. Memintamu untuk menatapku seorang dan tetap berdiri disampingku meskipun aku tahu hal tersebut tidak akan mudah bagimu, bahkan sering membuatmu merasakan sakit dengan segala kecaman, tatapan benci dan perilaku buruk dari mereka yang tidak menyukai keberadaanmu disampingku.”ucap Kyuhyun pelan beradu dengan helaan nafasnya yang terdengar berat.

Debaran jantungku yang sebelumnya berpacu dengan kecepatan tidak wajar perlahan berangsur-angsur kembali normal. Namun, sebagai gantinya dapat kurasakan perasaan hampa mulai menyerbu dalam benakku.

         “Bukankah aku sangat egois? Bahkan, jika reinkarnasi itu benar-benar ada, aku akan meminta untuk kembali terlahir sebagai diriku agar bisa mencarimu dan membuatmu berdiri disampingku meskipun hal tersebut akan terasa berat bagimu. It’s because I love you, akan terasa berat pula bagiku saat tidak menemukanmu dalam jarak pandangku. Karena itu, jangan pernah pergi dariku, tetaplah berdiri disampingku dan melewati segalanya bersama hingga akhir.” detik berikutnya kecupan hangat menyapu lembut keningku.

            “Jaljayo, Nona labilku. Saranghae.”

Seperti matahari yang kembali muncul dan menyapu bersih awan mendung dengan pancaran sinarnya saat sang hujan merasa sudah cukup menyiramkan kedinginan, perlahan namun pasti, kehangatan mulai menyelinap diseluruh bagian tubuhku, dan memaksa kedua sudut bibirku untuk membentuk sebuah senyuman.

Kubuka perlahan kedua bola mataku dan menatap lembut sosok disampingku yang kini tengah berbaring terpejam dengan mengenggam erat jemariku.

       “Dan tahukah kau apa yang akan kulakukan jika reinkarnasi itu benar-benar ada? Seperti dirimu, aku akan meminta agar kembali terlahir sebagai diriku. Karena aku tahu, seorang namja bernama Cho Kyuhyun akan kembali mencariku dan mengenggam erat jemariku. Meskipun aku sudah mengetahui jika jalanan yang kemudian kutapaki akan terasa berat bahkan tak jarang membuatku merasakan sakit karena kerikil tajam, aku tidak akan pernah menyesali keputusanku untuk terikat denganmu, karena aku juga tahu, seorang Cho Kyuhyun akan selalu berdiri disampingku dan menghapus semua rasa sakitku.”

Dengan seulas senyum yang kembali menghiasi wajahku, kupejamkan kedua kelopak mataku.

            “Nado Saranghae, Tuan labilku. .”

******************

April, 28th at KyuHeyna Aparthement PH Floor. . .

           “Kau sudah akan berangkat?” tanyaku saat melihat sosok Kyuhyun yang tampak tergesa keluar dari kamar mandi.

Ne, 50 menit lagi acaranya akan berlangsung.” jawab Kyuhyun seraya berkutat dengan kancing lengan kemejanya.

Kurang lebih satu setengah jam lalu kami kembali menjejak tanah Seoul setelah duduk selama 22 jam didalam pesawat. Karena schedule dadakan Suju yang mengharuskan Kyuhyun ikut tampil mutlak dalam suatu acara, kami terpaksa mengakhiri liburan di Irlandia yang seharusnya masih bisa kami lalui untuk 2 hari kedepan.

Aku segera bangkit dari duduk dan meraih salah satu ransel milik Kyuhyun yang tertata rapi disalah satu lemari dalam kamar kami. Kumasukan satu T-shirt miliknya yang beberapa saat lalu kuambil dan beberapa perlengkapan yang biasa ia butuhkan saat menjalani schedule-nya.

“Sempatkan dirimu untuk menyantap sesuatu sebelum kau naik ke atas panggung, Tuan Cho.” ucapku seraya menyerahkan ransel putih miliknya.

Gomawo, Na-ya.” balas Kyuhyun tanpa menatap mataku. Aneh sekali, sejak kami berdua terbangun dari malam terakhir kami di Irlandia, dia seperti menghindar agar tidak menatapku, begitu pula diatas pesawat.

“Na-ya.”

“Ehm?”

“Mianhae, karena schedule-ku kita terpaksa haru. . .”

“Ara, nan ara. Dan seperti yang berulangkali selalu kukatakan padamu. Apapun yang terjadi aku akan selalu belajar untuk memahami seorang Cho Kyuhyun dan dunia yang tengah ia geluti saat ini.” potongku segera sebelum namja dihadapanku menyelesaikan kalimatnya.

“Berangkatlah, bukankah kau bilang 40 menit lagi acaranya akan berlangsung? Jangan sampai kau membuat oppa-deul terlambat karenamu.” lanjutku.

Dapat kulihat raut muram terpatri jelas diwajah Kyuhyun. Aku tahu pasti bagaimana perasaannya saat ini. Dengan segudang rencana menyenangkan ia menyusulku ke Irlandia, namun pada akhirnya segala rencana yang telah ia susun harus terhenti karena tuntutan kontrak menejemen yang mengharuskannya kembali ke Korea dan sudah pasti hal tersebut membuatnya merasa bersalah padaku.

Untuk beberapa saat kedua bola mata kami bertemu, namun selang beberapa detik dengan cepat Kyuhyun membalikkan tubuhnya.

“Baiklah, kurasa aku harus berangkat. Dan ingat, jangan bermain dengan bocah tengil bernama Jung Minho itu, Nona labil!” ucap Kyuhyun seraya melangkah keluar, namun belum genap 4 langkah, ia kembali berbalik dan menyungingkan senyum evil kebangaannya.

“Ah, hampir saja aku lupa. Dan satu hal lagi, jangan berganti baju disembarang tempat, Nona labil. Sangat tidak lucu kan jika aku harus melihatmu tengah berganti pakaian lagi seperti beberapa hari lalu di Irlandia.“  ”

           *Blussss…..

Mwo..mworago? “YAK, CHO KYUHYUN SIALAN DASAR MANIAK! BERHENTI KAU!”

*************

May, 1st at Yongjin Medical University. . .

“Aish, sebenarnya apa yang terjadi pada setan itu?” gumamku seraya memainkan jemariku dengan cepat di atas layar I Phone milikku. Kubaca sekali lagi barisan kalimat yang baru saja selesai ku ketik.

   To: King Of Evil

  Tuan labil, apakah kau baik-baik saja? Apakah tidak ada yang salah dengan kepalamu? Atau jangan-jangan penyakit               narsis akutmu kini telah menjalar ke seluruh syaraf tubuhmu? Jika ada yang ingin kau katakan padaku, katakan saja. Kurasa beberpa hari ini kau seperti menghindariku.

PS: Jangan berfikir yang tidak-tidak, aku hanya khawatir apakah kondisi jiwamu masih labil. Teramat berbahaya bagiku jika harus terkena imbas ulah labilmu kkekeekekke…

“Aish, maldo andwae! Tidak bisa, sudah pasti ia akan mengejekku habis-habisan jika aku mengiriminya pesan seperti ini. Whoa, apakah kau benar-benar Lee Heyna? The queen of evil? Tak kusangka istriku ini sangat mencintaiku. Memang pesonaku tidak terkalahkan. . . Sudah pasti setan itu akan membuat deklarasi narsisnya panjang lebar seperti itu.”

Dengan cepat kembali kuhapus barisan kaliamat yang baru beberapa saat lalu selesai ku ketik. “Tapi, bagaimana aku bisa mencari tahu apa yang terjadi dengan setan itu jika aku tidak bertanya? Apa lebih baik aku meminta bantuan Donghae-oppa?”

Kembali jemariku menari diatas layar I Phone milikku dan berhenti saat menemukan semuah nama dalam contact numberku. Segera kutekan tombol call pada menu pilihan dan menunggu sambungan teleponku dengan namja tertampan dalam Super Junior versiku tersebut terhubung. Namun, selang beberapa detik secepat kilat kutekan tombol end.

Aniyo, cara ini juga tidak tepat. Bagaimana jika nantinya Kyuhyun tahu bahwa aku mencari tahu tentang apa yang terjadi padanya saat Donghae-oppa bertanya padanya? Dan kemudian bagaimana jika ia berfikir aku lebih memilih datang pada Donghae-oppa daripada bertanya langsung padanya. Sudah pasti ia akan. . .Aish, sebenarnya setan itu sedang membuat ulah apa lagi sih? Dan kenapa pula aku menjadi risau seperti ini? Aish, molla molla” rancauku seraya merutuki kepalaku.

Neo, waegurae? Apakah karena gagal menemui Nicky Westlife saat Irlandia membuatmu menjadi bertingkah abnormal seperti ini, Nyonya Cho?” segera kubalikkan tubuhku dan menatap ganas yeoja yang kini tengah berjalan menuruni tangga dengan evil smirk andalannya.

“Ya, jaga ucapanmu, Nona Hwang! Kau mau buku-buku tebal ini terbang ke atas kepalamu?”

“Coba saja kalau kau mampu, Nyonya Cho!” balas Jihyo dengan tenang seraya duduk diatas anak tangga disebelahku. “Kali ini apa yang terjadi? Kau tahu, aku sudah bosan melihatmu bertingkah abnormal seperti tadi.”

“Ya, kapan dan dimana aku bertingkah abnormal, Nona Hwang? Asal kau tahu saja, aku masih sama normalnya denganmu.”

“Jadi, apakah definisi normal bagimu adalah dengan selalu berkicau seorang diri dan kemudian merengek seraya merutuki kepalamu? Hegh..jangan berusaha berbohong padaku, Na-ya! Sudah jelas saat ini kau sedang merisaukan sesuatu.”

“Aish, neo jeongmal! Hegh…memang susah jika kita berteman dengan orang yang pandai mengorek informasi sepertimu.” balasku.

“Meskipun begitu, kau sangat menyayangi orang yang pandai mengorek informasi itu bukan? Kekekekekekekke. . .” mau tak mau kedua sudut bibirku ikut terangkat dan membentuk sebuah senyuman begitu mendengar kalimat yang baru saja terlontar dari mulut sahabat baikku tersebut.

“Jadi, katakan padaku apa yang membuatmu tampak uring-uringan dan tak jarang bertingkah abnormal akhir-akhir ini?” lanjut Jihyo.  Kulirik sekilas yeoja disampingku tersebut dengan tatapan penuh arti. Namun, detik berikutnya kugelengkan kepalaku dan kembali menatap layar ponsel dalam genggamanku.

Ani, aku baik-baik saja. Hanya. . .”

Wae, wae, wae? Apakah liburanmu di Irlandia dengan Kyuhyun-oppa kemarin tidak berjalan lancar? Apakah kalian bertengkar hebat? Atau, jangan-jangan Kyuhyun oppa berselingkuh dengan salah satu member SN. .”

*Pletakkk. . .

“Ya, sebenarnya kau ngin membantuku memecahkan masalah atau memprovokasiku!” potongku segera sebelum Jihyo menyelesaikan kalimatnya.

“Aish, kalau begitu apa sebenarnya masalahmu? Kau bilang kalian baik-baik saja, tapi kenapa wajahmu seperti anak yang dicampakan seperti itu, hah? Kau tampak seperti yeoja yang tengah frustasi saat menunggui suaminya pulang! Atau jangan-jangan. . .”

“Mwo?” sahutku segera saat mendadak volume suara Jihyo menurun. Dengan gerakan cepat, ia segera mengeser tubuhnya hingga kini berada sangat dekat denganku.

“Na-ya, apakah saat ini kau sedang hamil?”

            *Blusssss. . .

“Mwo…mworago? Yak, jangan berfikir macam-macam Nona Hwang!” seruku segera seraya bergeser menjauhi yeoja yang kini tampak geli menatapku.

Waeyo, apanya yang macam-macam? Bukankah pertanyaanku tadi adalah sebuah kalimat yang wajar untuk ditunjukan pada yeoja yang sudah menikah? Kenapa kau jadi kelabakan seperti itu? Apakah jangan-jangan saat ini kau memang sedang. . .”

Aniyo, jinjja aniyo! Aku sama sekali tidak hamil, bagaimana aku bisa hamil jika kami saja belum pernah mela…..” secepat kilat segera kubekap mulutku saat kedua bola mataku menatap raut terkejut pada yeoja dihadapanku. “Aish, Lee Heyna pabo! Kenapa aku kelepasan mengatakannya?”

            Mworago? Apa yang barusan kau bilang?” ucap Jihyo seraya berusaha menyingkirkan kedua telapak tanganku yang kini masih membekap erat mulutku.

“Aku tidak salah dengar bukan? Kalian belum pernah melakukan apa?” dengan cepat kugelengkan kepalaku merespon pertanyaan yeoja dihadapanku. Tapi, percuma detik berikutnya seruan panjang lebar segera meluncur keluar dari mulut miss paparazzi dihadapanku tersebut.

“YAK, NEO MICHISSEO! APAKAH KALIAN SEBEGITU LUGUNYA? SUDAH 7 BULAN KALIAN MENIKAH DAN KALIAN SAMA SEKALI BELUM MELAKUK. . .”

*Pletakkkkk. . .

“YAK, tidak bisakah kau merendahkan volume suaramu! Apa kau berniat membuat. . .”

“Aish,  jangan mengalihkan pertanyaanku, Nyonya Cho? Jawab aku apakah itu benar?”

Dengan terpaksa kuangukan kepalaku yang sontak membuat kedua bola mata yeoja dihadapanku membulat seketika.

“Whoa, kurasa eomma akan murka dan sangat kecewa saat mengetahui fakta ini. Kau tahu, eomma-mu sudah menanti-nanti kehadiran seorang cucu. Bahkan ia sudah mendesain puluhan baju untuk calon cucunya kelak. Bagaimana kalian bisa belum melakukannya? Bukankah kalian tidur dalam kamar yang sama? Atau jangan bilang jika Kyuhyun-oppa itu tidak normal?”

*Pletak. . .

“Ya, kenapa semua pertanyaan yang meluncur dari mulutmu selalu saja tidak masuk akal!”

“Apanya yang tidak masuk akal? Coba saja kau fikirkan, apakah normal jika seorang namja sudah memasuki usia dimana ia telah seutuhnya menjadi laki-laki yang dewasa sama sekali tidak tertarik pada lawan jenisnya? Apalagi jika dia sudah menikah?” sahut Jihyo tak mau kalah.

“Aish, aniyo! Jangan berbicara sembarangan, Nyonya Hwang! Setan itu 100% normal!”

“Lantas kenapa kalian sama sekali belum melakukannya? Ini sudah masuk bulan ke tujuh sejak kalian menikah, Cho Heyna!” kulirik sekilas sahabatku yang kini masih mengintrogasiku dengan tatapan tak percaya. Kuhela nafasku dalam-dalam sebelum kembali melontarkan jawaban yang pastinya akan membuat yeoja dihadapanku kembali menggeleng tak percaya karena tingkahku.

It’s because me! Aku yang melarangnya untuk menyentuhku sebelum aku siap. Dan lagi…aish yang jelas aku benar-benar belum siap!”

Aigoo, neo jeongmal! Yak, Lee Heyna kau fikir berapa usiamu, hah! Apakah kau benar-benar se-lugu itu? Aigoo, kasian sekali nasib Kyuhyun-oppa karena menikahi seorang anak lugu sepertimu? Pasti dia sangat tersiksa.” ucap Jihyo dengan nada dramatis.

“Aish, bagaimana dia bisa tersiksa? Justru dia sangat gembira dan menikmati setiap moment untuk mengerjaiku dan menjatuhkanku!”

*Pletakkkk . .

“YAK, kenapa kau memukulku!” seruku seraya mengelus-elus puncak kepalaku.

“Tentu saja untuk membuat daya kerja otakmu agar sedikit lebih dewasa! Na-ya, coba kau fikir bagaimana sulitnya saat kita harus menahan keinginan kita disaat setiap waktu hal tersebut hadir dihadapan kita dan mengoda keyakinan kita? Aigoo. . .neo jeongmal!”

Kukatupkan kembali mulutku yang sebelumnya hendak menyemburkan kalimat pembelaan. Untuk beberapa saat aku terdiam memikirkan kaliamat yang baru saja dilontarkan Jihyo.

“Dan kurasa,aku tidak akan terkejut jika suatu saat Kyuhyun-oppa akan bertigkah aneh dan menghindarimu.”

“Ah, benar! Kau tahu hal itulah yang beberapa hari ini membuatku risau.” selaku segara.

Wae, apakah sebelumnya terjadi sesuatu?” tanpa menunggu lama segera kuceritakan hal yang terjadi selama aku dan Kyuhyun berlibur di Irlandia. Termasuk insiden sobeknya bajuku dan saat tanpa sengaja Kyuhyun memergokiku saat tengah berganti pakaian.

“Hegh. . .” hela nafas panjang terhembus dari mulut yeoja dihadapanku begitu aku selesai bercerita padanya.

“Bagaimana? Menurutmu apa yang membuatnya bertindak seperti itu?” tanyaku.

Dengan tatapan mengasihani, yeoja dihadapanku secepat kilat menjitak kepalaku.

“Yak, Lee Heyna, neo! Aigoo, kau tahu aku sama sekali tidak bisa memutuskan apakah kau ini lebih tepat dikatakan bodoh atau lugu! Bukankah sudah jelas Kyuhyun-oppa menghindarimu untuk mengendalikan dirinya? Sudah pasti ia. . .ARRRGGGGGGHHH, MOLLA! AKU TIDAK MAU TAHU, KAU IKUT AKU SEKARANG JUGA DAN PERBAIKI KESALAHANMU ATAU AKU AKAN MELAPORKANMU PADA IBUMU!” seru Jihyo seraya bangkit dan segera menyeretku.

“Ya, ya apa yang kau lakukan Nona Hwang! Lepaskan aku!” dengan kesal Jihyo segera menghentikan langkahnya dan menatapku dengan pandangan mengintimidasinya.

“Apa lagi, tentu saja membantumu mempersiapkan diri sebagai seorang istri seutuhnya! Kajja!”

“Mwo, apa katanya? Apa maksudnya dengan mempersiapkanku menjadi seorang istri seutuhnya? Apakah dia mau membawaku menemui Kyuhyun dan mempermalukanku? Maldo andwae!”

“HIYAAAAAAAAAAAAAAAAA SIAPAPUN SELAMATKAN AKUUUUUUU!”

*Heyna Pov End*

 

22:10 KST At KyuHeyna’s Aparthement PH Floor. . .

*Kyuhyun Pov*

            “Hegh. . . ..” hela nafas segera terhembus dari mulutku saat audi hitam milikku memasuki area parkir apartement tempatku dengan anak labil itu berteduh. Segera kulepas sabuk pengaman dan melangkah keluar.

Dengan langkah cepat, aku segera keluar dari lift begitu ruangan kecil elektrik tersebut terbuka dilantai panth house aparthement 25 lantai tersebut.

“Hegh….” kembali kuhela nafasku saat tiba didepan pintu aparthement.

“Cho Kyuhyun tenang, kau pasti bisa bertahan. Ingat janjimu untuk tidak menyentuhnya sebelum ia siap.” gumamku seraya mengepalkan kedua telapak tanganku. Jujur saja, semenjak insiden ketidaksengajaanku di Irlandia 2 hari lalu membuatku teramat sulit berada dalam jarak yang dekat dengan Heyna. Ingatanku akan pemandangan yang seharusnya belum boleh kulihat tersebut selalu muncul saat kedua bola mataku bertemu dengan Heyna dan kami hanya berdua saja. Kuulurkan telunjuk kananku pada alat sensor yang terpasang pada pintu aparthement dihadapanku. “Kau pasti bisa menahanya, kau pasti bi. . .. . . . . . HUWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!”

Rancauan dari mulutku segera terhenti dan berganti dengan teriakan keras saat kedua bola mataku menatap sebuah makhluk dengan rambut terurai tengah berjongkok tepat didepan pintu aparthement begitu aku membukannya.

“Cho Kyuhyun, bisakah kau tidak berteriak seperti itu? Kau fikir ini sudah jam berapa?” ucap makhluk yang kini masih berjongkok didepan pintu tersebut. Tanpa perasaan bersalah, ia kembali menundukan kepalanya sehingga membuat rambutnya yang berantakan menjuntai bebas kebawah dan menutup wajahnya. Aku tidak akan heran jika orang lain nantinya menganggap makhluk tersebut sadako!

“YAK, APA YANG KAU LAKUKAN TENGAH MALAM BEGINI DIDEPAN PINTU! KAU SENGAJA MAU MENAKUTIKU!” seruku setelah jantungku kembali berdetak normal.

“Ya, bukannya sudah kubilang jangan berteriak! Ini sudah malam, Kyuhyun-ah!” balas Heyna. Seraya kembali mendongakkan kepalanya dan menatapku dengana tatapan seperti anak kecil yang merupakan ciri khas miliknya yang selalu membuat jantungku berdebar dengan cara yang tidak normal.

Tenang, Cho Kyuhyun  kendalikan dirimu!”

“Lantas, apa yang kau lakukan disini dengan rambut terurai berantakan seperti itu? Asal kau tahu Nona labil, tanpa kau harus bertingkah seperti sadako seperti ini kau sudah tampak seperti ratu setan disetiap kesempatan.” tuturku kembali seraya mengalihkan tatapanku dan segera melangkah dengan cepat ke dalam  setelah secepat kilat melepas sepatu kets-ku.

“Tentu saja menunggumu.”

Serta merta kubalikkan tubuhku dan menatap sosok yeoja yang kini tengah melangkah menghampiriku dengan sebuah senyum yang terukir manis diwajahnya.

*Deg. . .

“Apakah kau benar-benar Lee Heyna? Tidak biasanya kau diam saja disaat aku mengataimu. Ataukah jangan-jangan kau benar-benar setan jejadi. . .” ucapanku terhenti seketika saat mendadak Heyna meraih lenganku dengan lembut dan menempelkannya tepat di pergelangan tangannya.

*Deg. . .

“Apakah kau bisa merasakan detak nadiku? Na, Lee Heyna.” ucap Heyna masih dengan nada lembut. Sebenarnya apa yang terjadi dengannya hari ini? Apakah ia tengah mengerjaiku?

“Bagaimana pertunjukan radio star tadi? Apakah berjalan lancar? Kau sudah makan?” lanjut Heyna yang kini masih berdiri tepat dihadapanku.

“Ah, ne semuanya berjalan lancar. Dan..dan aku belum makan.”

“Ah, baguslah! Aku sudah membuatkanmu jjajangmyun special. Cha, sekarang pergilah ke kamar mandi untuk menyegarkan dirimu selama aku memanaskan kembali jjajangmyun-nya.” seru Heyna dengan wajah berseri-seri yang membuatnya semakin terlihat. . .

          “Yeppo. .”

Debaran jantungku mendadak meningkat berkali-kali lipat lebih cepat. Jika sekarang otakku masih belum terkontaminasi oleh pemandangan itu sudah tentu aku akan bergidik ngeri saat melihat aksi yeoja labil ini. Meskipun sebenarnya aku juga bisa mensiasatinya dengan melemparkan ejekan tapi entah mengapa hal tersebut juga tidak bisa kulakukan. Mulutku terlalu berat untuk kubuka dan saraf-sarafku terlalu tegang untuk dapat berfikir. “Huwaaaaaaaaaaa, bagaimana ini, apa yang harus kulakukan?  Kenapa anak itu justru bertingkah lembut padaku dan merobohkan dinding pertahananku? Eothokeh..eotthokeh?”

Waeyo? Kenapa kau diam saja, Kyuhyun-ah? Apakah kau sakit?” ucapan Heyna segera menyadarkanku.

A..ani, kamar mandi. Ku..kurasa aku harus segera kesana. Perutku mendadak sakit.”secepat kilat kembali kubalikkan tubuhku dan melangkah menuju tempat persembunyianku yang paling aman.

Kulempar segera jaket serta ransel milikku dan berlari menuju kamar mandi setelah menutup pintu kamar dibelakangku.

Waeyo, apa yang terjadi dengan anak labil itu? Kenapa mendadak ia bersikap manis seperti itu?” gumamku seraya bergelung didalam bak mandi putih bersih dihadapanku.

“Semoga saja anak labil itu hanya berencana mengerjaiku. Jika tidak akan sangat berbahaya bagiku.” lanjutku.

Detik berikutnya aku segera bangkit dan duduk dengan kaki bersila. “Tidak bisa, jangan berfikir yang bukan-bukan Cho Kyuhyun. Apapun yang terjadi nantinya entah Heyna hanya berpura-pura manis untuk mengerjaiku saja ataupun ia benar-benar tulus melakukannya, aku tidak boleh lemah dan mengingkari janjiku. Nan, namja-nika! Aku harus bisa mengendalikannya.” gumamku seraya mengepalkan kedua telapak tanganku, namun selang beberapa detik kedua tanganku kembali jatuh lemas saat mendadak sosok anak labil itu yang tengah tersenyum manis menyela dalam fikiranku.

Aniyo, aku tidak bisa melawannya. Ini benar-benar sulit, bahkan melebihi level terakhir starcraft edisi terbaru yang masih belum kutamatkan sampai saat ini. Aish, eothhokeh?”

Merasa tidak menemukan jawaban, aku kembali bergelung didalam bak seraya menjejak-jejakkan kedua kakiku dengan gemas.

“Huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa semua ini salah Lee Hyukjae dan Kim Heechul yang selalu mengontaminasi otakku dengan fikiran-fikiran kotor! Awas saja kalian berdua, jangan harap hidup kalian besuk akan tenang! HUWAAAAAAAAAAAAAAAAA. . . . .”

“Kyuhyun-ah, waeyo? Apakah perutmu baik-baik saja? Kenapa kau berteriak-teriak didalam?”

“Ups!”

*Kyuhyun Pov End*

*Heyna Pov* 

“HUWAAAAAAAAAAAAAAAAA. . . . .” kutarik kembali tanganku yang sebelumnya hendak meraih jaket serta ransel Kyuhyun yang tergeletak diatas ranjang dan berlari kearah kamar mandi saat mendadak telingaku mendengar teriakan dari dalam.

“Kyuhyun-ah, waeyo? Apakah perutmu baik-baik saja? Kenapa kau berteriak-teriak didalam?” ucapku seraya mengetuk dua kali pintu kamar mandi dihadapanku.

              “A..aniyo, nan gwenchana. Aku hanya salah memutar keran shower kearah derajat dingin. Jadi aku terkejut saat tubuhku terguyur air dingin bukannya air panas.” balas Kyuhyun dari dalam.

“Ah, baiklah segeralah kembali mandi. Aku akan menunggumu di dapur.” seruku seraya kembali melangkah menuju ranjang. Secepat kilat aku segera membereskan ransel serta jaket  Kyuhyun yang masih tergeletak diatas ranjang dan berlari keluar dari kamar. Kusandarkan punggungku pada dinding dapur dan mencoba menarik nafas dalam-dalam.

“Huwaaa, eotthokeh? Bagaimana selanjutnya? Ini benar-benar menegangkan, 100 kali lipat lebih menegangkan dari film terhoror manapun.” gumamku seraya menyilangkan kedua telapak tanganku didepan dada untuk meredamkan debaran jantungku.

Detik berikutnya aku segera berlari menuju ruang tamu dan menyambar I Phone milikku yang beberapa saat lalu baru kugunakan untuk berkomunikasi dengan Jihyo. Tanpa menunggu lama segera kuketik barisan kalimat diatas layar ponselku.

To: Miss Paparazzi :p

Jihyo, eotthokeh? Apa yang harus kulakukan selanjutnya? Sebentar lagi Kyuhyun akan selesai mandi.

Segera kutekan tombol send pada layar ponsel dalam genggamanku seraya berharap semoga sahabatku tersebut segera membalasnya.

Dddddrrrrrrrrrrttttttttt. . . .

From: Miss Paparazzi :p

Assa, kalau begitu berarti misi pertama sudah berhasil kau lakukan, Nyonya Cho! Good girl kekekekekekek :p

Sekarang, cepat jalankan misi kedua. Segera masuk kedalam kamar dan bantu Kyuhyun mengeringkan rambutnya. Setelah itu ajak ia makan jika perlu sesekali kau suapi dia. Pastikan segalanya berjalan lancar setelah itu ajak ia menonton TV sebagai alibi. Ajak ia mengobrol dan perlahan kemukakan apa yang saat ini tengah kau rasakan dan kau inginkan. Katakan padanya untuk tidak menghindarimu lagi dan bahwa kau sudah siap menjadi seorang istri seutuhnya.  Jika dibutuhkan kau boleh menitikkan air mata ataupun menciumnya terlebih dahulu. Kujamin, Kyuhyun-oppa pasti tidak akan bisa berkutik dan setelah itu 9 bulan lagi aku akan memiliki seorang keponakan. Aish, aku benar-benar sudah tidak sabar!

PS: Dan satu hal yang perlu kau ingat! Lakukan semuanya dengan manis dan jangan lupa untuk selalu tersenyum. Jika diperlukan kau boleh melakukan aegyo. Awas saja jika kau menghancurkan rencana brilian kita setelah jauh-jauh aku menghantarmu ke konsultan pasangan dengan sifat evilmu!

Tubuhku bergidik seketika begitu membaca balasan dari Jihyo. Dengan cepat kembali kumainkan jemariku diatas layar IPhone putih milikku.

To: Miss Paparazzi :p

Ya, neo michisseo? Bukankah rencana kita hanya untuk mencari tahu apa yang tengah Kyuhyun fikirkan saat ini? Mencoba terbuka dengan pasangan satu sama lain? Aku tidak bilang bahwa aku siap melakukakannya malam ini! Dan lagi, tahukah kau ini angat sulit Hyo-ya, beberapa kali aku hampir muntah karena harus berlaku seperti yeoja labil didepan setan itu! Kau tahu, bahkan ini lebih sulit daripada level terakhir starcraft edisi terbaru bulan ini!

From: Miss Paparazzi :p

Yak, apakah yang ada diotakmu hanya game? Aniyo! Kau bisa melakukannya, Lee Heyna! Jika kau berlaku lemah lembut padanya tapi sama sekali tidak membuka kesempatan untuknya sama saja kau semakin menyiksanya, pabo! Aish, aku tidak mau tahu pokoknya kau harus melakukannya atau aku akan mengadukanmu pada eomma dan haraboeji! Jika perlu Ahra noona sekalian!”

“Aish, neo jeongmal!” rutukku seraya kembali mengetik balasan untuk Jihyo.

To: Miss Paparazzi :p

Aniyooooooo, aku tidak bisa Hyo-ya! Ini bukan diriku! Lebih baik aku mengaku saja dan bertanya langsung pada Kyuhyun kenapa ia menghindariku beberapa hari ini.

Kutekan kembali tombol send pada layar ponselku dan menghela nafas panjang. “Benar, lebih baik aku menjadi diriku sendiri, ini terlalu sulit dan benar-benar membuatku te. . .” ucapanku segera terhenti saat benda berbentuk persegi panjang dalam gengamanku bergetar lama.

Dddddddrrrrrrrttttttttttttttttttt….

Miss Paparazzi :p calling. . .  .

“Yobose. . .”belum selesai aku mengucapkan salam, deklarasi panjang lebar segera menyembur dari mulut yeoja diujung sambungan teleponku.

“YAK! Neo, micchisseo? Apa yang kau lakukan! Kau mau menghancurkan rencana kita?Kau sudah bukan yeoja 18 tahun lagi Lee Heyna! Kau sudah 21 tahun dan kau sudah menikah, jadi berlakulah selayaknya seperti seorang istri! Fikirkan perasaan Kyuhyun!

“Tapi, Hyo-ya itu sangat memalukan dan lagi sama saja aku mengumumkan pada setan itu bahwa aku sangat menyukainya! Nan, shireo!”

“ Aku tidak mau tahu, lakukan semua saranku dan konsultan tadi hari ini juga! Dan jangan mengirimiku sms sebelum kau menyelesaikan misi keduamu!”

Klik.

Aku hanya bisa mengangga lebar seraya menatap tak percaya layar IPhone milikku yang menampilkan informasi jika panggilan teleponku telah berakhir.

“Whoa, jeongmal! Bisa-bisanya dia memutuskan sambungan secara sepihak! Kurasa keputusanku menceritakan semuanhya pada Jihyo adalah suatu kesalahan. Aish, jinjja!” gerutuku seraya kembali melangkah menuju dapur.

“Sekarang apa yang harus kulakukan? Aish, molla! Lebih baik aku segera memanggilnya sebelum semua jjajangmyun ini dingin.”

Dengan langkah cepat, aku segera menuju kamar. Kuhela nafasku dalam-dalam begitu langkahku terhenti didepan sebuah pintu kayu berwarna putih dengan hiasan bintang biru ditengahnya.

Kuraih kenop pintu dihadapanku dan memutarnya perlahan. “Tenangkan dirimu Lee Heyna, apapun yang terjadi ini demi kebaikan kalian berdua. Hana, dul , set!” dengan mantap aku segera melangkah kedalam kamar.

“Kyuhyun-ah, apakah kau sudah selesai man. . . . O.M.G!”

Ucapanku terhenti seketika saat kedua bola mataku menangkap sosok setengah telanjang yang tengah melangkah keluar dari kamar mandi!

“HIYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA………!”

“HUWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA…….!”

*******************

 

“Apa yang kau lakukan?” ucapku seraya ikut duduk diatas karpet disamping Kyuhyun. Sampai detik ini aku masih berusaha mengikuti nasihat Jihyo dengan bersikap manis. Tapi, entah mengapa Kyuhyun justru seperti terlihat semakin berusaha menghindariku. Apalagi setelah insiden ketidaksengajaanku melihat tubuh setengah telanjangnya beberapa menit lalu.

“Yak, sebenarnya apa yang tengah kau rencanakan, Nona labil? Kenapa semenjak tadi kau bersikap aneh seperti ini. Apakah kau tahu, bulu kudukku berdiri semua saat melihatmu bertingkah selayaknya yeoja normal seperti itu.”

Mulutku mengangga seketika begitu mendengar kalimat yang terlontar dari mulut setan disampingku. “Tenangkan dirimu, Na-ya kau harus bersabar demi. . .”

“Apakah kau berniat mendeklarasikan pada dunia bahwa kau benar-benar seorang anak labil? Kuberi satu nasihat padamu, Nona labil. Jangan melakukannya lagi, itu sangat tidak cocok untuk ratu setan sepertimu, kau benar-benar membuatku takut. Dan lagi. . .”

           “Mworago?Salah, benar-benar suatu kesalahan bagiku telah mencoba bertindak seperti yeoja normal pada namja yang labil sepertinya yang juga sama tidak normalnya denganku. Bodoh sekali aku hingga merasa gelisah karenanya beberapa hari ini. Jihyo-ya, apakah sekarang kau mengerti kenapa aku tidak mau bertingkah manis dihadapan setan bernama Cho Kyuhyun? Huwaaaa persetan dengan rencana Jihyo…..aku sudah tidak bisa menahannya lagi!”

“Apakah pesonaku terlalu menyilaukan hingga membuat otakmu tidak bekerja normal seperti biasanya? Aish, mianhae karena ketampananku membuat yeoja labil seper. . .”

“HIYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA, CHO KYUHYUN DASAR SIALAN! KAU FIKIR KARENA SIAPA AKU MELAKUKANNYA HAH? JIKA BUKAN KARENAMU DAN PAKSAAN JIHYO SAMPAI KAPANPUN AKU TIDAK AKAN PERNAH MELAKUKAN HAL MENJIJIKAN SEPERTI ITU! APAKAH KAU FIKIR AKU SUKA BERAKTING SEPERTI YEOJA LABIL SEPERTI ITU! AKU JUGA SAMA JIJIKNYA DAN INGIN MUNTAH PABO! DAN ASAL KAU TAHU SAMPAI KAPANPUN TIDAK ADA CERITA BAHWA SEORANG LEE HEYNA TERPESONA PADA KETAMPANAN SETAN SEPERTIMU! DASAR SETAN KURANG AJAR! MATI KAUUUUUUUUUUU!” teriakku menumpahkan kekesalanku seraya menjambak ganas rambut Kyuhyun.

“HAAHAHAHAHAHAHHAHAHAHAHAHAHAHHAHAHAHAHAHAHAHA!”

Gerakan tanganku yang sebelumnya masih berusaha mengunduli rambut namja dihadapanku segera terhenti saat tawa keras tersembur dari mulut Kyuhyun, bukannya erangan kesakitan dan sumpah serapah seperti yang biasa ia lakukan saat tengah berkelahi denganku.

Wae, apa yang kau lakukan? Apa yang kau tertawakan, hah?” dengan tawa yang masih mengelegar, Kyuhyun hanya menatapku dengan tatapan geli.

“YAK! NEO. . .”

Arasseo, kau mau membunuhku bukan?” ucap Kyuhyun segera seraya menepuk pelan puncak kepalaku. Dan seperti biasa, hal tersebut akan membawa efek menentramkan bagiku.

“Kau tahu, saat ini aku benar-benar senang karena istriku sudah kembali seperti biasanya? Bukannya seperti seseorang yang sama sekali tidak ku kenal dan membuatku merasa tidak nyaman dan takut.” lanjut Kyuhyun seraya terkekeh pelan yang tak ayal membuatku terdiam.

“Na-ya, dengar entah untuk motif apa kau berubah menjadi yeoja lemah lembut seperti tadi, tapi satu hal yang perlu kau tahu, aku menyukaimu bukan karena harta, kekuasaan atapun segala hal berkilau disekitarmu. Tapi karena senyumanmu, lirikan mematikanmu, tingkah kekanakanmu dan segala hal yang ada pada dirimu. Aku benar-benar mnyukainya, dan akan terasa aneh bagiku jika menemukanmu telah berubah menjadi sosok yang lain.”

Ara, nado shireo! Aku juga merasa tidak nyaman melakukan semua hal tadi. Bagiku berakting seperti yeoja normal berkali lipat lebih sulit daripada level terakhir starcraft.”

“Lantas kenapa kau melakukannya? Apakah kau berniat mengerjaiku?”

Ani, semua itu karenamu dan Jihyo!” sahutku segera seraya memanyunkan mulutku.

Waeyo, memangnya kenapa denganku? Dan kenapa pula dengan nona paparazzimu itu?”

“Untuk mencari tahu apa yang tengah terjadi padamu beberapa hari ini.” jawabku singkat. Kedua alis Kyuhyun tampak mengernyit mendengar penuturanku.

“Kau, kenapa kau seperti menghindar dariku beberapa hari ini?” lanjutku. Dapat kulihat air muka Kyuhyun berubah begitu mengetahui alasan yang membuatku bertingkah konyol seharian ini. Dengan gerakan cepat ia segera mengalihkan pandangannya dan kembali memainkan stick PS dalam genggamannya.

“Apa maksudmu? Aku tidak menghindarimu, Na-ya.” elak Kyuhyun tanpa menatapku. Detik berikutnya aku segera bangkit dan duduk tepat dihadapannya.

“Lantas apa yang sekarang kau lakukan saat ini? Kenapa tiba-tiba kau mengalihkan tatapanmu? “

Aniyo, aku tidak menghindarimu Na-ya. Aku hanya. . .”

Arayo, nan ara. Meskipun pada awalnya aku tidak akan tahu jika Jihyo tidak memberitahuku dan mendampratku habis-habisan. Neo. . .”

Ucapanku terhenti seketika saat kedua bola mata kami bertemu. Dapat kurasakan kedua pipiku memanas seketika.  “Aish, bagaiamana aku mengatakannya? Yang jelas aku tahu, karena itu . . karena itu aku ingin meminta maaf.” lanjutku. Dengan cepat segera kutundukkan kepalaku.

“Kau tidak salah, jadi jangan meminta maaf. Kau benar memang beberapa hari ini aku menghindarimu, dan itu untuk sebuah alasan yang kuat yang sepertinya kini sudah kau ketahui.” ucap Kyuhyun. Kulirik sekilas wajah namja yang kini masih manatapku dengan intens.

“Kau tahu, sedikit sekali yang bisa kulakukan untuk membuatmu bahagia dan berguna bagimu. Aku tidak bisa membawamu dengan bebas kemanapun kau mau. Bahkan, tak jarang karenaku kau harus merasakan cercaan ataupun tindakan anarkis dari beberapa fansku. Karena itu, jika aku bisa melakukan hal sekecil apapun yang dapat membuatmu merasa tenang dan bahagia. Maka aku kan melakukannya. Seperti menepati janji yang kubuat untuk tidak menyentuhmu sebelum kau benar-benar siap. Dengan begitu, setidaknya aku bisa membuatmu merasa tenang. Karena itu, jangan khawatir dan merasa bersalah. Tenang saja, aku bisa mengendalikan diriku dengan baik, Nona labil!” ucap Kyuhyun seraya mengacak gemas puncak kepalaku.

Kutatap namja yang kini tengah kembali sibuk dengan stick PS dalam genggamannya.

           “Kyuhyun-ah, apakah kau bodoh? Atau justru akulah yang bodoh? Bagaimana kau bisa berfikir bahwa kau hanya sedikit memberiku kebahagian? Dan menyalahkan dirimu atas segala cercaan ataupun tindakan anarkis yang kuterima? Dan disaat bersamaan aku justru membuatmu semakin merasa tidak nyaman dan sulit karena harus berusaha menepati janji untuk tidak menyentuhku. Jihyo,kau benar! Na jeongmal paboya, kurasa sudah saatnya aku menjadi seorang istri seutuhnya.”

Neo, paboya? Kenapa kau bisa berfikir seperti itu? Dengar, jangan pernah menyalahkan dirimu atas segala hal buruk yang terjadi padaku. Dan jangan merasa bahwa kau hanya sedikit berguna dan sedikit memeberikan kebahagian padaku. Bagiku, hanya dengan menyadari kau berada disampingku adalah suatu kebahagian. Karena aku tahu, segala hal yang ada pada seorang Cho Kyuhyun secara ajaib akan membuatku merasa nyaman dan tenang. Sebuah keberuntungan bagiku karena bisa memilkimu dan terikat denganmu. Karena itu, jangan pernah berfikir seperti itu lagi. Dan satu hal lagi. . .”

Entah dorongan dari mana. Mendadak kucondongkan tubuhku dan mengecup lembut bibir Kyuhyun untuk beberapa detik.

“Kau, tidak perlu lagi menepati janjimu. Karena perjanjian itu baru saja berakhir.” ucapku dengan pelan. Kedua bola mata Kyuhyun tampak membulat saat mendengar ucapanku.

“Ya, apa yang kau lakukan? Jangan memaksakan dirimu hanya karena merasa bersalah padaku, Na-ya. Bukankah sudah kukatakan, aku bisa mengendali. . .”

Aniyo, aku tidak memaksakan diriku. Justru seharusnya sejak dulu aku mengakhiri perjanjian itu. Mianhae, karena membuatmu harus menerima sifat egois dan keinginanku secara sepihak. Na, mulai sekarang aku akan berusaha menjadi seorang istri seutuhnya untukmu. Jadi, jangan menghindariku lagi, Tuan Cho.” potongku yang sukses membuat namja dihadapanku terkejut.

“Na-ya, kau tidak bercanda?” kugelengkan kepalaku segera merespon pertanyaan namja dihadapanku. “Jinjjayo? Whoa, kenapa mendadak kau berubah fikiran? Apakah melihat tubuhku yang setengah telanjang tadi membuatmu terpesona setengah mati hingga bahkan membuatmu tak tahan untuk mengecup bibir sexy ku seperti baru. . .. . .”

Kembali aku hanya bisa mengangga lebar mendengar deklarasi narsis setan dihadapanku tersebut. “Setan ini benar-benar menguji kesabaranku!”

“Ya, geumanhae. . .”

“Atau jangan-jangan selama ini kau diam-diam mnginginkannya dan berpura-pura menolak karena merasa gengsi? Sudahlah, kau tidak perlu malu, Nona labil!”

Geumanhae! Kubilang berhenti Cho Kyuhyun atau kau ak. . .

“Akui saja jika suamimu ini memang sangat tampan dan bertubuh sexy hingga membuat ratu setan sepertimu tergoda dan pada kahirnya menye. . . .”

“HIYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA CHO KYUHYUN DASAR SIALAN!  PERCUMA AKU BERBAIK HATI PADA IBLIS NERAKA SEPERTIMU! KURALAT KATA-KATAKU, JANGAN HARAP KAU BISA MENDAPATKAN IJINKU! MATIIIIIIIII KAUUUUUUUUUUUU AHJUSHI MESUMMMMMM!”

“ARRRRRRRRRRGGGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHH YAK, LEE HEYNA BERHENTI MENGIGITKU DAN SINGKIRKAN TANGANMU DARI RAMBUT INDAHKUUUUUU!”

“SHIREO, SIAPA SURUH KAU MENGUJI KESABARANKUUUUUUUU!”

“ARRRRRGGGGGGGHHHHHHHHH, YAK APPO! YAK!”

“Itu balasan untuk setan kurang ajar sepertimu! Sekali lagi kau berkata yang tidak-tidak aku tidak akan segan-segan membuat semua rambutmu menghilang dari kepalamu!” desisku pada namja yang kini tengah meringis kesakitan seraya mengusap-usap puncak kepala dan punggung tangannya.

“Yak, siapa yang kau sebut setan kurang ajar? Dan siapa yang berkata tidak-tidak? Itu fakta, Nona labil! Apakah kau terkena amnesia, bukankah beberapa lalu kau. . . .”

“Kurasa sebentar lagi aku bisa gila jika masih berada di dekat setan ini!” dengan nafas yang masih memburu aku segera bangkit dan melangkah meninggalkan namja dengan kenarsisan pangkat tak terhingga tersebut.

“YAK! KAU MAU KEMANA? AKU BELUM SELESAI BERBICARA, NONA LABIL!”

“TIDUR! SEBELUM AKU GILA DAN MUNTAH KARENA MENDENGARKAN DEKLARASI NARSISMU!” teriakku dengan nada kesal dan terus melangkah. Meskipun demikian, tak urung kedua sudut bibirku terangkat keatas dan membentuk sebuah senyuman.

            “Kurasa, setelah ini segalanya akan kembali normal dan akan terasa lebih menyenagkan. Benar begitu bukan, Tuan labil?” dengan perasaan lega dan langkah yang lebih ringan, kembali kutarik kedua sudut bibirku hingga membentuk senyuman yang lebih labar. Sebuah senyum kebahagian yang selalu merekah karena seorang setan bernama Cho Kyuhyun.

“YAK, JANGAN HARAP KAU BISA TIDUR SEBELUM KAU MENEPATI KATA-KATAMU BEBERAPA MENIT LALU! MALAM INI AKU TIDAK AKAN MELEPASKANMU, NONA LABIL! YAK, BERHENTI JANGAN HARAP KAU BISA LARI DARIKU, NYONYA CHO! YAK!”

“HIYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA! HARABOEJI, EOMMA, SIAPAPUN SELAMATKAN AKUUUUUUUUUUUU!”

*****************

 

*Eiyaaaaaaaaaa sudah jelas jelaskan adegan apa yang akan terjadi kemudian :p akhirnya, pasangan labil kita naik kejenjang yang lebih dalam meskipun tetep jauh dari kata normalwkwkwkwkwkwkwkkwkwwk#plak

So, hutang sazshi ke reader deul buat bikin mereka buat little Cho udah lunas yach, meskipun belum secara langsung author ceritain malam pertama mereka, coz ini demi kebaikan reader-deul yang masih dibawah umur.^^

Next, KyuHeyna_Scene # 7 akan author usahakan secepatnya yach, dan support selalu KyuHeyna_World^^

Kamsahamnida# Deep bow

 

 

Advertisements

50 thoughts on “{KyuHeyna_Scene Special Honeymoon}#6 O.M.G !

  1. Adain scene NC donk walaupun sekilas heheheh… Berarti little cho akan hadir nieh. Si kyuhyun gokil abis, udh serius2nya hyena ehhh malah dikirain becanda hehehe. Ditunggu next partnya

    • pasti tetep ada kok sekilas di next part, cuma ya masih dalam kategory yg tidak terlalu….ehem….NC eheheheheheh, unk apakah little Cho segera hadir daku blm bisa memastikan heeheheheheh…

  2. Daebak eonni!!
    Kyaaaaaa~~~!!!!!! Kyaaa~~~~~~~~!!!!!!!!!!!!! *tutup mata*

    Untuk scene kali ini aku cuma bisa teriak aja!! hehehe

    Sebenernya aku gak terlalu suka sih kalo mereka punya anak, tapi ya sudah lah namanya juga pernikahan. kekeke~

    Hwiting eonni!
    Aku tunggu Scene 7 nya!!! ^^
    Dan juga My Perfect Girlfriend or Rival part 2 nya di sebarluaskan di toko buku. hehehe ^^

    • keep calm saeng^^
      kalau unk apakah mereka akan segera punya anak eon blm mutusin kok, dan lagi masih ada beberapa ide yg blm eon keluarin unk kegilaan mereka^^
      Ne, gomawo unk support-nya saeng, doain aja yg part 2 segera diterbitkan^^

      PS: udah degerin lagu IU yg “Friday”? This is a nice song^^

      • Kalo saran dari aku sih mereka nanti-nanti aja punya aeginya. Aku masih pengen liat kegokilan mereka tanpa terhalang oleh kehamilan Heyna jadi mereka berantemnya bisa jungkar balik. hehehe. Aku paling seneng liat mereka berantem! *tidak patut dicontoh!* hehehe

        PS : Udah dong eon, that’s really a GOOOOOOOD song!!! Masukin lagunya dong eon di FF selanjutnya. *modus*IU’s fan mode on* hehehe.
        Eon udah baca translatenya? kalo belom aku ada. Ini link nya : http://www.youtube.com/watch?v=AbnMnFIdocU . Itu buatan aku sendiri eon jadi maaf kalo rada gaje tapi insyaallah ngerti. hehehe

        PSS : Aku tunggu ficletnya juga eon! ^^

      • ahahahahahahahahaha…kita turutin ja gimana maunya tuan ma nona labil nanati, mau cepet2 punya baby atau mau bikin rekor pasangan tergila dulu wkwkwwkwk
        ah, ne kapan2 eon masukin ke ff buat ost..nya,cuma nunggu scene yg tepat dulu^^

  3. HwahahHa
    😀
    Kyuna bnr2 kocak. Mreka emg g cocok jd pasangan normal
    😛
    Sng juga wlopun tingkah mreka aneh mreka bsa jd pasangan sesungguhnya
    😛
    Ahhh jd pnsaran apa kyuna akn jd pasangan normal klo heyna hamil
    😛
    D tunggu next part,, ttp semangat author
    🙂

    • hai hai hai, gomawo yach unk RCL nya^^
      namanya jg pasangan labil, kalau mau bertingkah normal justru mengerikan wkwkwkwkwkwk#plak
      Ne, ditunggu scene ke 7 nya yach, and gomawo unk support-nya^^

  4. omg…….aku gemes bgt sm mrk ber2!!!!!!
    mrk emng punya cara sendiri ya buat romantis2an,emng ga normal cranya tp itu yg bikin greget hehehe
    endingnya tp gitu deh gitu doang sedih deh 😦
    pokoknya aku menunggu kelanjutannya dan kelanjutan HaeRa couplenya,smangaaaaat!!!!

  5. akhirnya keluar juga.ceritanya makin seru. aku hampir tiap hari buka blog ini buat nunggu kelanjutannya hehe. ditunggu part selanjutnya

  6. Eoonie aku kangeeennn…..
    Kyuheynaku akhirnya kluar jga, eonnie bener bener mainin prasaan, diawalnya ktawa tpi pas diakhir mlah nangis terharu ._.
    Aku tunggu kyuheyna scene slanjutnya, jangan lama lama ya eonnie!!!

    Keep Writing!!!!
    Semangat!!!

  7. Dasar pasangan gila teriak” mulu kerjaan nya,.
    Eoni capslock gk rusak,.kyay yg emosi gtuuch ngetik nya…hahaha
    Asiieek merka skrng jdinya eon..ya mski d skip..hehe
    dasar pasangn gila mudh” cpt pnya bayinya biar tmbh gilla tuuch keluarga labil..hahaha
    dtnggu eon^^

    • itu emg yg ngetik yg baru emosi saeng wkwkwkwkwk, maklum ngetik ditempat kerja…gegara kena jadwal piket jadi kehilangan waktu bikin cerita alhasil isinya ngamuk2 terus itu wkwkwkwwk

  8. wahhhh
    akhirnya hyena menyerah jugaa
    hhehhehe
    g sabar mnggu little cho lahir
    hehehe
    pasangan anehh
    tpiii kerennn

  9. DAEBAKKK!!! setelah bolak balik buka wp, akhirnya publish jg,

    ahhh sayang endingnya nggak diterusin, hehehe……
    bener” pasangan labil, tapi manis

  10. uwooo cepet berikan amak yang lucuu yagg,,,
    boleh saran dikit gag aq kan dah dr awal ngikutin ni FF jadi aq tau point utama dicerita ini, bsa gag sehari aja gag dibikin teriak*an pas mereka bertemu kasih romance( #ngarep)sedikit lah biar hubungan mereka gag hambar masa* setiap ketemu cuma saling menjatuhkan kan ada rasa kurang greget gimana gitu,,
    tapi aq menikmati kok ceritanya dr pasangan nona labil dan tuan labil ini,,
    dan selamat atas terbitnya novel ini semoga karya yg lainnya menyusul,,,

  11. selalu…ga ada romantis romantisnya pasangan ini…saat mulai romantis selalu hancur karna ejekan masing2…yang mereka laukan sebagai alibi menutupi kegugupan mereka…ach d tunggu part lanjutannya..

  12. aaaaaaaaa aku juga klo jadi heyna bakalan ngejambak rambut kyu scr brutal. udah bagus heyna mau mencabut perjanjiannya malah di rusak oleh tingkah narsisnya kyu. huh! dasar! bikin greget…
    next jgn lama2..

  13. DAEBAKKIYA!!
    Waaahh, keren eonni ^^ aku bacanya ngakak2 sendiri masak ._.
    Sampe dimarahin guru gara2 main hp ngakak2 sendiri, nyolong baca ff dikelas walaupun cuma dikit2 *ups ketauan nakalnya wkwk #curcol -_-
    Iyaa nih, akhirnya heyna sadar juga kalau si kyu nggak bisa nahan napsunya wkwk, kyu tambah dewasa kekekek
    Ayoo nih, segera punya baby wkwk, kayaknya tambah seru eonn
    Aku juga suka baca adegan kyuheyna berantem, apalagi ngejambak rambut kyu haha
    Okee, next partnya ditunggu ya eonn, hwaiting!

  14. Uwaaaaaaa…
    Thorr.. Daebak..
    Ngakak abis pas part kyu nemuin sadako yang lagi nungguin dia depan pintu..
    wkwkwkwk 😀

    Thor..
    Gumawo *

    keep *hwaiting*

    Kyuheyna.world
    #saranghae

  15. huwaaaaaaaaa….. *kecupddangkoma
    akhirnya pecah telur juga nih pasangan berdua, makasih ya miss paparazzi karna udah bikin heyna sadar, knp sih si kyuhyun ini seneng banget merusak suasanan yang lagi normal2 nya ? ya karna memang ga seharusnya pasangan ini normal..hahahaha
    makasih eonni udah publish ff nya, next part ditunggu sekali loh.. semoga kita semua segera diberi keponakan yang lucu.. hahahaha

  16. woaaa akhirnyaaaaa…. kyu penantian mu berakhir. untung deh ada jihyo. jd heyne bsa sadar….. kkkkk. ditunggu scene selanjutnyaa

  17. waduh..waduhh..waadduuuuhhhh….kenapa kepotong’a disaat genting gitu sih oenny??????#TANYA KENAPA?????

    ITU..ITU..ITU…dia berdua jaadi ngelakuin first night’a apa cuman bercanda doang tuh????AAARRRGGGGHHH…PENASARAN AKUUTTT!!!!!!

    jgn lama2 yaa eonny lanjutan’a….udah gaakk sabbaaaaaarrrrrrrr *gemeeessss(>_<) #gigit eonny

  18. Monyong kesleo :v , ups maksudnya annyeong haseyo B-)

    aku dapat rekomendasi ff u/ baca ff author , sebenernya binggung mau baca dari mana 😐 , krn aku tertarik di ff yg ini jd aku ninggalin komen pertamaku di ff ini *gaknanya

    di sini gak ada librarynya ya? *abaikan

    ijin baca ff nya author-nim 😀

  19. Eonn ayoo donk di publish kyuheyna scene part 7nyaa..
    Udah lamgen nihh sama cerita dan kelakuan gokil merekaaa…
    Eheheheh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s