(My Perfect Girlfriend Or My Perfect Rival?!) Part 16 # Wish

PIC PART 16

 

Title                             : (My Perfect Girlfriend Or My Perfect Rival?)

Part 16  #  Wish

Author                         : Sazshi

Main Cast                    : Cho Kyuhyun

: Lee Heyna

Another Cast               : All member Suju Lainnya, Lee Eunji (oc), Park Jia (oc), Shin Heera (oc), Go Minji (oc), Hwang Jihyo (oc), Cho Minhye (oc), Kim Nana, (oc), Jung Minho (oc), Han Sora(oc)

Genre                          : Romance, Comedy and Family

Rating                         : PG 15

Leght                           : Continue

 

RECOMMENDED SONG

I Believe By.Shin Seung Hoon

Like A Star By. Taeyon Ft The One

 

“Keurae, aku pasti bisa segera kembali menjadi diriku seperti semula. Seperti semua harapan orang-orang disekelilingku yang menyayangiku. Akan kutunjukan pada mereka semua jika aku bukanlah yeoja yang lemah. Seperti halnya harapanmu, mulai saat ini aku akan berusaha untuk mempercayai harapanku. Sampai suatu saat waktu akan menjawab harapan diantara kita. Dan selama itu, begitu halnya dirimu. Aku akan menunggumu, menunggumu ditempat yang sama dan dengan perasaan yang sama.” Lee Heyna.

 

“Kau adalah satu-satunya alasan yang memberiku kebahagian dalam suatu penantian. Karena itu tetaplah mempercayai harapanmu dan menungguku ditempat yang sama. Jika pada akhirnya takdir tidak mengijinkan kita untuk berdiri bersama, jangan takut aku akan membuat takdir baru diantara kita dan segera datang menjemputmu.”- Cho Kyuhyun.

 

 

“Na-ya apa yang terjadi padamu? Kenapa seluruh tubuhmu basah kuyup seperti ini, jagi?” seru Eunji begitu dilihatnya sosok putrinya yang baru saja melangkah ke dalam ruang kerjanya diikuti sekertaris Kim yang tampak membawakan sebuah handuk.

“Apa kau kehujannan? Astaga tubuhmu panas sekali, Na-ya! Sekertaris Kim, segera beritahu Jongshin untuk menyiapkan mobilku! Aku akan segera membawa Na-ya kerumah sakit!” perintah Eunji seraya meraih handuk dari tangan sekertarisnya dan mulai mengeringkan tubuh Heyna yang tampak gemetar saat ini.

“Omma, tolong aku . . .tolong aku agar aku bisa menghilangkan rasa sesak ini. .” ucap Heyna ditengah isak tangisnya yang membuat Eunji menghentikan  gerakan tangannya dan menatap terkejut sosok putrinya.

“Na-ya, apa yang terjadi?”

“Eomma, ottoekeh? Jebal . .” sosok yeoja tersebut segera jatuh saat tiba-tiba semua hal disekelilingnya berubah menjadi gelap.

 

“Na-ya!”

 

November, 8th 2012 at Yongjin Medical VIP room. . .

*Author Pov*

Aboeji eodisseo?” ucap Eunji tajam begitu memasuki sebuah ruangan di sayap Yongjin Medical University.

“Lee Eunji, agasshi! Bagaimana kabar anda? Tidak biasanya anda mengunjungi sajjangnim?” jawab Jinwoon sembari segera berdiri dari kursi kerjanya yang tepat berada disamping sebuah pintu kayu besar yang ada didalam ruangan tersebut.

“Tanpa aku memberitahu-pun kau dan ayahku pasti amat paham dengan kabarku saat ini! “ balas Eunji dingin sembari kembali melangkah menuju pintu besar dihadapannya. Merasa tidak ingin mencari masalah dengan putri tunggal majikannya tersebut, Jinwoon memilih membungkuk singkat dan segera menyingkir dari depan pintu kayu dibelakangnya.

*Brak. . .!

“Apakah kau sama sekali sudah benar-benar melupakan etika yang diajarkan eomma-mu selama hampir 20 tahun!” ucap Lee Yongjin dingin saat tiba-tiba pintu ruangan pribadinya dibuka dengan kasar oleh seorang wanita yang tak lain adalah putri kandungnya tersebut.

“Etika? Bagaimana mungkin seseorang yang bahkan tidak pernah mengenal etika selama hidupnya bisa menasehati orang lain!” balas Eunji tak kalah dingin. Kedua bola mata Yongjin segera membelalak begitu mendengar cacian dari putrinya. “Aboeji, hentikan permainanmu saat ini juga! Jangan memaksaku untuk berbuat sama denganmu untuk mencapai keinginanku!” lanjut Eunji seraya menatap tajam laki-laki dihadapannya yang kini perlahan berdiri dari kursi kerjanya dan melangkah menghampirinya.

“Apa maksudmu?” tanya Yongjin yang kini berdiri tak jauh dari Eunji.

“Jangan pura-pura tidak tahu tentang apa yang kumaksud! Aboeji, tidakkah kau merasa sudah cukup dengan membuat hidup putrimu sendiri hancur? Apakah sekarang satu-satunya cucu yang kau milikipun harus merasakan sikap diktator dan egoismu? Na-ya, dia masih terlalu muda. Tidak bisakah abuji membiarkannya tersenyum lega dan menentukan jalan hidupnya sendiri?” segala amarah yang tertahan semenjak kemarin segera meluap dari benak Eunji.

“Menentukan jalan hidupnya sendiri dan pada akhirnya hanya akan bernasib seperti ibunya? Karena ia satu-satunya cucu yang kumiliki, maka aku tidak akan membiarkannya terjatuh pada lubang yang sama dengan ibunya. Berhentilah bersikap seolah-olah hanya kau yang paling mengerti dan mencemaskan masa depan Na-ya! Apa yang kulakukan juga semata-mata demi kebahagiannya!”

“Kebahagian? Aboeji bilang semua demi kebahagian Na-ya?” lirih Eunji seraya menundukkan wajahnya secara perlahan. “Apakah membuat satu-satunya cucu yang kau miliki kehilangan hal yang sangat berarti baginya adalah kebahagian? ABUJI TIDAK BISAKAH KAU MELIHAT BAGAIMANA TERTEKAN DAN TERSIKSANYA NA-YA DENGAN SEGALA SIFAT DIKTATORMU! APAKAH MEMBUAT SATU-SATUNYA CUCU YANG KAU MILIKI TERBARING LEMAH DIRUMAH SAKIT ADALAH SUATU KEBAHAGIAN!” teriak Eunji yang kini tampak amat marah terlihat dari kedua bola matanya yang tampak merah karena menahan air mata. Bukan untuk pertama kali baginya beradu mulut dengan ayahnya. Dan pada akhirnya ia akan menagis karena merasakan sakit dalam relung hatinya akibat sikap diktator dan egois laki-laki yang berada dihadapannya saat ini.

“Aboeji, jebal hentikan sikap diktatormu! Na-ya, sudah cukup baginya merasa kehilangan hal berarti dalam hidupnya. Sudah cukup baginya merasakan segala tekanan dan beban selama ini. Jangan memaksanya terlalu jauh, dia tidak akan mampu menahannya!” lirih Eunji!

“Ji-ya, kuberitahu satu hal padamu! Seorang Lee Yongjin tidak akan pernah menarik kata-katanya. Dan apapun pendapatmu tidak akan mempengaruhi keputusanku!” jawab Yongjin singkat seraya berbalik dan melangkah kembali menuju meja kerjanya.

“Apakah dengan membunuh dua orang yang berarti dalam hidupmu belum cukup membuat abuji sadar dengan segala pemikiran aboeji selama ini?” Yongjin segera menghentikan langkahnya begitu mendengar ucapan Eunji. Kembali Yongjin membalikkan tubuhnya dan menatap tajam sosok wanita dihadapannya yang kini tengah menatap nanar padanya.

“Apa maksudmu? Kau bilang aku membunuh?” tanya Yongjin penasaran. Segera Eunji berjalan menghampiri ayahnya dan menyambar bingkai foto yang ada diatas meja kerja milik ayahnya tersebut.

“Tidakkah ayah sadar telah ikut membunuh dua orang ini secara tidak langsung!” ucap Eunji seraya menyodorkan bingkai foto yang manampilkan potret ibunya dan Heejin. “Apakah aboeji tahu jika penyebab kesehatan Heejin semakin lama semakin menurun karena ia mengetahui fakta jika ayahnya masih hidup selama ini. Sosok yang dirindukannya masih hidup namun tidak pernah mengetahui keberadaannya dan saudara kembarnya? Tekanan yang dialaminya membuat kesehatannya semakin menurun. Dan tahukah aboeji jika eomma sangat tersiksa dengan sifat egoismu selama ini. Menjadi seekor burung cantik yang selalu terkekang dalam sangkar mewahnya tidak menjadikan eomma merasakan kebahagian! Membatasi segala gerakannya bahkan melarangnya menemui satu-satunya putri tunggalnya sama sekali tidak memberikannya kebahagian. Aboeji, sadarlah tak seorangpun merasakan kebahagian dari cara berfikirmu!” air mata yang sedari tadi ditahan oleh Eunji perlahan menetes dikedua pipinya. “Dan Na-ya, sudah cukup baginya merasakan hal yang disayanginya satu persatu terenggut dari gengamannya. Apakah Aboeji tahu Na-ya menemui Junsu? Apakah aboeji bisa merasakan bagaimana sakitnya hati anak itu saat berada didekat ayah kandungnya yang sama sekali tidak mengetahui keberadaannya? Melihatnya bahagia bersama keluarga barunya? Dan sekarang Abuji membuatnya kehilangan hal penting baginya dan membuatnya kembali merasa menjadi seorang pembawa sial yang selalu menyalahkan diri sendiri karena merasa telah merebut kebahagian orang lain? Aboeji, jebal..Na-ya dia bukan bonekamu!” Yongjin terdiam sesaat namun tak lama kemudian ia kembali menatap tajam sosok dihadapannya.

“Ji-ya, hentikan omong kosongmu!” ucap Yongjin singkat. “Segalanya tidak akan berakhir seperti yang kau katakan jika dahulu kau mau mendengar nasihatku! Tidak akan pernah ada yang berubah dan Na-ya akan baik-baik saja!” lanjut Yongjin dingin yang segera membuat kedua mata Eunji kembali membelalak.

Keurae, itu pilihan abuji dan jangan salahkan jika aku mampu bertindak sepertimu untuk melindungi kebahagian putriku! Aboeji, kau yang memaksaku! Aku pastikan aboeji tidak akan meraih hal yang aboeji inginkan!Na-ya, aku akan. .”

Eomma, hentikan!” teriak Heyna tiba-tiba yang kini tengah berdiri dengan bertumpu pada pintu disampingnya. Tampak jelas rona pucat diwajahnya yang keliahatan kurus saat ini.

“Na-ya!” seru Eunji dan segera berlari menyongsong putrinya.

“Haraboeji, eomma jebal hentikan perselisihan diantara kalian. Tidak bisakah kita bertiga hidup damai? Nan, aku hanya ingin memiliki keluarga yang normal. . .” ketiga makhluk dalam ruangan tersebut terdiam beberapa saat. Tak lama kemudian Yongjin segera melangkah menuju dua makhluk yang kini masih berdiri diambang pintu ruangan pribadinya.

“Na-ya, cepat kembali kekamarmu! Jangan membuat kesehatanmu semakin memburuk.” ucap Yongjin singkat. “Dan kau, kurasa tidak ada hal lagi yang perlu kita bicarakan. Ji-ya, fikirkan baik-baik tindakanmu! “lanjut Yongjin dan segera melangkah keluar meninggalkan dua wanita yang kini hanya bisa menunduk menahan perasaan mereka.

Eomma, gwenchana. Eomma,jebal jangan melakukan apapun. Ini adalah pilihanku. Jangan khawatir, bukankah aku Lee Heyna putri kesayangan eomma yang sangat kuat? Bagiku, saat ini eomma adalah hal terpenting dalam hidupku. Cukup dengan keberadaan eomma disisiku akan membuatku bisa menahan apapun dan tetap tersenyum.” kembali butiran air mata mengalir pelan dikedua pipi Eunji saat mendengar ucapan putrinya. Segera Eunji merengkuh tubuh lemah Heyna kedalam pelukannya.

Ne, eomma akan selalu berada disisimu. Eomma akan selalu melindungimu.”

 

2 Hours later. . .

 

Jihyo masih berdiri diambang pintu saat dilihatnya sosok sahabatnya tengah duduk melamun dengan selang infus yang masih menusuk dipergelangan tangannya.

CD16.DAT_snapshot_36.00_[2013.02.22_09.30.14]

Tampak sekali sosok Heyna yang terlihat pucat yang sangat kontras dengan wajah ceria yang selalu ditampilkannya selama ini. Perlahan Jihyo melangkah menghampiri sahabatnya tersebut.

“Apakah kau sedang merindukan suara merdu sahabatmu yang paling cantik ini?” ucap Jihyo yang membuat Heyna tersadar dari lamunannya dan segera menoleh terkejut. Detik berikutnya seulas senyum tampak menghiasai wajah pucat Heyna.

“Hyo-ya, sejak kapan kau datang? Kenapa aku sama sekali tidak mendengar suara pintu terbuka?” tanya Heyna yang segera dibalas dengan pelukan hangat dari sahabatnya.

“Tentu saja kau tidak mendengarnya, karena sedari tadi kau sibuk dengan fikiranmu. Na-ya, mianhae.” ucap Jihyo pelan yang segera membuat Heyna mengernyit heran.

Wae, kenapa kau meminta maaf padaku? Akulah yang seharusnya meminta maaf padamu.” balas Heyna.

“Aku,seminggu lalu aku menemui Kyuhyun-oppa dan memintanya untuk melepaskanmu. Aku hanya tidak ingin melihatmu lebih lama lagi tertekan ditengah-tengah pilihan yang memberatkanmu.” Heyna tersenyum miris mendengar pengakuan sahabatnya tersebut. “Na-ya, aku. .” ucapan Jihyo segera terputus saat tiba-tiba Heyna melepaskan pelukan mereka dan menempelkan telunjuk jarinya dibibir Jihyo.

“Ara, dan jangan berfikir karena tindakanmu tersebut kau menyalahkan dirimu karena membuatku harus tidur dirumah sakit.” Heyna tersenyum lembut menenangkan perasaan yeoja dihadapanya yang tampak merasa bersalah saat ini.

“Tapi, Na-ya kau..”

“Dengar, pada awalnya aku tahu jika hal tersebut pasti cepat atau lambat akan terjadi. Jadi jangan menyalahkan dirimu, percayalah saat ini aku baik-baik saja aratchi?” potong Heyna kembali, Jihyo menantap nanar sosok sahabatnya yang tengah berusaha terlihat tegar saat ini. Tapi dalam hati ia amat tahu jika kondisi sahabatnya tersebut tidaklah sebaik seperti yang ia tunjukkan.

“Na-ya, bolehkah aku bertanya satu hal padamu?” ucap Jihyo pelan setelah beberapa saat terdiam. Heyna mengangguk lemah seraya tersenyum lembut pada sahabatnya. “Apakah kau sangat menyukai Kyuhyun-oppa?” Heyna tersenyum simpul dan memalingkan wajahnya memandang pemandangan diluar jendela kamarnya setelah mendengar pertanyaan yang dilontarkan sahabatnya tersebut.

“Hyo-ya, apakah dengan menyukainya akan bisa membuatku berdiri terus bersamanya? Dan apakah dengan menyukainya bisa membuatnya tetap bersinar terang diantara ribuan sinar lainnya? Bagiku, dia tampak seperti bintang yang bersinar terang dilangit. Kemilau yang ia pancarkan selalu menerangiku dan membuatku ingin mengapainya. Tapi, aku sadar sebuah bintang pasti akan meredup sinarnya jika kita menariknya turun kebawah. Karena itu, kurasa akan lebih baik jika bintang itu tetap bersinar diatas.” ucap Heyna tanpa memandang sahabatnya.

“Jadi, kau sangat menyukainya benar begitu bukan?” Heyna menoleh memandang sahabatnya yang kini masih berdiri menatap nanar padanya. Bukan raut wajah lembut yang kini tersirat diwajah manis Heyna, raut sedih terpatri jelas dikedua bola matanya.

sad jihyo

“Sangat, aku sangat menyukainya. Walaupun selalu meributkan hal-hal kecil yang pada akhirnya membuat perdebatan diantara kami berdua. Tapi, sesengit apa pertengkaran diantara kami pada akhirnya kami akan selalu kembali mencari satu sama lain. Kau tahu kenapa? Karena kami saling membutuhkan satu sama lain. Akan terasa kurang jika kami tidak saling berdiri berdampingan dan saling melengkapi.” kedua bola mata Jihyo membelalak begitu mendengar penjelasan sahabatnya.

Sama, jawaban serta pemikiran dua orang yang ia beri pertanyaan tersebut sama persis.” lirih Jihyo dalam hati saat teringat dengan jawaban Kyuhyun yang diberikan padanya seminggu lalu saat ia bertanya apakah ia sangat menyukai Heyna. “Kenapa dua orang yang terlihat mirip satu sama lain dan saling membutuhkan harus berakhir seperti saat ini? Apakah keputusanku meminta Kyuhyun-oppa seminggu lalu adalah kesalahan? Hwang Jihyo, bagaimana kau bisa tidak mengerti bagaimana akibat dari perbuatanmu?” lanjut Jihyo dalam hati. Jihyo segera mendekatkan tubuhnya pada sosok Heyna yang kini tengah terdiam dan menatap hampa lantai dibawahnya untuk menyembunyikan perasaannya.

“Na-ya, katakan padaku apa yang bisa kulakukan untukmu?” Heyna menegadahkan wajahnya dan tersenyum simpul seraya meraih pergelangan tangan sahabatnya tersebut.

“Kau hanya perlu menjadi seorang Hwang Jihyo sahabat terbaikku. Dengan begitu aku akan tetap dapat berdiri tegar seperti Lee Heyna yang kau kenal selama ini.” serentak kedua yeoja tersebut tersenyum menguatkan perasaan mereka satu sama lain.

“Jangan khawatir, aku selalu tahu kau pasti akan merasa bosan jika sehari saja tidak mendengar suaraku chingu-ya!” ucap Jihyo seraya merengkuh tubuh lemah Heyna kedalam pelukannya.

 

“Gomawo, jeongmal gomawo chingu-ya.”

 

*Author Pov End*

 

November, 10th 2012 at Yongjin Medical VIP room. . .

*Heyna Pov*

“Aku tidak apa-apa, kau tak perlu mengkhawatirkanku seperti itu! Lebih baik kau cepat selesaikan urusanmu di Jepang!” balasku pada seorang namja yang kini berada diujung sambungan telepon.

Benarkah? Na-ya, apakah. . .”

“Aish, kenapa kau sama sekali tidak mempercayaiku? Sudahlah, aku mau melanjutkan membuat kerangka pidato perpisahan kita nanti!” potongku segera. Aku tahu jika saat ini Minho pasti merasa bersalah saat mendengar kabar dari Jihyo bahwa aku masuk rumah sakit.

“Na-ya, apakah aku boleh mananyakan satu hal padamu?” aku terdiam sesaat. Kurasa aku bisa menebak pertanyaan apa yang akan dilontarkan oleh calon tunanganku tersebut.

Hmm. .” aku berdeham singkat memberikan ijin baginya untuk mengajukan hal yang ingin ia tanyakan.

“Kau, apakah benar-benar serius mau bertunangan denganku? Apakah kau bisa melupakan Cho Kyuhyun dan memberikan sedikit ruang dihatimu untukku nantinya?” kembali aku terdiam. Seperti dugaanku, Minho pasti ingin menanyakan ketetapan perasaanku.

“Minho-ya, bolehlah sebelumnya aku berganti bertanya padamu?” minho berdeham singkat sepertiku sebelumnya. “Apakah jika aku menolak pertunangan itu kau akan meminta ayahmu untuk membatalkannya? Apakah jika aku tidak bisa melupakan namja itupun kau akan melepaskanku? Ho-ya, saat ini aku tidak bisa menjanjikan apapun padamu. Saat ini bagiku kau tetaplah seorang sahabat yang sangat penting dan kusayangi seperti hal-nya Jihyo. Kau, aku dan Jihyo aku ingin kita bertiga bisa tetap bersahabat tanpa ada perasaan saling menyakiti diantara kita. Karena itu, biarkan semuanya mengalir dengan sendirinya. Hal tersebut akan terasa lebih mudah bagi kita bertiga. Bagiku, bagimu, dan bagi Jihyo. Aku percaya, suatu saat kita pasti akan menemukan jawaban dari segala pertanyaan kita masing-masing.Kita hanya perlu menunggu, dan selama penantian itu kumohon tetaplah menjadi Jung Minho yang kukenal. Jung Minho sahabat yang kupercayai dan selalu mengengam tanganku seperti sebelumnya.” Minho terdiam cukup lama.Kurasa saat ini hal itulah yang paling tepat untuk kami jalani bertiga.

“Ara, jangan khawatir Na-ya! Aku tetaplah master of playboy yang kau kenal. Dan seperti yang pernah kukatakan padamu, aku akan menunggumu sampai setidaknya kau bisa memberikan ruang dihatimu padaku. Baiklah, kurasa aku harus segera memutuskan sambungan. 10 menit lagi aku harus bertemu dengan perwakilan perusahaan yang akan mengadakan hubungan kerjasama dengan perusahaan milik ayahku.” ucap Minho yang segera kubalas dengan dehaman singkat.

“Ne, berusahalah sebaik-baiknya tuan Jung! Jangan membuat malu ayahmu! Kau harus memenangkan tender pertamu, aratchi? Jung Minho, Fighting!”

“Ne, gomawo chingu-ya!” balas Minho dengan suara yang terdengar lebih ringan daripada sebelumnya.

Kuletakkan LG VU II putihku begitu sambungan telepon diantara kami terputus. Aku menghela nafas panjang dan kembali menatap nanar keluar jendela yang kini tengah menyajikan pemandangan senja sore. Kuraih kembali LG VU II putihku saat tiba-tiba sebuah keinginan muncul dibenakku. Kubuka aplikasi browser dalam ponselku dan segera mengetikkan sebuah nama yang sampai saat ini tidak bisa hilang dari fikiranku. Mataku segera membelalak tajam saat melihat sebuah artikel teratas yang dipublikasikan hari ini. Segera kubuka link yang tersedia seraya mengigit ujung bibirku untuk menahan perasaanku saat melihat sebuah foto yang membuat jantungku berdebar kencang saat ini.

sick kyu

Foto Super Junior Cho Kyuhyun saat di bandara Incheon membuat gempar para ELF. Sosok Kyuhyun yang tertangkap kamera netizen saat kembali Taiwan untuk promosi album Suju-M terbaru tersebut menampilkan sosok Kyuhyun yang terlihat sakit. Bahkan, Kyuhyun membutuhkan bantuan dari Henry saat menunggu member lainnya turun dari pesawat terbang. Banyak nitizen yang mengatakan jika saat itu Kyuhyun terlihat amat pucat dan lemah sehingga membuat mereka bertanya-tanya apakah hal yang membuat magnae Suju yang biasanya terlihat tidak bisa diam tersebut kini tampak lemah dan terang sekali menahan rasa sakit. Ketika dikonfirmasi, pihak S-ment mengatakan bahwa Kyuhyun mengalami drop karena terlalu lelah dengan schedule mereka dan kesehatannya yang belum pulih 100% pasca kecelakaan yang membuat mobilnya terbalik 2 minggu lalu.

Tidak bisa dipungkiri jika dikalangan idol banyak ditemukan hal serupa. Schedule mereka yang padat membuat mereka kekurangan waktu untuk beristirahat dan pada ujungnya membuat kondisi fisik mereka drop…

 

“Wae, kenapa kau tidak menepati janjimu? Katamu kau pasti akan baik-baik saja?” lirihku seraya segera meletakan kembali ponselku karena tidak tega melihat foto Kyuhyun yang tampak lemah.

 

“Na-ya!” tampak kepala Sora-eonni menyembul dari pintu kamar inapku. Kupaksakan sebuah senyum menyambut kedatangannya.

Eonni-ya, kau sudah mau pulang?” tanyaku yang segera dibalas dengan anggukan dari sosok yeoja yang berprofesi sebagai dokter bedah jantung di rumah sakit milik kakekku ini.

“Ne, tapi sebelumnya eonni ingin memastikan apakah dongsaeng-ku ini sudah lebih baik dari kemarin.” Kembali aku tersenyum mendengar penuturan tunangan dari Lee Donghae tersebut.

“Eonni lihat sendiri, aku baik-baik saja. Besok aku juga sudah diperbolehkan kembali.” balasku.

“Ne, tentu saja kau harus baik-baik saja. Kau harus segera kembali menjadi Lee Heyna anak nakal yang kukenal selama ini!” ucap Sora-eonni seraya mengacak gemas puncak kepalaku. “Na-ya, ada yang ingin eonni sampaikan padamu.” lanjut Sora yang kini tiba-tiba ekspresinya berubah menjadi serius.

Eonni-ya, apakah terjadi sesuatu?” balasku segera karena merasa penasaran. Segera Sora-eonni duduk disamping ranjangku dan menatapku dengan tatapan lembutnya.

“ Kau tahu, siang tadi ada seorang namja yang mendatangi ruang praktikku. Dia memintaku untuk menyampaikan sebuah pesan padamu.” jantungku berdebar kencang mendengar sebuah informasi yang baru saja disampaikan oleh sosok yeoja dihadapanku tersebut. Aku tahu pasti siapa namja yang diceritakannya saat ini.

“Apakah dia tampak baik-baik saja?” ucapku pelan seraya menunduk.

“Sudah agak membaik setelah mendapatkan perawatan selama 3 jam. Aku benar-banar merasa miris dengan pola hidup para idol. Bahkan disaat sakitpun mereka tidak bisa mendapatkan kesempatan istirahat penuh.” lanjut Sora-eonni disertai dengan helaan nafas panjang. “ Anak itu menitipkan sebuah pesan untukmu.” Kutegadahkan kembali wajahku dan menatap lurus kedua bola mata Sora-eonni yang kini terlihat sayu, sama persis dengan tatapan mataku saat ini.

“Pesan untukku?”

Ne, dia bilang Na-ya,apakah kau terlalu menyukaiku sampai kau jatuh sakit? Cih, selalu berpura-pura membenciku tapi pada dasarnya kau amat menyukaiku. Menyukai seorang Cho Kyuhyun yang menurutmu adalah idol yang berada di urutan paling terakhir bagimu. Tak kusangka, seorang Lee Heyna bisa cepat menyerah seperti itu. Apakah kau ingin mendeklarasikan pada dunia jika kau mengaku kalah padaku? “ aku tersenyum miris mendengar pesan namja labil tersebut untukku. Meskipun terdengar berupa ejekan, tapi aku tahu pasti hal yang ingin disampaikannya padaku. Aku tahu pasti jika namja itu ingin mengatakan padaku agar aku tetap berdiri tegar. Mengatakan padaku agar tetap tersenyum seperti seorang yeoja yang dikenalnya selama ini. Dan mengatakan padaku agar tidak perlu mengkhawatirkannya. Namja itu selalu memiliki cara yang berbeda untuk menunjukan perhatiannya padaku.

“Benar begitu bukan, Tuan labil?” lirihku dalam hati dan segera tersenyum pada Sora-eonni yang kini juga tengah tersenyum lembut padaku.

“Anak itu juga menitipkan ini untukmu.” aku tertegun menatap sebuah benda yang disodorkan Sora-eonni padaku.

teddy 2

Sebuah gantungan kunci teddy bear berwarna coklat. Kuraih benda mungil tersebut dan menatapnya.

“Kurasa aku harus segera kembali sekarang.” ucap Sora-eonni seraya bangkit dari ranjang dan membelai lembut puncak kepalaku. “ Na-ya, kau tahu tidak ada salahnya jika kita berharap. Karena harapanmu akan membuatmu menjadi lebih kuat dan tegar dari waktu ke waktu. Dan jika kau mau mempercayai harapanmu tersebut, maka suatu saat hal yang kau percayai itu pasti akan tergapai oleh tanganmu. Karena itu, segeralah kembali menjadi Lee Heyna yang kukenal. Dan segeralah berdiri disampingku sebagai partner dalam bedah jantung dirumah sakit ini.“ lanjut Sora-eonni dan segera memelukku singkat.

“Gomawo, eonni-ya!”

 

Kutatap kembali sebuah gantungan kunci mungil dalam gengaman tanganku. Perlahan namun pasti kutekan bagian perut boneka teddy bear mungil tersebut. Seperti dugaanku, sebuah suara yang tidak asing ditelingaku segera mengalun merdu merangkai sebuah lagu dari gantungan kunci tersebut.
(I Believe #Original Song By.Shin Seung Hoon)

♪(I Believe geudaen gyeothe eobtjiman)
Aku percaya walaupun kau tak ada di sisiku
(Idaero ibyeoreun anigetjyo)
Ini bukan berarti kita berpisah
(I believe naege oneungire)
Aku percaya kau akan berjalan kepadaku
(Jogeum meolli doraol ppunigetjyo)
Sedikit jauh, kau pasti akan kembali

(Modu jinagan geu gieoksogeseo)
Dalam semua kenangan yang berlalu
(Naega nareul apheuge hamyeo nunmureul mandeuljyo)
Aku membuat diriku sakit dan menangis seorang sendiri

(Namankheum ulji ankireul)
Kau tidak menangis sebanyak diriku
(Geu daemaneun nunmureobsi)
Tanpa banyak airmata sepertiku
(Nal phyeonhage tteonajugireul)
Kau mencoba memberiku ketenangan dengan meninggalkanku
(Eonjenga dasi doraol)
Suatu saat kau akan kembali lagi
(Geudaeraneun geol algie)
Kaupun tau itu
(Nan mitgo itgie gidarilgeyo)
Aku percaya, aku akan menunggu
(Nan geudaeyeoyaman hajyo)
Akan kulakukan hanya untukmu

(I Believe naega apahalkkabwa)
Aku percaya mungkin aku akan terluka
(Geudaeneun uljido motaetgetjyo)
Kau mungkin tak bisa menangis
(I Believe heureuneun nae nunmuri)
Aku percaya pada airmataku yang mengalir
(Geudael dasi naege dollyeojugetjyo)
Kau akan kembali padaku lagi

(Jakku meomchuneun nae nungilsogeseo)
Dan itu akan menghentikan airmataku yang terus mengalir
(Geudae moseupdeuri tteoolla nunmureul mandeuljyo
Semua ingatanku tentangmu membuat air mataku terus datang

(Namankheum ulji ankireul)
Kau tidak menangis sebanyak diriku
(Geu daemaneun nunmureobsi)
Tanpa banyak airmata
(Nal phyeonhage tteonajugireul)
Kau mencoba memberiku ketenangan dengan meninggalkanku
(Eonjenga dasi doraol)
Suatu saat kau akan kembali lagi
(Geudaeraneun geol algie)
Kaupun tau itu
(Nan mitgo itgie gidarilgeyo)
Aku percaya, aku akan menunggu
(Nan geudaeyeoyaman hajyo)
Akan kulakukan hanya untukmu

(Na geudael algijeon i sesangdo)
Bahkan dunia ini setelah aku mengenalmu
(Ireohke nunbusyeonneunji)
Menyilaukan seperti ini
(Geu haneul araeseo ijen)
Di bawah langit itu sekarang
(Nunmullo namgyeojyeotjiman)
Meskipun itu meninggalkan airmata
(I jaril nan jikilgeyo)
Aku akan terus di tempat itu

(Geudaeran iyumaneuro)
Kau adalah satu-satunya alasan
(Na egeneun gidarimjocha)
Yang membuatku rela menunggu
(Chungbunhi haengbokhagetjyo)
Dan memberikan kebahagian yang cukup dalam penantianku
(Saranghan iyumaneuro)
Cinta adalah satu-satunya alasan
(Tto haruga jinagago)
Dengan berlalunya waktu
(Oneun gil ijeodo gidarilgeyo)
Jika kau lupa jalannya, maka aku akan menunggumu
(Nan geudaeyeoyaman hajyo)
Akan kulakan hanya untukmu
(Nan geudaeyeoyaman hajyo)
Akan kulakukan hanya untukmu ♪

 

Kurebahkan tubuhku segera begitu alunan suara dari gantungan kunci tersebut berakhir seraya mencengkeram erat dadaku. Kupeluk erat benda mungil tersebut dan segera memejamkan mataku. “Keurae, aku pasti bisa segera kembali menjadi diriku seperti semula. Seperti semua harapan orang-orang disekelilingku yang menyayangiku. Akan kutunjukan pada mereka semua jika aku bukanlah yeoja yang lemah. Seperti halnya harapanmu, mulai saat ini aku akan berusaha untuk mempercayai harapanku. Sampai suatu saat waktu akan menjawab harapan diantara kita. Dan selama itu, begitu halnya dirimu. Aku akan menunggumu, menunggumu ditempat yang sama dan dengan perasaan yang sama.” lirihku dalam hati. Dapat kurasakan sebutir air mata meleleh dikedua pipiku.

PDVD_158

Dan aku janji, air mata ini adalah yang terakhir. Aku akan berusaha sekuat tenaga menjadi gadis yang lebih tegar dan kuat dari waktu ke waktu. Akan kubuktikan semua itu. I Promise!” Kutekan kembali perut boneka teddy bear dalam gengaman tanganku saat ini. Seperti sebelumnya sebuah alunan suara merdu membentuk sebuah lagu indah yang membuatku berani mempercayai sebuah harapan yang terasa amat sulit bagiku. Meskipun begitu aku akan berusaha keras mengapainya, sampai suatu saat nanti kami bisa tersenyum bahagia satu sama lain.

“I Believe.”

 

*Heyna Pov End*

 

November, 17th 2012 at Seoul International Highschool (Graduation Ceremony). . .

*Author Pov*

Seorang yeoja dalam balutan seragam sekolah yang dikenakannya untuk terakhir kalinya tampak berdiri mantap diatas mimbar. Garis wajah yang beberapa bulan lalu tampak seperti anak kecil kini tampak sedikit terlihat jelas berganti menjadi garis wajah seorang yeoja dewasa. Heyna terdiam sedikit lama setelah membacakan pidato perpisahan dihadapan seluruh siswa yang lulus hari ini beserta para guru dan wali murid. Perlahan namun pasti kedua bola mata yeoja tersebut menatap dua orang sosok yang duduk dibarisan depan yang kini seperti halnya dirinya menatap penuh arti padanya.

“Dan setelah ini, aku berharap dimanapun kita berada dan entah kita kelak akan menjadi seperti apa. Kita akan selalu tersenyum satu sama lain, saling mengengam erat masing-masing tangan kita dan tidak membiarkan salah satu diantaranya jatuh seorang diri.

Untuk terakhir kalinya, kamsahamnida songsaengnim jeongmal mianhae karena kami sudah terlalu sering merepotkan bahkan tak jarang mempersulit kalian.

Gomawo chingu-ya, jeongmal gomawo  untuk sebuah persahabatan dan kenangan indah diantara kita semua.

Annyeong, nae perfect Highschool. . .!”

 

Heyna segera membungkuk mengakhiri pidato perpisahannya. Tepukan tangan meriah dari seluruh makhluk dalam aula tersebut mengema panjang diseluruh sudut bangunan megah Seoul International Highschool. Tanpa menunggu lama Heyna segera turun dari mimbar dan menghampiri dua sosok makhluk yang segera menyongsongnya dan saling berpleukan erat satu sama lain.

Uri, akan selalu bersama bukan?” bisik Heyna seraya mempererat pelukannya pada dua sahabat baiknya tersebut.

“Ne, kita pasti akan selalu bersama!” jawab Jihyo.

“Selamanya, kita bertiga akan selalu saling mengengam erat masing-masing tangan kita.” sambung Minho. Ketiga makhluk tersebut serentak tersenyum dan memperat pelukan mereka ditengah sorak-sorai kebahagian seluruh makhluk dalam aula tersebut.

 

30 minute later. . .

 

“Ah, itu dia Sukbin songsaengnim!” seru Jihyo saat kedua bola matanya menagkap sosok wali kelas yang tengah berfoto bersama beberapa teman sekelas mereka didepan patung pendiri sekolah. Dengan segera ketiga siswa yang baru saja menyandang gelar sebagai almameter Seoul International Highschool tersebut berlari beriringan menuju sosok yang sedari tadi mereka cari.

“Songsaengnim!” teriak Minho yang segera membuat wanita paruh baya tersebut terkejut dan memasang ekspresi binggung saat melihat ketiga mantan muridnya berlari menyongsongnya dengan ekspresi kegirangan seperti seorang anak kecil yang hendak memasuki sebuah toko permen.

“Ada apa, apa yang kalian inginkan?” tanya sang guru dengan pandangan curiga. Bukan tanpa alasan Sukbin songsaengnim mencurigai ketiga muridnya tersebut. Seperti yang diketahui, LeeHwangJung (Lee Heyna, Hwang Jihyo, Jung Minho) adalah musuh abadi para guru di Seoul International Highschool dan penyandang peringkat pertama siswa dengan jumlah hukuman terbanyak selama 3 tahun berturut-turut mereka bersekolah dan tidak pernah tergeser sedikitpun oleh siswa lainnya.

Aigoo, apakah pandangan seperti itu yang kami dapatkan dari wali kelas yang sebentar lagi tidak akan bisa kami temui setiap hari?” ucap Jihyo dengan nada yang dibuat terdengar sedih dan segera disusul dengan anggukan dari dua orang sahabatnya.

Songsaengnim, apakah kau tega melepas kepergian kami dengan pandangan tidak percayamu itu? Kami tahu jika kami memang tidak pantas dipercayai, tapi kali ini kami tidak berniat mengerjaimu.” sambung Minho seraya memasang puppy eyes-nya.

“Tara, kami hanya ingin memberikan kenang-kenangan untuk wali kelas kami tercinta. Mianhamnida songsaegnim, selama ini kami terlalu sering membuatmu marah dan terpaksa pulang terlalu sore karena harus mengawasi jalannya hukuman kami.” ucap Heyna seraya mengulurkan sebuah kotak berwarna biru dengan pita putih diatasnya. Sang guru masih terdiam memandang ketiga siswanya yang kini menatapnya dengan pandangan memohon.

“Apakah songsaengnim masih tidak bisa mempercayai kami bertiga? Bahkan pada saat terakhirpun?” ucapan Jihyo segera terputus saat kotak biru yang diulurkan Heyna diraih oleh sosok wanita yang kini tengah tersenyum lembut pada mereka bertiga.

Gomawo, berjanjilah kalian akan berubah menjadi lebih dewasa dan tidak selalu mengerjai orang-orang disekeliling kalian. Jangan sampai kalian bertiga mempermalukan nama sekolah kita nantinya di universitas tempat kalian melanjutkan studi karena sifat jahil kalian. Aratchi?” baik Heyna, Jihyo dan Minho serentak mengangguk bersemangat dan memberikan hormat seperti seorang prajurit.

“Arasseo, songsaengnim!” seru mereka bertiga bersamaan.

Palli, cepat buka kado dari kita bertiga sekarang songsaengnim! Didalamnya berisi benda kesukaan anda!” bujuk Minho yang segera disusul dengan anggukan bersemangat dari kedua yeoja disampingnya.

Ne, songsaengnim! Kami jamin songsaengnim akan berteriak kegirangan saat mengetahuinya.” sambung Heyna dengan pandangan mata yang kini tampak berbinar-binar serupa dengan tatapan kedua sahabatnya.

Keurae, aku akan segera membukanya.” ucap Sukbin songsaengnim dan segera mengerakan jemarinya melepas simpul pita putih yang melilit diatas kota biru tersebut dan segera mebuka penutup kotak hadiah pemberian ketiga siswa dihadapannya.

 

KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!

teriak Sukbin songsaengnim segera saat seekor katak tiba-tiba melompat dari dalam kotak tersebut. Tanpa menunggu lama segera trio pembuat onar di Seoul International Highschool tersebut berlari menyelamatkan diri dari amukan wali kelas mereka seraya tertawa puas karena berhasil mengerjai wali kelas mereka untuk terakhir kalinya.

“YAK, LEEHWANGJUNG!BERHENTI KALIAN BERTIGA!BISA-BISANYA KALIAN MENIPU WALI KELAS KALIAN BAHKAN DISAAT-SAAT TERKAHIR SEPERTI INI!BERHENTI SEKARANG JUGA, KALI INI AKU TIDAK AKAN MEMBIARKAN KALIAN LEPAS DARIKU”

Songsaengnim, kau tahu keinginan kami terakhir kalinya adalah bermain kejar-kejaran denganmu seperti ini. Karena nantinya kami pasti akan merasa rindu sekali karena tidak bisa merasakan perasaan seperti ini!” seru Heyna tanpa menghentikan derap kakinya dan terus berlari bersama ketiga sahabatnya berputar-putar diseluruh bangunan sekolah untuk menghindari kejaran wali kelas mereka yang kini tampak amat murka.

 

“Hah..hah..hah….mau kemana lagi kalian bertiga! Kalian tidak akan pernah lepas dari kejaranku anak nakal!” ucap Sukbin songsaengnim ditengah nafasnya yang terengah-engah. Seperti halnya wali kelas mereka, ketiga trio pembuat onar tersebut tampah terengah-engah dan bertumpu pada lutut mereka masing-masing karena kelelahan. “Tidak bisakah kalian bertiga mengisi hari perpisahan kalian disekolah dengan cara yang wajar dan normal seperti teman-teman kalian lainnya?” gerutu Sukbin songsaengnim seraya mengeleng-gelengkan kepalanya. Baik Heyna, Jihyo dan Minho hanya bisa meringis satu sama lain memandang sosok wali kelas mereka yang kini akan memulai pidato panjangnya tentang bagaimana seharusnya menjadi siswa yang teladan dan disiplin.

“Kalian tahu, sikap kalian itu tidak akan…” Sukbin songsaengnim segera menghentikan ucapannya saat ketiga siswa yang selama 3 tahun menjadi anak didiknya serempak memeluknya dengan erat.

“Kamsahamnida songsaengnim, jeongmal kamsahamnida!” ucap Jihyo pelan. Raut murka diwajah wanita separuh baya tersebut perlahan menghilang dan berganti dengan ekspresi lembut dengan senyum simpul yang menghiasi wajah tegasnya.

“Kamsahamnida, karena selama 3 tahun ini anda selalu mebela kami dihadapan para guru dan kepala sekolah yang selalu memprotes kenakalan kami bertiga. Mianhae, karena kami selalu menyulitkan anda. Bagi kami, songsaengnim bukan hanya seorang guru ataupun walikelas. Songsaengnim adalah teman kami, teman yang selalu membantu kami agar selamat dari hukuman guru lainya.” sambung Heyna.

“Jeongmal kamsahamnida, Nae perfect songsaengnim!” ucap Minho, Jihyo dan Heyna secara bersamaan yang segera direspon dengan pelukan dari wali kelas mereka yang tanpa sadar telah menitikkan air mata yang tidak pernah ia sangka akan menetes untuk ketiga siswa yang selama ini selalu mengisi hari-harinya dengan hal-hal yang mengejutkan dan tak jarang membuatnya murka.

“Seperti kata kalian, kurasa aku akan merindukan saat dimana aku harus berlari mengejar kalian bertiga dengan pengaris kayu dan menunggui kalian menyelesaikan hukuman.” balas Sukbin songsaengnim dan segera melepaskan pelukannya pada tiga siswa kesayangannya tersebut. Ke-empat makluk tersebut serentak saling tersenyum satu sama lain.

 

Songsaengnim, bolehkah saya memberikan satu saran pada anda?” ucap Minho yang segera direspon dengan anggukan singkat dari gurunya. “Lebih baik anda segera mengakhiri masa lajang anda, bukankah Park songsaengnim cukup menarik? AHAHAHAHAHAHHAHA!!” secepat kilat ketiga trio pembuat onar tersebut kembali berlari menyelamatkan diri mereka.

“YAK, DASAR MURID NAKAL!BERANINYA KAU MEMATA-MATAI KENCAN GURU KALIAN!YAK LEEHWANGJUNG BERHENTI KALIAN BERTIGA!!”

 

“SONGSAENGNIM SARANGHAE!!” teriak ketiga sosok yang kini melambaikan tangan mereka bertiga dengan bersemangat dari depan gerbang megah Seoul International Highschool.

“Kurasa kalian benar, hari-hari tanpa tingkah konyol dan kenakalian kalian akan membuat suasana disekolah ini terasa berbeda. Dan mungkin akan membuat wali kelas kalian ini merasa sedikit kesepian.” gumam Sukbin songsaengnim pelan seraya memandang ketiga punggung siswa kesayangannya yang perlahan meninggalkan bangunan sekolah.

 

*Author Pov End*

 

 

Desember, 20th  2012 at Suju dorm 11th floor. . .

*Kyuhyun Pov*

“Kau serius tidak mau ikut pergi bersama kami, Kyu?” tanya Sungmin yang kini tengah duduk disampingku dan menatapku dengan tatapan yang seolah-olah aku adalah anak kecil yang terlihat menyedihkan. Segera kutekan tombol pause pada PSP yang tengah kugenggam saat ini.

“Berapa kali kukatakan, aku tidak ingin ikut dan aku sama sekali tidak berminat keluar dorm saat ini. Dan kumohon berhentilah menatapku dengan pandangan mengasihanimu itu, Ming! Aku 100% baik-baik saja, otte?” jawabku sembari mengacungkan ibu jariku yang hanya direspon dengan ekspresi datar dari namja dihadapanku.

“Sudahlah, biarkan saja dia menikmati kencannya dengan istri tercintanya itu! Baginya, bermain game adalah hal yang lebih menyenagkan dibanding menghabiskan waktu pergi berjalan-jalan.” Sahut Yesung-hyung yang kini tengah siap dengan Ddangkoma yang berada diatas telapak tangan kanannya.

“Apakah kau bermaksud membawa Ddangkoma ikut bersamamu hyung?” tanyaku sembari bangkit dari sofa dan melangkah menuju dapur.

“Ne, tentu saja bagaimana mungkin aku meninggalkannya berdua bersamamu didorm. Aku tidak akan bisa membayangkan apa yang akan terjadi padanya jika dia harus berdua bersama evil sepertimu!” balas Yesung-hyung sembari mengeleng-gelengkan kepalanya.

“Mungkin jika kau tinggalkan bersamanya Ddangkoma sudah menjadi sup dipanci saat kita nanti pulang.” ucap Eunhyuk asal yang segera membuat Yesung berteriak dan mulai berhalusinasi tidak jelas.

“Cih, Hyung-ku yang satu ini benar-benar aneh!” ucapku dalam hati seraya terkekeh pelan dan segera menegak air mineral dalam genggamanku. Kubuka pintu lemari es dan mencari makanan yang bisa kugunakan menemaniku bermain game. Mataku tiba-tiba terhenti pada sebuah kotak yang hampir 1 tahun berada didalam lemari es didorm kami tersebut.

DSC00832

Kuraih kotak berisi coklat buatan tangan Heyna yang diberikannya sebagai hadiah natal padaku tahun lalu. Tanpa aba-aba sosok manis yeoja tersebut segera silih berganti bermunculan didalam kepalaku. Sosok Heyna yang tengah tersenyum, merajuk, marah dan tertawa terbahak-bahak kembali memenuhi kepalaku yang baru 1 jam lalu berhasil kualihkan dengan mencoba bermain game.

“Kau tetap tidak mau memakannya?” aku segera tersadar dari lamunanku saat terdengar sapaan dari Donghae-hyung yang entah sejak kapan sudah berdiri dibelakangku. Kutatap kembali kotak berisi coklat tersebut dan segera memasukkanya lagi kedalam lemari es. Namja dihadapanku hanya tersenyum simpul menanggapai tingkahku. “Kemarin malam Sora memberitahuku jika Heyna berhasil lolos dalam ujian masuk universitas. Walaupun sebenarnya dia bisa langsung masuk karena status Haraboeji-nya yang tak lain adalah pemilik universitas itu. Tapi, anak itu memilih masuk dengan kemampuannya sendiri.” Aku tersenyum simpul mendengar berita yang dibawa Hyung-ku tersebut. Ini adalah kali pertamanya aku mendengar kabar yeoja tersebut dari mulut hyung-ku yang hampir dua bulan ini selalu berhati-hati agar tidak menyebut nama anak labil itu karena takut membuatku marah ataupun sedih. “ Dan kata Sora, Heyna kini selalu terlihat ceria seperti sedia kala. Kurasa, anak itu sudah berusaha sekuat tenaga selama ini.” helaan nafas panjang segera  keluar dari hidungku karena perasaan lega yang muncul begitu mendengar pemberitahuan Lee Donghae.

“Sudah seharusnya seperti itu, sejak semula aku selalu yakin jika anak itu pasti akan bisa bernafas lebih lega dan kembali tersenyum bahagia jika berpisah denganku.” jawabku singkat dan segera melangkah meninggalkan namja yang kini tengah menghela nafas berat.

“Apakah kau tidak ingin berusaha meraihnya kembali?” tanya Donghae kembali kini dengan suara yang lebih pelan seraya berjalan mengikutiku. Kubuka pintu kamarku dan segera menghempaskan tubuhku diatas ranjang seraya kembali memainkan PSP digenggaman kedua tanganku. Sebelumnya, aku sempat berharap jika suatu saat nanti kami bisa bersama kembali. Berharap sebuah keajaiban datang dan menghampiri kami. Tapi, kurasa semua hal tersebut kini harus ku akhiri. Mengetahui fakta bahwa Heyna bisa hidup dengan senyum lebih ceria dari sebelumnya tersebut cukup memukul mundur harapanku. Memang lebih baik jika kami harus berpisah. Anak itu kini dapat bernafas lega dan kembali tersenyum bahagia tanpaku. Tanpa tekanan yang harus ia terima jika tetap bersamaku. Karena itu, kurasa aku harus segera membuang jauh-jauh harapan tersebut. Aku sadar, anak itu akan jauh lebih bahagia tanpaku. Seperti ucapan Jihyo beberapa bulan lalu. Heyna pasti akan bisa bernafas lebih lega dan akan segera sembuh karena Minho bisa mengobati rasa sakitnya tersebut.

Hyung, jika karena keegoisanku menjadikan anak itu kembali harus merasakan tekanan maka aku memilih untuk tidak kembali berusaha meraihnya!” balasku dengan nada yang terdengar sinis saat ini.

“Begitukah? Jadi seperti itukah pemikiranmu? Bagaimana dengan janji serta ucapanmu bahwa kalian memang ditakdirkan satu sama lain? Kalaupun kalian tidak ditakdirkan maka kau akan membuat takdir diantara kalian berdua?” mataku membelalak mendengar ucapan Donghae yang mengingatkanku akan hal yang pernah kuucapkan dengan mulutku hampir 1 tahun lalu.

Hyung, bahkan ada kalanya suatu takdir berubah seiring dengan berjalannya waktu. Dan jika perubahan tersebut bisa mendatangkan hal terbaik, maka tidak ada salahnya jika kita melepaskannya. Dan lagipula bukanlah hal sulit untuk melupakan anak itu.” balasku tanpa memandang sedikitpun sosok dihadapanku.

Jadi itukah keputusanmu? Kurasa penilaianku terhadapmu selama ini salah!” kembali kutekan tombol pause pada PSP dalam genggamanku dan menatap binggung sosok namja dihadapanku yang kini tersenyum miris padaku.

“Apa maksudmu, hyung?” tanyaku singkat. Tanpa menggubris pertanyaanku, Donghae segera melangkah dan meraih sebuah benda yang terletak diatas meja disamping ranjangku. Memainkan singkat jemarinya diatas layar sentuh ponselku dan segera menyodorkankanya padaku. Potret seorang yeoja yang tengah tersenyum lembut menghiasi layar LG VU II putihku.

JYJ - In Heaven [MV] HD (Full) - YouTube.flv_snapshot_05.20_[2013.02.16_04.03.20]

 

“Kau bohong, kau menyukainya Kyuhyun-ah! Kau sangat menyukainya, aku tahu pasti itu!Dan aku juga tahu sampai kapanpun kau tidak akan bisa melupakan sosok anak itu dalam benakmu! Satu folder spesial di ponselmu ini adalah buktinya!” ucap Donghae. Aku terdiam seraya menatap miris lantai dibawahku. Aku juga tahu pasti jika aku sangat menyukainya, dan karena perasaan sukaku itu membuatku merasa tersiksa karena merindukan sosoknya yang kini tak bisa kerengkuh dengan kedua tanganku.

Hyung, bisakah kau meninggalkanku sendiri! Kumohon jangan mencampuri urusanku dan membuat spekulasi sesukamu! Aku tidak mau jika harus melepaskan amarahku padamu saat ini.” ucapku pelan tanpa mengangkat sedikutpun wajahku dan tetap menatap miris lantai dibawah ranjangku. Kami berdua terdiam beberapa saat sampai akhirnya kudengar helaan nafas panjang dari Donghae hyung.

Keurae, hyung tidak akan memaksamu ataupun mencampuri urusanmu lagi. Tapi satu hal yang perlu kau ketahui, suatu harapan dan penantian tidak akan berakhir dengan sia-sia jika kita mau berusaha keras untuk mengapainya!” ucap Donghae dan segera menepuk singkat bahu kiriku dan segera meninggalkanku dalam kebuntuan.

Kuraih LG VU II putihku yang kini masih menampilkan potret Heyna. “ Apakah kau baik-baik saja saat ini? Apakah kau sudah berhasil menyelesaikan level terakhir Starcraft edisi terbaru? Dan apakah kau masih berebut stick PS dengan Kora yang merasa cemburu karena kau lebih mementingkan menyelesaikan level game-mu daripada mengajaknya berjalan-jalan?” lirihku pelan dan tanpa sadar aku terkekeh miris karena mendengar rangkaian kata yang spontan keluar dari mulutku tersebut. “ Kenapa kau tidak pernah bisa pergi dari benakku? Bahkan sudah hampir dua bulan kenaapa kau sama sekali tidak bisa pergi dari kepalaku? Kau hanya membuatku semakin tersiksa karena merindukanmu.” lanjutku seraya menatap hampa potret yeoja pada layar ponselku. “Kurasa kau pasti akan tertawa terbahak-bahak dan mengejekku mati-matian jika mendengar kalimat yang kuucapkan barusan. Benar begitu bukan, Nona labil?” segera kututup aplikasi foto pada layar ponselku dan meletakkannya kembali ke meja disampingku. Kuhela nafasku kembali dan segera meraih PSP untuk mengalihkan perasaanku yang amat kacau saat ini.

 

2 Hours later. . .

 

Kuparkirkan segera audy hitamku dihalaman depan game shop langgananku. Kuputuskan untuk pergi keluar karena bermain game ternyata tidak bisa membuat bayangan anak itu berhenti bermunculan dikepalaku. Kukenakan masker, kacamata serta topi untuk menyamarkanku agar terhindar dari kejaran fans. Kulangkahkan kakiku segera menuju bangunan megah yang terlihat meriah dengan lampu berwarna-warni dan hiasan natal yang menghias seluruh bagian depan game shop. Mendadak langkahku terhenti saat aku melintas didepan sebuah pohon besar yang tak jauh dari bangunan toko. Gambaran seorang yeoja dengan masker dan topi hitam yang sengaja ia gunakan agar tidak tertangkap oleh teman-temannya karena ia adalah seorang maniak game tiba-tiba muncul dalam ingatanku.

 

“Ya, kenapa lama sekali! Apa kau tau, aku sudah menunggu lebih dari 1 jam pabo!”

“Yak, kau mau mati ya! Kepalaku ini bukan objek melampiaskan amarahmu, pabo!”

“Yak, beraninya kau! Aish, sudahlah! Dimana agent no. 3?”

“Katanya, Ia akan datang sebentar lagi.  Sudahlah kita tak perlu memikirkannya, yang penting sekarang bagaimana perkembangan target kita

 “ Kau bisa lihat sendiri, masih sama sejak aku datang. Tidak ada perubahan sama sekali. Rasanya aku ingin segera masuk dan mencengkeram dengan erat target kita hari ini agar tidak bisa lepas dariku!”

“ Aku sependapat denganmu. Bagaimanapun misi kita hari ini harus sukses, kalau kita tidak mau menyesal seumur hidup!” Fighting!

 

Ingatanku segera kembali saat dimana aku, Eunhyuk-hyung dan dirinya berencana mati-matian mendapatkan CD game starcraft edisi terbaru yang jumlahnya hanya terbatas. “ Aish, Cho Kyuhyun berhentilah memikirkan anak labil itu! Ingat tujuanmu adalah berburu game, bukan mengingat kenangan yang pernah kau alami bersama yeoja maniak game itu!” gerutuku pelan seraya mengeleng-gelengkan kepalaku dan menepuk kedua pipiku agar tetap terfokus dengan tujuanku datang ke game shop hari ini.

Kulangkahkan kakiku menyusuri deretan rak yang berisi berbagai macam CD game.

 

*Brrraaaaakkkkkk. . .

 

Aku segera menoleh kaget saat terdengar suara benda jatuh tak jauh dari tempatku berdiri. Tampak seorang anak laki-laki dengan seragam SMA-nya membunggkukan badannya pada seorang yeoja yang kini tengah meringis kesakitan karena tertimpa belasan CD game.

Mianhae, aku tidak melihatmu.” ucap namja itu. Yeoja dihadapanya hanya mengangguk singkat seraya mengelus-elus puncak kepalanya.

 

“Yakkkkkkk! Appo! Yak, apa kau tak punya mata ahjusshi?apa kau tidak melihat ada orang didepanmu?”

 “Yak! ahjusshi kutegaskan sekali lagi, apa kau tidak punya mata?Kau tidak tau ada orang didepanmu hah?! Sudah sakit pinggangku kau tendang, kau malah menyusulkan hujan belasan cd game ke kepalaku! memangnya kau pikir kepalaku ini tempat sampah hah?!

“Yak!  Ahgasshi, pertama berhenti memanggilku ahjusshi! Umurku Masih 22 tahun! Kedua, kau itu bukannya didepanku tapi dibawahku!  Jadi mana kutahu! Mataku tidak bisa digunakan untuk melihat dua arah sekaligus!”

“Yak! Aku tak peduli berapa umurmu ahjusshi, kau itu bukanya minta maaf tapi malah ganti membentaku! Disini aku adalah korban dari kebodohanmu tau!”

 

Ne, lain kali berhati-hatilah jika berjalan.” kesadaranku segera kembali saat mendengar penuturan yeoja yang tengah berdiri tak jauh dariku tersebut. Kulihat anak itu segera membantu namja yang menabraknya memunggut CD game yang berserakan diatas lantai.

“Jika itu Heyna, pasti ia akan memaki namja tersebut habis-habisan.” ucapku dalam hati dan segera membuat ingatanku kembali disaat aku bertemu dengan anak labil tersebut untuk pertama kalinya. “Yak, pabo! Kenapa lagi-lagi aku mengingat kenangan tentang anak labil itu!” gerutuku konyol dan kembali menepuk-nepuk kedua pipiku. “Heggghhhhhh….kenapa kau sama sekali tidak bisa pergi dari ingatanku? Apakah hal ini yang kuinginkan? Selalu mengingatmu dan semakin tersiksa karena merindukanmu?” lirihku kembali dalam hati dan segera melangkah keluar karena merasa berburu game-pun tidak akan mampu membuat fikiranku teralih dari ingatan tentang yeoja itu.

 

 

“Na-ya, apa kau yakin benda itu jatuh disini?” langkahku segera terhenti saat kedua telingaku menangkap suara seorang yeoja yang tengah berseru memanggil sebuah nama yang mirip dengan nama panggilan anak labil tersebut. Kubalikkan tubuhku mencari dari mana datangnya seruan barusan. Kedua mataku segera membelalak saat menangkap sosok seorang yeoja yang tengah berjongkok ditaman yang berada diseberang game shop. Kulangkahkan kakiku segera dan menyeberangi jalan raya dihadapanku. Kuhentikan langkahku ketika kini dapat dengan jelas kulihat sosok Heyna dalam balutan mantel tebal serta headband hitam tengah mencari sesuatu diantara reremputan ditaman tersebut.

PDVD_128

“Kurasa pasti terjatuh disekitar taman ini. Kemungkinan besar saat anak kecil tadi tidak sengaja menabrakku.” seru Heyna membalas pertanyaan Jihyo yang kini tampak ikut mencari benda milik Heyna yang kelihatannya terjatuh. Kusembunyikan sosokku dibalik sebuah mobil yang terparkir didepan taman tersebut dan kembali menatap sosok yang hampir 2 bulan ini tidak pernah kujumpai. Raut wajahnya terlihat sama seperti dalam ingatanku, tampak manis dengan wajah polos miliknya. Kuremas kedua jemariku kuat-kuat untuk menahan keinginan mengahampiri sosok mungil tersebut dan merengkuhnya dalam dekapanku.

“Kenapa aku bisa begitu bodoh karena baru menyadari jika benda itu tidak ada pada tempatnya?” ucap Heyna seraya mengedarkan pandangannya mencari entah benda apa yang membuatnya tampak kebingungan dan terlihat cemas saat ini.

“Tenanglah, aku akan menemanimu mencari sampai menemukannya.” ucap Jihyo dan ikut mengedarkan pandangannya seperti halnya Heyna. Kutatap sosok yeoja yang tak pernah sedikitpun bisa hilang dari benakku tersebut. Setiap detik saat ini sangat berarti bagiku karena bisa melihat sosok yang amat kurindukan tersebut.

Apakah takdir sengaja mempermainkan kita berdua?Tiba-tiba saja ingatan akan dirimu bermunculan secara acak dan sama sekali tidak bisa berhenti memenuhi fikiranku. Dan sekarang tanpa sengaja kau muncul didepan mataku disaat aku benar-benar amat merindukanmu? Apa arti dari semua ini? Apakah takdir diantara kita benar-benar masih berjalan?” tanyaku dalam hati.

 

“Na-ya, disini!” seru Jihyo dari bawah pohon yang tak jauh dari tempatku bersembunyi. Segera Heyna berlari menghampiri sahabatnya yang tengah melambaikan sebuah benda mungil berwarna coklat yang tak asing bagiku.

boneka

“Ah, akhirnya kita berjumpa lagi Tuan beruang mungil!” seru Heyna dengan ekspresi  kegirangan yang menghiasi wajah mungilnya.

“Aigoo, kau terlalu berlebihan chingu-ya! Sebegitu istimewa-nya kah gantungan kunci ini sampai-sampai membuat ratu setan sepertimu secemas itu?” tanya Jihyo yang segera dihadiahi death glare oleh yeoja yang kini masih berjongkok dihadapannya.

“Tentu saja Tuan beruang mungil ini istimewa bagiku! Kau tahu kenapa? Karena gantungan ini hanya ada satu didunia.” Ucap Heyna dengan bangga.

“Yak, jangan menipuku Nona Lee! Gantungan kunci sederhana seperti itu bisa kita temukan hampir disetiap toko pernak-pernik di penjuru Negara kita!” balas Jihyo seraya mengoyangkan telunjuk jarinya didepan wajah Heyna.

“Memang, aku akui gantungan seperti ini bisa kita temukan disetiap toko pernak-pernik diseluruh penjuru Negara kita. Tapi, bukan hal itu yang membuatnya merupakan satu-satunya gantungan kunci yang hanya ada satu didunia. Yang membuatnya istimewa karena aku memperolehnya dari seseorang yang istimewa pula.” mataku segera membelalak saat mendengar penuturan yeoja yang kini tengah menatap lembut gantungan teddy bear dalam genggamannya.

“Nugu?” tanya Jihyo penasaran yang segera direspon Heyna dengan mengerakkan jari telunjuknya didepan wajah Jihyo.

“Rahasia, bukankah suatu hal akan tetap menjadi hal yang istimewa saat tidak ada siapapun yang mengetahui dimana letak keistimewaanya selain pemiliknya?” jawab Heyna yang kini segera memasang kembali gantungan Teddy bear pemberianku sebagai hadiah natal untuknya tahun lalu pada kamera SLR-miliknya. “Dan lagi, ada hal tersembunyi didalam tubuh tuan beruang mungil ini yang selama ini tidak pernah kau ketahui!” lanjut Heyna seraya kembali bangkit dan tersenyum evil pada sahabatnya yang terlihat cemberut karena merasa penasaran.

“Ya, cepat katakan padaku apa yang tersembunyi didalamnya? Jangan-jangan kau meletakkan bom yang sewaktu-waktu bisa kau lemparkan saat aku kembali lupa menaruh CD game yang kupinjam darimu?” ucap Jihyo dan segera ikut bangkit dari posisinya semula.

Mollayo, tapi kurasa idemu itu bagus juga!” Heyna terkekeh riang seraya merentangkan kedua tanganya untuk melemaskan otot-otot tubuhnya. “Aigoo, kurasa aku merasa lapar sekali setelah hampir 1 jam lebih mencari Tuan beruang mungil!” seru Heyna dan segera melangkah riang meninggalkan Jihyo yang tampak mengeram karena merasa dikerjai oleh sahabatnya.

“YAK, Lee Heyna kau mau bermain dengan miss paparazzi?Keurae, kujamin dalam waktu kurun dari satu minggu aku bisa menguak rahasia yang ada dalam tubuh tuan beruangmu itu!” seru Jihyo dan segera berlari mengejar Heyna yang tampak menjulurkan lidahnya pada Jihyo dan kembali berlari dengan riang.

 

“Seperti itukah makna gantungan kunci sederhana itu bagimu? Kurasa, takdirpun tidak mengijinkan kita untuk berdiri berjauhan.” gumamku. Perlahan namun pasti sebuah senyum penuh harapan terbentuk dikedua sudut bibirku. “Cho Kyuhyun, neon jeongmal pabo-ya! Hampir saja kau menyia-nyiakan takdirmu!” kubalikkan tubuhku segera dan melangkah dengan cepat menuju sebuah tempat yang tiba-tiba terlintas difikiranku saat ini.

 

Kusandarkan tubuhku pada dinding sebuah gang buntu yang merupakan tempat istimewa bagiku. Tempat dimana menjadi saksi bisu kesepakatan yang pernah kami buat untuk berdiri bersama. Dan merupakan tempat dimana aku mulai mempercayai takdir diantara kami.

“Kau memang berkata jika kau akan melepaskanku jika suatu saat hubungan kita berada dalam tahap yang dapat membuat salah satu diantara kita harus menderita. Tapi, apakah kau ingat jika meskipun begitu kau akan terus berharap jika suatu saat takdir akan mempermukan kita kembali?” gumamku saat teringat dengan jawaban yeoja itu saat memberikan jawaban dari pertanyaan Donghae. (bagi yang lupa bisa baca kembali PART 8).

 

Tiba-tiba sebuah ide muncul diotakku. Kuedarkan pandanganku mencari sebuah benda yang kubutuhkan saat ini. Kedua mataku berhenti pada sebuah batu kerikil kecil yang tak jauh dari tempatku berdiri. Kupungut segera benda kecil tersebut dan menggoreskannya dengan mantap diatas permukaan dinding.

 

“Penuhilah janjimu dan teruslah berharap dan menungguku. Karena aku pasti akan menjemputmu, nae perfect rival!” gumamku setelah selesai menuliskan sebuah pesan yang aku yakin cepat atau lambat akan sampai pada penerima pesan tersebut. Aku yakin, Heyna pasti akan mengunjungi tempat ini. Aku yakin akan hal itu, karena kita berdua sama. Sebuah senyum kembali menghiasi wajahku, kulangkahkan segera kakiku yang kini terasa lebih ringan.

 

“Seperti janjiku jika kita tidak ditakdirkan bersama, maka aku akan membuat takdir diantara kita! I promise!”

 

*Kyuhyun Pov End*

 

January, 12th 2013 at KBS studio 2nd floor. . .

*Heyna Pov*

“KYAAAAAAA…..!OPPA……! BUKA BAJUMU PERLIHATKAN ABS-MU!” teriak Jihyo yang kini sudah tampak kehilangan akal sehatnya saat sekelompok namja idolanya kini tengah menari dan bernyanyi dengan energik diatas panggung Music Bank.

 

*Pletakkkk. . .

 

“YAK, apa yang kaulakukan!” seru Jihyo segera seraya melotot kesal padaku. Aku mendengus merespon pertanyaan yeoja yang kini tengah melanjutkan studinya bersamaku di Yongjin Medical University.

“Yak, Hwang Jihyo! Berhentilah berteriak seperti anak-anak labil disekeliling kita! Telingaku sudah cukup sakit harus mendengar teriakan cempreng mereka, dan sekarang kau mau membuat telingaku menjadi tuli dengan teriakanmu yang tepat ditelingaku!” seruku karena suara disekeliling kami yang membuatku harus berteriak pula jika ingin yeoja disampingku tersebut dapat mendengar ucapanku.

“KYAAAAAAAAAAAAAAAAA…!OPPAAAAAAAAA!ENCOREEEEEEEE!” ledakan teriakan dari puluhan yeoja terdengar berkali lipat lebih membahana dari sebelumnya saat para member Beast mengakhiri lagu yang mereka bawakan.

“Aish, kau membuatku tertinggal aksi panggung mereka!” teriak Jihyo kesal yang sama sekali tidak kugubris. “Aish, kenapa sih kau tidak bisa melihat kesenangan sahabatmu!” lanjut Jihyo seraya melayangkan death glare andalannya padaku yang segera kubalas dengan menjulurkan lidahku. Detik berikutnya aku segera menoleh dan memandang pemandangan menyilaukan diatas panggung saat alunan music yang tak asing ditelingaku terdengar mambahana dalam studio.

 

♪Yeogi buteora modu moyeora

We gone party like riririrarara..

Mameoul yoereora meoril biwora

Burul Jipreora riririrarara…♪

 

“KYAAAAAAAA OPPPAAAAAAAA! TOP-OPPA SARANGHAE!”teriakku kehilangan akal saat sosok rapper BigBang tersebut mulai menari energik diatas panggung.

 

*Pletak…

 

Kulirik yeoja disampingku dengan ganas karena berani mengusik kesenanganku.

“Apa bedanya denganmu, ratu evil? Cih, bisa-bisanya kau menasehatiku saat kau sendiripun bertingkah tak kalah labil dari semua yeoja dalam studio ini. Aku tersenyum konyol menanggapi protes sahabatku tersebut yang tak urung kini juga ikut tersenyum sepertiku dan kembali berteriak menyoraki penampilan sekumpulan namja diatas panggung.

 

“WOW FANTASTIC BABY!”

 

1 Hours later. . .

“Aigoo, kurasa para Elf sekarang sudah tidak sabar untuk menyaksikan penampilan idola mereka!” ucap MC segera dibalas dengan teriakan mengema dari para yeoja didalam studio. Kecuali diriku yang kini tengah membelalak karena terkejut. Kutatap sosok Jihyo yang kini tengah tersenyum kaku seraya berpura-pura menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.

“Ya, katamu mereka tidak akan tampil?” tanyaku dengan pandangan menuntut pada yeoja yang kini tengah belajar menjadi seorang dokter gigi.

Mianhae!” gumam Jihyo seraya memberikan V sign padaku. “Lagipula tidak ada salahnya jika kau melihat penampilan mereka. Toh mereka juga tidak akan tahu jika kita berada diantara kerumunan para elf.” lanjut Jihyo dengan suara pelan. Aku menhela nafas panjang mendengar ucapan sahabatku tersebut. Memang benar jika mereka pasti tidak akan menyadari keberadaanku, tapi bukan itu yang kupermasalahkan. Apakah aku akan sanggup menahan perasaanku jika melihat secara langsung sosok yang sudah 2 bulan lebih tersebut tidak pernah muncul dihadapanku dengan senyum evil kebanggaannya. Sangat sulit bagiku untuk menghilangkan sosoknya yang setiap waktu selalu muncul dikepalaku.

Perlahan Jihyo mengulurkan tangan kanannya dan merangkulku. “Bukankah kau sangat merindukannya? Setidaknya, melihatnya dari jauh bisa membuatmu kembali bernafas dengan sedikit lega. Jangan terlalu memaksakan otak dan hatimu untuk melupakannya. Karena hal tersebut justru akan membuatmu semakin mengingatnya.” ucap Jihyo menenangkan fikiranku. Helaan nafas panjang sekali lagi menghembus dari mulutku.

Ara.”jawabku singkat dan segera menatap panggung dihadapanku saat nampak sekelompok namja yang beberapa bulan lalu selalu menghiasi hari-hariku dengan tingkah konyol dan aneh mereka. Kedua mataku secara otomatis mencari sosok yang membuat jantungku berdebar kencang saat ini.

Berbeda dengan tingkah seluruh yeoja dalam studio yang kini tengah berteriak histeris meneriakkan nama bias mereka saat para oppa-deul mulai menyanyikan single Sexy, Free and Single milik mereka. Aku hanya duduk terdiam seraya mengerakan bola mataku untuk mengikuti gerakan seorang namja yang kini tengah menari dan menyanyi dengan bersemangat.

kyu sing2

“Kenapa aku bisa terkagum melihat penampilanmu seperti ini? Bukankah kau adalah idol yang menempati urutan terbawah dalam daftar idol yang kuidolakan? Apakah semua ini terjadi karena aku terlalu merindukanmu? Kau pasti akan mati-matian mengejekku saat melihatku tertegun menatapmu seperti saat ini.” lirihku dalam hati. Detik berikutnya akau tersenyum miris dan segera mendukkan wajahku. “Benar bukan begitu bukan, Tuan labil?” gumamku pelan seraya menatap hampa lantai dibawahku.

“Kau pasti baik-baik saja, Na-ya! Kau pasti bisa.” bisik Jihyo padaku seraya mengengam tanganku. “Ayo, apa kau hanya akan terdiam seperti itu?Mana teriakanmu untuknya?” lanjut Jihyo dengan wajah antusias. Tanpa menunggu lama kutatap kembali sekelompok namja yang kini tengah bergaya seperti james bond saat melantunkan lagu Spy.

“KYAAAAAAAA!OPPAAAAAAA!DONGHAE OPPAAAAAAAAAAAAA!PERLIHATKAN ABS-MU!KYAAAAAAAAAAAAA!!

 

*Pletakkkkk….

 

“YAK, HWANG JIHYO KAU MAU MATI!” seruku seraya mengelus puncak kepalaku yang baru saja dijitak oleh yeoja yang kini tengah menatapku dengan heran.

“YAK, Lee Heyna! Kau ini, seharusnya kau menyemangati namja itu! Bukannya berteriak menyuruh Donghae-oppa memperlihatkan abs-nya! Neon, jeongmalyo!” gerutu Jihyo seraya mengeleng-gelengkan kepalanya.

“Apa masalahmu hah? Terserah aku mau meneriaki siapa! Dan lagi, kapan aku pernah mengatakan padamu jika aku merupakan pengemar dari namja itu hah? Dia itu, bagiku adalah idol diurutan terakhir! Aish, jangan mengangguku!” balasku dan segera kembali berteriak histeris saat melihat Donghae-oppa memberikan senyum termanisnya untuk para fishy.

“KYAAAAAA OPPPPPAAAAAAAAAAA BUKAAAAAAAAAAAAA DONGHAE-OPPPAAAAAA JANGAN CUMA TERSENYUMMMMMMM!CEPAT PERLIHATKAN ABS-MU!”

“YAK, Kenapa kau juga meneriaki Donghae-oppa! Katamu kau pengemar setan labil itu!” protesku pada yeoja yang kini melirik sengit padaku.

Wae, apa hak-mu melarangku meneriaki Donghae-oppa! “ sahut Jihyo tak mau kalah. “Dan lagi, aku tidak berminat lagi pada namja yang sudah memiliki yeoja yang disukai!” serentak kami terkekeh satu sama lain dan kembali berteriak histeris.

 

*Heyna Pov End*

 

1 Hours later. . .

*Author Pov*

“Kau mencari sesuatu?” tanya Siwon yang tengah heran karena melihat tingkah magnae-nya yang semenjak selesai memberikan penampilan mereka untuk para Elf terus menerus memandang kearah barisan penonton dari balik layar.

“Hyung, apakah kau merasa melihat Heyna diantara kerumunan para yeoja itu?” gumam Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya dan masih terus mencari sosok Heyna yang ia rasa beberapa saat lalu ia lihat diantara para Elf saat ia memberikan salam perpisahan di atas panggung bersama member lainnya.

Jinjja? Aku tidak melihatnya?” jawab Siwon dan kini mengikuti Kyuhyun mencari-cari sosok yeoja yang sudah ia anggap dongsaeng tersebut dengan antusias. Beberapa saat kemudian Kyuhyun menghela nafas panjang saat ia sama sekali tidak menemukan sosok yeoja yang beberapa saat lalu terlihat diantara kerumunan Elf dan tengah memandangnya dengan tatapan sayu. Awalnya Kyuhyun tidak sadar jika kedua bola mata yang bertemu pandang dengannya tersebut adalah yeoja yang sampai saat ini masih memenuhi fikirannya. Ia tersadar tepat ketika melangkah turun dari panggung. Dan saat ia berusaha mencari kembali, sosok tersebut sudah tidak ada.

Heghhhhh. . .” kembali Kyuhyun menghela nafas panjang dan segera berbalik meninggalkan Siwon yang masih berantusias mencari sosok Heyna. “ Kurasa aku terlalu lelah sampai salah mengenali seseorang sebagai anak labil itu!”

“Atau karena kau terlalu merindukannya?” Kyuhyun segera menoleh kearah datangnya suara yang baru saja melontarkan sebuah fakta padanya. “Anak itu, Na-ya dia disini! Untuk beberapa saat lalu kurasa.” Kyuhyun segera mendekati Donghae dan menatap antusias pada namja yang kini tengah tersenyum lembut.

Hyung, bagaimana kau tahu? Apakah kau juga melihatnya?” tanya Kyuhyun.

“Bagaimana mungkin aku tidak mendengar teriakan fans beratku, apalagi jika yang berteriak adalah seorang ratu evil!” wajah Kyuhyun yang semula tampak antusias segera berubah kesal saat mendengar jawaban hyung-nya yang kini tengah terkekeh geli karena melihat perubahan ekspresinya.

“Aish, jangan berbangga karena hanya diidolakan oleh seorang ratu setan!” cibir Kyuhyun dan segera melangkah meinggalkan Donghae yang kini masih terkekeh pelan.

“Bertahanlah, Kyu! Bertahanlah sampai kau mampu meraih anak itu kembali.” dengan senyum mengembang dikedua sudut bibirnya, Lee Donghae segera melangkah mengikuti derap kaki magnae-nya.

“Na-ya, kau yakin turun disini?” tanya Jihyo seraya menjulurkan kepalanya dari dalam ford silver miliknya. Segera Heyna mengangguk meyakinkan sahabatnya tersebut.

Ne, aku ingat jika stick PS-ku tidak berfungsi karena digigit Kora kemarin malam.” jawab Heyna singkat. “Sudahlah, kau pulang duluan saja! Kasihan Jisung ahjusshi sedari tadi sudah menunggu kita!” lanjut Heyna seraya melempar senyum pada sopir pribadi keluarga Hwang tersebut.

“Ara, jangan lupa membawakan pesananku besok ke kampus otte!” sahut Jihyo yang segera direspon dengan anggukan dari Heyna. Beberapa saat kemudian ford silver dihadapan Heyna perlahan meninggalkan yeoja tersebut sendiri dijalanan padat kota Seoul.

 

Heyna melangkahkan kakinya perlahan menyusuri pusat pertokoan tanpa memperdulikan kondisi disekitarnya. Beberapa kali ia tidak sengaja bertabrakan dengan pejalan kaki lainnya karena sama sekali tidak fokus dan memandang hampa jalanan didepannya. Tanpa sadar langkah kaki Heyna berhenti saat ia menyadari tengah berada disebuah tempat sepi yang tak asing baginya.

“Kenapa aku tiba-tiba bisa sampai kesini?” gumam Heyna seraya mengedarkan pandangannya kesekeliling jalan buntu yang berada disebuah komplek perumahan elit dikawasan Seoul.

 

“Yak!kau…!kau masih belum mempercayaiku?Setelah dengan jelas di depan mata kepalamu sendiri copet tadi membawa lari tasmu untuk kedua kalinya?

“Tapi…bisa saja kan kau ini bersekongkol dengan copet tadi!

“Agasshi, kalau kutunjukan siapa diriku sebenarnya padamu apakah kau akan mempercayaiku bahwa aku bukanlah sekutu copet tadi?”

Yak, agasshi kau sudah gila ya? Bagaimana mungkin aku menganiayayamu seperti kau menganiayayaku tadi, begini-begini aku juga seorang laki-laki dan aku juga masih memiliki akal sehat.”

Lantas, apa maumu?! Dari tadi kau selalu memojokanku, sekarang giliran kau kusuruh melampiaskan rasa kesalmu, kau malah menolaknya. Kau tau Kyuhyun-shi, aku paling anti berutang budi pada orang.”

“Ku tanya sekali lagi padamu, benarkah kau muak melihat tampangku?”

“Harus kubilang berapa kali? Aku benar-benar muak melihat wajahmu, aku bukanlah fansmu! Bagiku Donghae oppa adalah sosok yang lebih patut di idolakan daripadamu.”

“ Karena kau sangat muak melihat wajahku dan sangat membenciku, maka akan kubuat kau setiap hari melihat wajah tampanku dan membuatmu bertekuk lutut padaku.”

“ Kau, Jadilah YEOJA CHINGU-KU HEYNA-YA!”

 

Ingatan tentang pertemuan diantara mereka tiba-tiba silih berganti memenuhi benak yeoja yang kini menyandang status sebagai mahasiswa jurusan kedokteran di Yongjin Medical University tersebut. “Kenapa kau sama sekali tidak mau pergi dari fikiranku? Apakah kau sebegitunya ingin mengerjaiku dengan muncul dikepalaku setiap saat?” lirih Heyna seraya berjongkok disalah satu sudut gang buntu tersebut.

“Heghhhh. . .” Heyna menghela nafas panjang dan duduk bertumpu pada kedua lututnya. “Jika saat kau tidak bisa memahami apa yang kau inginkan dan apa yang kaupikirkan, maka dengarkanlah kata hatimu.  Karena hati kita tidak pernah berbohong. Hati kita selalu tau apa yang sebenarnya kita harapkan dan inginkan. Kau ingat pernah memberiku nasihat itu?” lanjut Heyna pelan saat teringat ucapan Kyuhyun 1 tahun silam ditempat yang ia singgahi sekarang. “Tapi, bagaimana jika hatiku tidak menjawab satupun dari pertanyaanku? Bagaimana jika semua harapan yang telah kupupuk ini tidak menjawab apapun? Kyuhyun-ah, apa yang harus kulakukan?” unuk beberapa saat Heyna terdim dan menatap hampa aspal dibawahnya. Beberapa saat kemudian yeoja tersebut menepuk-nepuk kedua pipinya dan segera bangkit berdiri. Diedarkan pandangannya keseluruh sudut jalan buntu yang memiliki sebuah kenangan baginya. Tiba-tiba kedua bola matanya berhenti pada sebuah hal yang ia rasa sebelumnya tidak pernah berada ditempatnya. Heyna segera mendekati sudut dinding disamping kirinya dan memastikan apa yang baru saja dilihatnya. Kedua mata Heyna segera membelalak tatkala membaca sebuah pesan yang digoreskan dipermukaan dinding yang ia yakin ditujukan padanya.

 

To: Nae Perfect Rival.

Kau adalah satu-satunya alasan yang memberiku kebahagian dalam suatu penantian. Karena itu tetaplah mempercayai harapanmu dan menungguku ditempat yang sama.

Jika pada akhirnya takdir tidak mengijinkan kita untuk berdiri bersama, jangan takut aku akan membuat takdir baru diantara kita dan segera datang menjemputmu.

 

Heyna meraba permukaan dinding dihadapannya dan tampak berfikir untuk beberapa saat.

“Kurasa, aku sudah menemukan semua jawaban dari pertanyaanku.” gumam Heyna. Perlahan namun pasti sebuah senyum menghiasi wajah manis yeoja tersebut. Heyna segera berbalik dan menatap dua buah gantungan kunci berbentuk  teddy bear yang tergantung di ransel dan kamera SLR-nya.

 

“Keurae, berusahalah untuk memenuhi janjimu Nae perfect rival!”

 

TBC.

 

 

 

Annyeong^^
Mian yach kalo di part ini author masih ngajak reader-deul untuk bergalau ria hehehehehehe#plak

Nah untuk part selanjutnya, author akan memunculkan trilogi priview sebelum author ajak reader-deul memasuki part#17. Untuk lebih jelasnya, author kasih bocoran untuk ketiga judul dari priview tersebut seperti dibawah ini:

 

“KYUHEYNA” #TRILOGI PRIVIEW

  • Heyna Memories.
  • Dear My Diary.
  • Seoul Daily Report.

 

Ketiga priview ini wajib dibaca agar redaer-deul dapat memahami isi part 17 nantinya. So, nantikan kelanjutannya yach^^

 

KAMSAHAMNIDA#DEEP BOW

 

Advertisements

92 thoughts on “(My Perfect Girlfriend Or My Perfect Rival?!) Part 16 # Wish

  1. mau kasih sdikit masukan.. typo masih ada thor.. Tapi aku suka jalan ceritanya ^^
    walau menurtku, mungkin ceritanya agak bertele.. Tapi buat semuanya bagus ^^
    semangat ^^

  2. Kyuhyun buat takdir bersama dgn heyna…aku n donghae mendukung loch hehehe. Makin seru nieh, jgn nyangka ya partnya dh sampe 16, endingnya di part 20 ya. Ya wes lanjut ya

  3. Huwwaaa…. T.T

    Ih, kakeknya keras kepala. Gak ingat umur kali yak. #plak

    Sedih baca part ini. Sampe naaanngiiss #lebay

    Tapi, beneran lho aku sampe nangis. Hehehe Semoge kyu & heyna bersatu. ^^

    #Amien

    • trilogi ntu 3 hal yang saling berhububgan
      nah ketiga priview yang bakalan muncul ntu saling berhubungan n merupakan prolog dari part 17
      mudahnya, ke tiga priview tar adalah hal-hal yang jawaban dan pemecahannya ada dipart 17
      jadi, anggap aja tar part 17 ntu kunci dari segala kisah Kyuheyna^^

  4. kyaaaa, hbis bca ni ff langsung bergalau ria 😦
    kyuu buatlah takdir untuk mempersatukanmu kembali dengan heyna 🙂
    buat author :: sumpahh makin harii makin daebak ff’a, kalok bisa jangan lama* ya publish part 17’a
    hehe 🙂

  5. Msih nyesekin da2 oenni wktu aq bca na,,
    Aq gk taw mau msti blang pa lgi,,
    Oenni mank daebak,,
    Pe aq gk ngrti dngan kyuhyene trilogi priview,,
    Gmn cra bca na oenni,,??

  6. kyaaaa, hbis bca ni ff langsung bergalau ria 😦
    author :: sumpahh makin harii makin daebak ff’a, kalok bisa jangan lama* ya publish part 17’a
    hehe 🙂

  7. sumpah fell nya bener2 nyentuh bangeettt..please dong kakek, jangan egois.. jahat banget sih ngerebut kebahagiaan cucunya sendiri.. trimakasih ya jihyo karna selalu ada buat heyna.. buat kyuhyun tercinta.. semangat oppa, bikin takdir kalian benar2 nyata.. buat heyna.. jangan pernah menyerah sama keadaan dan buat harapan kamu nyata sama halnya kaya kyuhyun..
    dan spesal buat eonni.. waahhh, makin daebak eon.. setelah dinanti2 akhirnya publish juga.. di tunggu part selanjutnya.. semangat eonni 😀

  8. Thor.. Daebak..
    Thor Tau Gak? Awal Aku Baca Part Ini Aku Langsung Nangis.. (Pertengkaran Eunji and Aboji’a)

    Tapi Thor.. Kenapa Part’a Pendek Lagi Sich..?!
    Huftt..

    Pie Salut Buat Thor Yg Terus Bikin Aku Gak Bosen Baca FF Ini.. Thor Membawa Imajinasi Yg Luar Binasa *biasa maksuk’a*

    Thor.. Mau Tanya.. Maksud Trilogi Itu Maksud’a Apa Sih Thorr? And Jadi’a Part 17 Baru Akan Siap Saji *kaya makanan ajah*
    Saat Trilogi’a Udah di Publish Semua yach?

    Thor Hwaiting !!
    Next Part’a.. Harus Secepat’a Thor.. Kalau perlu lebih cepat dari sambaran petir.. *lebay’a reader*

    • iya sejenis itu, trilogi ntu merupakan 3 hal yang saling berkaitan satu sama lain
      Kayak nonton twilight ato harry potter gitu jadi antara priview yang satu sampai ketiga itu memiliki hububgan. Nah, priviewnya itu sejenis prolog yang akan membawa kita memasuki babak utama(part 17 ) nanti ^^

  9. stiap hri ak slalu bl blog in bt ngecek uda update ap blm, dan tdi ak sgt snang krna akhrnya update
    tp skrg ak bner2 glau dan nyesek bgt bcanya . .
    chingu kpan kyuheyna bsa brsatu lgi udh kngen pngin liat mreka brtngkar lgi . .
    chingu jgn lma2 y publish next partny, udh g sbr pngn bca lnjtannya

  10. Author kok comment akungga pernah masuk sih, tapi semoga yg 1 ini bisa masuk ..

    Author aku ikutan galau .. Keren & author keep writting ..

  11. stiap hri ak slalu bl blog in bt ngecek uda update ap blm, dan tdi ak sgt snang krna akhrnya update
    tp skrg ak bner2 glau,sdih and nyesek bgt bcanya . .
    chingu kpan kyuheyna bsa brsatu lgi udh kngen pngin liat mreka brtngkar lgi . .
    chingu jgn lma2 y publish next partny, udh g sbr pngn bca lnjtannya

    • Jinjja? wah…gomawoyo karena dah jadi visitor setia di blog aku hehehehehhehe^^
      besok author keluarin dulu trilogi priviewnya baru deh masuk ke part 17 hehehehehehehe
      anggap aja ntu trilogi semacam prolog sebelum memasuki babak sebenarnya eheheheheheheheh

  12. semangat semangat semangat!!!!!
    Tuh kan,kalian tuh dah d takdirkan wat sm2.buktinya pikiran n tindakan kalian sama.
    Tenang,takdir tidak menginginkan berpisah walau author skalipun yg memisahkan g akan manjur…*evil smirk*

  13. Author, daebak nui. I’m cry again 😦

    Wah ada preview.a. Ok, waiting for it. Oh ya author di part2 sblm.a kan pnh da moment heyna n kyu bertemu waktu kecil, malah kyu menganggap heyna kecil sebagai cinta pertamanya. Tapi sayangnya baik heyna maupun kyu masih belum tahu kalau mereka pernah bertemu waktu kecil.

    Mmh, boleh ga, aq request d part selanjutnya, ada bagian yang membuat heyna n kyu saling mengetahui bahwa mereka pernah bertemu di masa kecil.

    Sblum.a aq nta maaf pakai request segala, kekeke. Mianhae. And buat author, daebaK 🙂

    • aish don’t worry, sebelum reader request author dah mikirin ntu scene kok
      tingga tar jadinya kayak gimana heheheheheheh
      dtunggu aja yach
      gak lama lagi kok, kan ntu ada judul priview “Heyna Memories” hehehehehehhe

  14. hwaaaa….bener-bener ngajak galau ni eonni,
    moga part selanjutnya minho gak jadi cow menyebalkan….
    arrrggghh kagak sabar nungguin part 17….
    semoga gak lama publish part selanjutnya…daebak eon..

  15. Aigoo onnie keren part ini…
    Di awal bca mash terasa sesak,.tpi pas d akir udh mulai ngg..jdi agak ikt”an dngan keadaan kyu m na-ya yg udah baikan..hehe

    onni aku udh gk bnyak cing-cong lg..dtnggu triloginya onn..palliwa okay..hehe

  16. halah gak nau tau
    ni musti cepat di possssst
    saszhi ppalli poooooost yg trilogy tu
    hahahaha

    halah KyuNa msh bergalau ria –”
    aku jadi ikutan mewek loh hahaha
    waaaahaaaa
    suka ama kata2 DongHae oppa wkwkwk

    eeeei tmp prtama brtemu memang keren kkkk
    di gang sempit hiyaaaaa
    pertama bertemu n firsy kiss place hyahahahaha

  17. hwaaa akhirnya part ini keluar juga yyeyeyeye sumpeh seh ini part panjaaaaaang banget dah haha. kereeeeeeeeen ! moment kyu sama hyenanya kurang bangeeeet

  18. semangat heyna biar bisa kembali lgi k kyuppa!! kakeknya emg berhati batu,
    next partny jgn lma” ya eon! saya tunggu klanjutanny,

  19. Speachless… Makin kerasa galaunya kyuheyna… Semoga abeojinya segera insyaf…kekeke…
    Ditunggu lanjutannya eonnie…

  20. ampun deh eonni.. aku gelisah banget waktu nih part belum di,publish *lebay* kok pendek amat sih?#agak kecewa aku 😦 trus ngepost preview+part 17 nya jgn lama² dong! jamuran nih nunggunya. over all.. daebakk, eonni emang jjang!! HWAITING!! *Hug n kiss*

    • sabar yach, ni part emang sengaja dibikin pendek coz cuma buat ngambarin isi perasaan mereka masing2
      adegan utama kan belum eon keluarin wkwkwkwkwkwkwkwkwk
      Ditunggu yach^^

  21. aduh eonni lama amat publish ni part, aku tiap hari bergalauria nungguin eonni nge publish ini, ini part pendek amat?ceritanya kurang WOW eonni, part kyuheyna-nya kuraaang banget! *kecewa* over all, daebak deh eonni.. publish preview+next part, palliwa!!!

  22. Kereeennn
    Daebakk pokok’y, Feel’y kerasa banget
    Di tunggu kelanjutannya, jangan lama2 yaa thor 😀

  23. Wahhh..sdh ada lnjtanNy..

    Sabarrr yaa kyu,,kt pasti bersama# abaikan chingu

    D tunggu yaa part slnjtNy ^^

  24. Hadeuuuh..msh di bkin nyesek ja nih *hiks..hiks..* tp syukur deh Kyu sm Heyna’ny udh pd ngeyakinin hati msing2,,
    Pria tua bangka itu msh bkin ksel aja, pdhl tinggal nunggu ajal *plakk di tabok para kakek sedunia* peace^^
    Yesungminlah next part ataupn trilogi’ny m0ga cpt publis,,
    bye,,

  25. Kyaaaa kyaaaa seru bgtbgt 😀
    Author emg daebaaak lah !
    Trilogy’a cepet di publish ya, Fighting 🙂

  26. Ffnya selalu seru eon^^
    aigo kyu sama heyna sehati banget, bikin envy ahaha
    ayo kyu fighting 😀
    next nya ditunggu eon 🙂

  27. Mian q ru sempet bca chingu dr kmrn sbuk mikirin suju yg mw concert,,,
    daebak,,,baru bca ja langsung nangis ,,makin galau bis di tinggal oppadeul suju plg ke Korea

  28. Eoni dirimu kejam amat sih, ngbuat reader” pda bnjir air mata ;(

    komentarnya tetap sma eon, sllu keren n keren 😀

  29. haduh msi bngung nih..itu kelanjutan pertunangan’a heyna n minho gmn tuh??
    kok gak ada bahasan’a yaa??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s