(My Perfect Girlfriend Or My Perfect Rival?)( Part 8) Coz, We Are Same! #Stupid!

Title                             : (My Perfect Girlfriend Or My Perfect Rival?)

( Part 8) Coz, We Are Same! #Stupid!

Author                         : Sazshi

Main Cast                    : Cho Kyuhyun

: Lee Heyna

Another Cast            : All member Suju Lainnya, Lee Eunji (oc), Park Jia (oc), Shin Heera (oc),Go Minji (oc), Hwang Jihyo (oc), Cho Minhye(oc), Kim Nana(oc)

Genre                          : Romance, Comedy and Family

Rating                         : PG 14

Leght                           : Continue

Catatan Author       :

Annyeong Readers !!!!

Sazhi kembali lagi dengan kelanjutan FF MPGOR (My Perfect Girlfriend Or My Perfect Rival) part 8 ^^.  Mian kalau kali ini author butuh waktu lama publish ni part.

Di part kali ini author mulai menambahkan sedikit cast baru yang akan mengisi hari-hari dua cast utama kita, siapa mereka? Capcus aja dech baca kelanjutannya^^

And one more time,ini ff murni karangan author, so please Don’t Be Plagiat!! And Don’t copy paste.

And now Check this out, Happy reading chingu^^

“ Aku tidak perduli bagaimana penilaian orang lain terhadapmu, aku menyukaimu karena kau adalah dirimu. Karena itu, aku tidak akan pernah letih untuk membuatmu selalu tersenyum padaku.”- Cho Kyuhyun

“ Aku tau kau menyukaiku secara tulus. Bahkan, kau selalu bersikeras jika kita memang ditakdirkan untuk menjadi satu. Mungkin suatu saat nanti aku bisa merasakan apa yang kau rasakan. Karena itu, kumohon tetaplah berdiri disampingku hingga saat itu tiba.”-Lee Heyna

January, 26 th 2012. . .              

*Author Pov*

To : Agent No. 2, Agent No. 3

Dimana kalian? Cepat kemari! Aku sudah berada di lokasi target kita!

Dddrrrrttttttt. . . .drrrttttt.. .. .  . .

From : Agent No. 2

Sedang meluncur menuju lokasi. Tetaplah fokus pada target kita, jangan sampai lengah atau semua akan sia-sia!

To: Agent No. 2

Arraseo, Dimana Agent N0. 3? Apakah dia bersamamu?

Dddrrrrttttttt. . . .drrrttttt.. .. .  . .

From : Agent No. 2

Dia bilang akan segera menyusul setelah menyelesaikan urusannya. Kita langsung jalankan misi A begitu aku sampai disana.

To : Agent No.2

Roger!

“Apapun yang terjadi, hari ini kami harus berhasil! Fighting!”

Tampak seseorang tengah berdiri diantara hiruk-pikuk keramaian kota Seoul. Dengan tidak memperdulikan pandangan orang-orang disekelilingnya yang sedari tadi meliriknya karena terkesan aneh dan mencurigakan dengan cara berpakaiannya. Makhluk tersebut tetap waspada dan merasa nyaman dengan masker hitam yang menutup rapat separuh wajahnya. Berkali-kali ia mengedarkan pandangannya kesegala arah mencari sosok yang sedari tadi ia tunggu.

“Kenapa lama sekali? Mati kalian jika sampai hari ini kita kehilangan target kita!” desis makluk tersebut seraya melayangkan death glare kepada dua namja yang mencuri pandang kearahnya.

Drrrrttt…..drrrrrtttt…….!!

Yoboseyo?” sahut makluk tersebut sambil tetap mengirimkan death glare kepada dua namja didepannya yang sekarang memandang kearah lain karena merasa ketakutan.

“Aku tepat berada dibawah pohon besar yang tidak jauh dari pintu masuk!”

. . . . .

“Ne, segeralah kemari dan jalankan misi kita!”

Kembali makhluk tersebut mengedarkan pandangannya setelah mematikan sambungan telepon. Beberapa saat kemudian kedua bola matanya menangkap sosok yang sedari tadi tengah ditunggunya. Segera Ia memberikan tanda pada namja yang berpenampilan tidak jauh berbeda darinya untuk segera mendekat.

“Ya, kenapa lama sekali! Apa kau tau, aku sudah menunggu lebih dari 1 jam pabo!” bisik makhluk yang menyebut dirinya sebagai agent no.1 seraya melayangkan jitakan pada namja yang Ia sebut sebagai agent no.2.

“Yak, kau mau mati ya! Kepalaku ini bukan objek melampiaskan amarahmu, pabo!” balas agent no.2 yang segera membalas jitakan agent no. 1 dengan kesal.

“Yak, beraninya kau! Aish, sudahlah! Dimana agent no. 3?” bisik agent no. 1 yang kini tengah mengelus-elus puncak kepalanya yang tertutup topi hitam untuk menyempurnakan penyamarannya hari ini.

“Katanya, Ia akan datang sebentar lagi.  Sudahlah kita tak perlu memikirkannya, yang penting sekarang bagaimana perkembangan target kita?” jawab agent no. 2 sembari menegadahkan kepalanya mengikuti telunjuk rekannya yang menunjuk ke sebuah bangunan megah tepat didepan mereka.

“ Kau bisa lihat sendiri, masih sama sejak aku datang. Tidak ada perubahan sama sekali. Rasanya aku ingin segera masuk dan mencengkeram dengan erat target kita hari ini agar tidak bisa lepas dariku!” tutur agent no. 1 dengan antusias yang diikuti dengan anggukan bersemangat dari rekannya.

“ Aku sependapat denganmu. Bagaimanapun misi kita hari ini harus sukses, kalau kita tidak mau menyesal seumur hidup!” Fighting! teriak agent no. 2  sambil mengepalkan tangan kanannya keatas. Sontak hal tersebut membuat orang disekeliling mereka melayangkan tatapan aneh sekaligus curiga pada dua makhuk yang tidak peka tersebut.

Mian, apakah kalian sudah lama menunggu!” ucap namja yang tiba-tiba sudah berdiri dibelakang mereka dan tentu saja dengan penampilan yang tidak jauh berbeda.

“Yak, kau itu benar-benar tidak bisa diandalkan! Jika cara bekerjamu seperti ini, bisa-bisa hari ini kita kehilangan target kita!” seru agent no. 2 yang hanya dibalas dengan cengiran dari makhluk didepannya.

“Eheheheheheehe, sudahlah yang penting aku sudah datang kan. Lagipula sampai sekarang misi kita juga belum bisa dijalankan.” Balas namja yang disebut agent no. 3 itu seraya mengendikkan kepalanya kearah bangunan besar didepan mereka yang masih tertutup rapat.

“Aish, kalian berdua berhentilah berdebat! Lebih baik kita segera kembali meninjau rencana kita nanti. Persiapan yang matang merupakan kunci keberhasilan!” hardik agent no. 1 berusaha menengahi dua rekannya. “ Lagipula, kalian berdua itu sama saja. Jadi tak perlu saling menyalahkan!” lanjutnya kemuadian yang segera dibalas dua jitakan yang dengan cepat mendarat diatas kepalanya.

“ Yak, appo! Kalian cari mati ya!” teriakan dari agent no. 1 tersebut sontak membuat orang-orang disekitar mereka kembali memandang mereka dan semakin menaruh curiga pada aktivitas tiga makluk tersebut.

“NA-ya, apakah itu kau?” ucap seorang yeoja yang tiba-tiba datang menghampiri ketiga makhluk yang kini tengah membeku ditempatnya. “ Apa yang kau lakukan disini? Dan apa-apaan sih dengan penampilanmu? Dan lagi, siapa dua namja ini!” pertanyaan yang keluar tanpa henti dari Hwang Jihyo membuat ketiga makhluk tersebut semakin terpojok dan tidak bisa berkutik sama sekali.

“ Ma..maaf, kupikir kau salah orang! Op..oppa, kajja!” jawab agent no. 1 tersebut dengan tergagap seraya menarik kedua lengan namja disampingnya dan segera berlari menyelamatkan diri.

“ YAK, LEE HEYNA! Berhenti kau, kau tidak bisa menipu sahabat karibmu pabo! Kalian bertiga berhenti!” teriak Jihyo yang kini tengah berlari mengejar ketiga makhluk yang tengah panik menyelamatkan diri dari cengkeraman yeoja yang terkenal pandai mengorek informasi tersebut.

“ Yak, pabo! Celakalah kita bertiga jika Jihyo sampai berhasil membongkar identitas kita!” ucap agent no. 1 ditengah-tengah usahanya malarikan diri dari kejaran sahabat karibnya tersebut.

“ Aish, siapa yeoja gila itu!” tanya agent no. 2 yang kini tengah berlari disamping agent no. 1.

Nae chingu! Dan dia itu bukan yeoja gila, melainkan miss paparazzi disekolahku! Satu nasihat dariku, jangan sampai kalian tertangkap olehnya!” jawab agent no. 1 seraya menambah kecepatan larinya.

“ Saat ini ketiga makluk tersebut tengah bersembunyi di sebuah gang buntu yang tidak asing bagi dua diantara tiga makhuk tersebut. Tepat sekali, gang buntu ini adalah tempat yang sama saat Kyuhyun meminta Heyna menjadi yeoja chingu-nya beberapa bulan lalu.

“Aish, kenapa rencana kita jadi berantakan seperti ini!” teriak Kyuhyun dengan frustasi kepada dua makhluk yang berdiri didepannya! “ Kau harus bertanggung jawab jika hari ini kita sampai kehilangan target kita!” seru Kyuhyun sambil melayangkan death-glare kepada yeoja didepannya yang kini balas melotot.

“ Yak, apa katamu! Kau pikir aku bisa memprediksikan jika nantinya Jihyo akan muncul dan memporakporandakan rencana kita!” seru Heyna tak mau kalah sembari menyilangkan kedua tangannya didepan dada.

Aigoo, kalian kenapa sih selalu bertengkar? Bukankah kalian ini sepasang kekasih!” timpal namja yang bernama asli Lee Hyukjae berusaha menegahi perselisihan kedua dongsaeng-nya tersebut. “Lebih baik kita segera memikirkan bagaimana cara kita bisa mendapatkan CD STARCRAFT terbaru yang hanya ada 100 keping itu!”

Ketiga makhluk tersebut kini saling terdiam memikirkan langkah selanjutnya yang akan mereka lakukan agar bisa memperoleh CD game yang sejak 5 hari lalu menghiasi mimpi mereka. Hari ini adalah hari dimana dijualnya CD Starcraft edisi terbaru yang beberapa bulan lalu menjadi perbincangan hangat diantara para maniak game. Tak heran jika baik Kyuhyun maupun Heyna sangat antusias untuk mendapatkannya.

*Flashback On*

January, 21th 2012  at Suju dorm 11th floor. . .

To : Nona Labil :p

“Yak, nona labil! Segera ke dorm, ada hal penting yang ingin aku bicarakan!”

Kyuhyun menatap layar LG VU II putih miliknya dengan tatapan antusias. Namja yang sudah 2 bulan menyandang gelar sebagai kekasih dari Lee Heyna tersebut tampak bersemangat setelah membaca sebuah informasi dari internet beberapa saat lalu.

Drrrrtttttt. . . . .ddddrrrrrttttttt. . . .

From : Nona Labil :p

“Yak, kau pikir aku ini siapamu Tuan labil! Shireo, aku sedang sibuk! Lebih baik kau mengerjai Eunhyuk-oppa saja untuk menghilangkan rasa bosanmu!

“Cih, yeoja ini benar-benar tidak ada manisnya!” gumam Kyuhyun setelah membaca balasan dari Heyna. Detik berikutnya magnae Super Junior tersebut kembali memainkan jemarinya pada layar ponselnya dengan kecepatan yang tidak umum.

To : Nona Labil :p

“Yak, memangnya hal macam apa yang bisa membuat sibuk yeoja labil sepertimu! Cepat kemari begitu sekolah usai kalau kau tidak ingin aku menjemputmu sendiri kesekolahmu!

Ps: Ku jamin kau tidak akan rugi mengikuti perintahku kali ini, nona labil! Kekekekeke :p

Kyuhyun tersenyum puas setelah menekan tombol send pada layar ponselnya. Namja itu kini kembali duduk memandang layar laptop didepannya dengan antusias.

. . . . . .

“ Apa maumu, Tuan labil!” seru Heyna segera setelah memasuki pintu dorm 11. Yeoja yang masih mengenakan seragam sekolahnya itu tampak kesal pada namja yang kini tengah nyengir evil kepadanya.

“ Apakah orang tuamu tidak mengajarimu sopan santun, nona labil! Harusnya kau mengucapkan salam saat bertamu!” jawab Kyuhyun seraya melangkah meninggalkan yeoja yang tampak  ingin sekali menelannya bulat-bulat.

“ Yak, apa kau bilang! Berfikirlah sebelum kau berkata, Tuan labil! Ingat, aku kesini karena kau memaksaku! Cih, kukira nasihatku agar kau segera memeriksakan amnesiamu belum kau jalankan!” balas Heyna dengan pedas. Yeoja itu kini mengedarkan pandanganya pada pintu-pintu kamar yang ada didalam dorm tersebut. Gadis itu merasa janggal karena tidak satupun penghuni kamar tersebut keluar saat dia dan Kyuhyun mulai berdebat.

“ Minum ini dan berhentilah mengomel, nona labil!” sahut Kyuhyun sembari menyodorkan segelas juice jeruk pada yeoja chingu-nya. Tanpa memperdulikan tatapan sengit dari Heyna, Kyuhyun segera menarik tangan kekasihnya tersebut segera setelah Heyna mengambil gelas berisi juice jeruk tersebut dari genggamannya.

“Tenangkan pikiranmu, nona labil! Bersiaplah, apa yang akan kutunjukan padamu kali ini kujamin akan membuatmu melompat kegirangan!” ucap Kyuhyun dengan mata bersinar, sebaliknya Heyna hanya mengangga lebar melihat perilaku namja setan didepannya itu. Saat ini Kyuhyun tengah menyodorkan laptop pada yeoja yang kini tengah asyik meneguk minuman favoritnya.

“Shireo, paling-paling kau hanya ingin menunjukan aksi terbarumu! Berapa kali sudah kubilang, aku ini bukanlah fans-mu pabo! Jadi kau tak perlu repot-repot! Jika kau memiliki kumpulan video tentang Donghae-oppa yang tidak dipublikasikan secara umum, baru aku akan dengan iklas dan senang hati menontonnya.” Tutur Heyna yang segera dibalas dengan jitakan keras dari namja chingu-nya!

“Yak, kau mau mati ya!” teriak Heyna seraya melemparkan bantal duduk kearah namja yang kini tampak amat kesal atau lebih tepatnya cemburu.

“Yak, dasar labil! Ingat, kau ini yeoja chingu-ku! Berapa kali kukatakan, berhenti membanggakan ikan makpo itu dihadapanku! “ teriak Kyuhyun tak mau kalah. “Sudahlah cepat lihat ini!” lanjutnya kemudian sembari kembali menyodorkan laptop kedepan hidung yeoja chingu-nya dan menunjukan barisan kata serta gambar yang membuatnya antusias beberapa jam lalu.

“ Bagaimana, sekarang kau percaya padaku kan! Kubilang apa, kau tidak akan rugi mematuhi perintahku kali ini nona labil!” gumam Kyuhyun puas saat berhasil membuat yeoja didepannya menatap layar laptop didepannya dengan antusias.

“ Oppa…” kata itulah yang meluncur pertama kali dari mulut Heyna setelah selesai membaca informasi pada layar laptop tersebut. Suatu kebiasaan bagi Heyna yang diketahui Kyuhyun, yeoja tersebut akan memanggilnya dengan cara yang beradab saat menginginkan sesuatu.

“ Oppa..bagaimanapun juga kita harus mendapatkannya! Atau kupastikan kau akan hidup menderita jika tidak bisa mendapatkannya untukku! CD itu hanya ada 100 keping! Bagaimana bisa mereka hanya mengeluarkan dengan jumlah terbatas seperti itu, dan parahnya kita tidak bisa memesannya!” cerocos Heyna tanpa henti seraya memasang puppy eyes pada namja yang kini menyilangkan kedua tangannya didepan dada dan tersenyum puas.

“ Cih, kau tak perlu khawatir. Tidak ada hal yang bisa menghalangi namja tampan sepertiku untuk mendapatkan CD Starcraft terbaru itu!” jawab Kyuhyun dengan angkuhnya.

Pletakkkkk. . .

“Cih, berhentilah bersikap narsis seperti itu Tuan labil! Narsis itu tidak baik bagi kesehatan otak dan jiwamu!” Ucap Heyna dengan pedas saat kesadaran yeoja tersebut telah kembali setelah mendengar kata-kata menjijikan yang keluar dari mulut namja chingu-nya.

“Yak, beraninya kau memukul kepala namja chingu-mu! Kali ini kurasa kau harus kuberi pelajaran karena tidak bisa bersikap manis!” desis Kyuhyun seraya mendekatkan tubuhnya kearah yeoja yang kini tampak waspada dengan aksi namja didepannya. Namun, entah mengapa Heyna tidak berusaha beranjak sedikitpun dari tempatnya. Kyuhyun semakin mendekatkan tubuhnya hingga jarak diantara mereka semakin mengecil. Seperti tersihir, kedua pasang mata itu saling terpaut seakan tak mau melepaskan tatapan masing-masing. Perlahan namun pasti, Heyna menutup kedua matanya saat dirasanya hidung Kyuhyun hampir bersentuhan dengan hidungnya.

“ KYU! KELUARLAH! Kami membelikan jajjang…..”teriakan Kim Ryewook sontak membuat kedua makhluk yang tengah dalam posisi tidak wajar tersebut terlonjak kaget dan segera memisahkan diri mereka seraya berpura-pura sibuk.

“Yak, apa yang kalian lakukan? Jangan bilang jika kami baru saja menganggu adegan romantis kalian?” seru Eunhyuk yang kini tengah menyunggingkan senyum evil kepada dua makhluk yang wajahnya tampak merah padam.

“Aigoo, apakah kita harus kembali keluar agar kalian dapat melanjutkan aktivitas yang sempat tertunda!”sambung Sungmin yang juga ikut menyunggingkan senyum evilnya. Bertahun-tahun sekamar dengan seorang raja iblis seperti Cho Kyuhyun, membuatnya dapat dengan mudah mempelajari trik bagaimana cara tersenyum evil dengan benar dan pastinya terkesan evil!

“Kyuhyun-ah, apa yang kau lakukan? Jangan mengajari Heyna hal yang bukan-bukan, dia masih dibawah umur!” lanjut Ryewook yang tengah memasang wajah campuran antara geli dan kaget. Baik Heyna maupun Kyuhyun sedari tadi tampak membeku ditempatnya, kedua makhluk tersebut rasanya ingin menengelamkan diri ke laut saking malunya.

“Oppa, jangan berfikir macam-macam! Mana mungkin aku berbuat hal seperti itu dengan setan sepertinya!” jawab Heyna setelah beberapa saat terdiam. “Apa yang oppa lihat tadi bukanlah seperti yang kalian fikirkan, tadi itu setan ini mau membantuku meniup mataku yang kelilipan!” lanjut Heyna seraya melempar death glare pada namja disampingnya yang juga tengah melotot kepadanya.

“Yak, apapun yang kalian fikirkan aku tidak peduli! Dan kau, apa katamu tadi?Kau tidak mungkin mau berbuat apa dengan setan sepertiku?Berfikirlah dulu sebelum kau berkata, nona labil! Kau mau mati,ya!” ucap Kyuhyun dengan amarah yang meluap-luap karena merasa malu dan tersinggung dengan perkataan yeoja chingu-nya.

“Aish,kenapa kalian malah jadi bertengkar? Sudahlah, kami sepakat tidak akan mengatakan pada siapapun tentang apa yang kami lihat hari ini!” ucap Sungmin seraya menahan tawanya dan berjalan menuju dapur.

“Yak, oppa! Kubilang kami tidak..”

“Iya, iya..oppa tau kok! Kajja, kita makan aku sudah lapar. ” potong Eunhyuk dan segera mengikuti Sungmin menuju dapur.

“ Aish, semua ini salahmu Tuan labil! Karena ulahmu, citraku sebagai gadis suci jadi ternoda!” desis Heyna sembari berjalan menyusul para ketiga member Suju yang kini tengah duduk mengelilingi meja makan.

“Yak, dasar gadis labil!”

“Apakah kalian tidak bisa makan dengan benar? Habiskan makanan kalian dulu baru setelah itu kalian bisa bermain laptop!” seru Ryewook yang kini tengah memandang kedua pasangan evil didepannya. Aneh sekali melihat kedua pasangan yang beberapa saat lalu tengah bertengkar dan kini kembali akur dan tengah asyik melihat sesuatu pada layar laptop.

“Apa sih yang kalian lihat? “Eunhyuk segera berdiri dan menghampiri kedua makhluk yang sama sekali tidak menggubris pertanyaan darinya.

“Bagaimanapun kita harus mendapatkannya!” Teriakan tiba-tiba dari Kyuhyun tersebut sontak membuat para Hyung-nya tersedak karena kaget.

“Yak, tidak bisakah kau tenang sedikit saat para Hyung-mu sedang makan!” marah Sungmin seraya meneguk segelas air.

“ Kurasa apa yang kau katakan benar, kita harus mendapatkannya. Coba kalian fikir, berapa banyak uang yang bisa kita hasilkan jika kita bisa mendapatkannya? CD itu cuma ada 100 keping, aku yakin para maniak game akan rela mengeluarkan uang banyak demi mendapatkannya.” Gumam Eunhyuk setelah selesai  membaca informasi yang tengah terpampang pada layar laptop didepannya.

“Yak, monyet jangan berfikir kau mau mencari kesempatan dengan menjual CD itu untuk menambah pundi-pundi uangmu!” Eunhyuk hanya tersenyum simpul merespon ucapan dari magnae-nya. Sedangkan Heyna, tampak mengangga karena tak percaya dengan jalan fikiran member Suju yang memang terkenal pelit dan perhitungan soal uang tersebut.

“ Baiklah, jadi bagaimana rencana selanjutnya? Kupikir kita berdua harus membuat rencana matang sebelum terjun ke medan perang.” Tanya Kyuhyun pada yeoja yang kini tampak berfikir mencari ide.

“Bolehkah aku ikut dengan kalian?” rengek Eunhyuk yang direspon dengan tatapan jijik dari kedua dongsaeng-nya.

“Aish, terserah maumu!” jawab Kyuhyun dan segera kembali menatap Heyna yang masih sibuk menyusun rencana.

“Otte, kupikir aku sudah mendapatkan ide! Kajja, kita susun rencana kita!” ucap Heyna yang segera bangkit meninggalkan meja makan dan dengan segera diikuti dua namja yang terlihat antusias.

“Yak, selesaikan makan kalian dulu!”

*Flashback off*

Aish, otakku sekarang benar-benar buntu! Kenapa juga sih temanmu ada ditempat itu! Apakah dia sama maniak game sepertimu?” ucap Kyuhyun memecah suasana yang beberapa saat lalu hening karena ketiga makhluk tersebut tengah sibuk mencari ide.

Molla, mungkin dia mengantar dongsaeng-nya. Aish, kenapa juga sih hari ini aku harus mendapatkan kesialan seperti ini.” Rutuk Heyna sambil menjambakki rambutnya. “ Setelah ini aku tidak akan mau pergi ke toko game denganmu lagi, kau ingat ini kedua kalinya kau menyebabkanku kehilangan CD game yang benar-benar langka!” lanjut Heyna seraya melayangkan death glare pada namja chingu-nya.

“Yak, kau fikir aku ini pembawa sial!” balas Kyuhyun tak mau kalah dan ikut melayangkan death glare pada yeoja didepannya.

“Yak, kalian berdua berhenti bertengkar!” teriak Eunhyuk frustasi karena kelakuan kedua dongsaeng-nya yang benar-benar seperti anak kecil.

“YAK, LEE HEYNA disini kau rupanya!”

Teriakan dari seorang yeoja yang kini tengah berdiri seraya menyunggingkan senyum kemenenangan sontak membuat ketiga makhluk tersebut membeku ditempatnya seperti penjahat yang terkepung.

“ Kubilang juga apa, kau tidak akan bisa lari dari sahabatmu ini.” Lanjut Jihyo seraya melangkah mendekati ketiga makhluk yang kini serentak mundur menghindarinya.

Oppa, dengar aba-abaku. Apapun yang terjadi kalian harus bisa menyelamatkan diri!”  bisik Heyna pada kedua namja yang hanya bisa mengangguk mematuhi perintahnya.

“Kau berhutang banyak penjelasan padaku, Na-ya!” Saat ini posisi mereka semakin dekat.

“Segeralah kabur pada hitungan ketiga!” bisik Heyna yang kini semakin tegang. Bukan karena dirinya akan tertangkap, Heyna khawatir jika sampai identitas dua namja di sampingnya tersebut sampai terungkap. Dan bukan karena dia tidak mempercayai sahabatnya. Namun, bagi Heyna ia ingin merahasiakan hubungannya dengan Kyuhyun demi kebaikan bersama.

Hana. . .”bisik Heyna memulai aba-abanya.

Dul. . .”

Set! HUWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA….OPPPPPPPAAAAAAAAAAAA! selamatkan diri kalian masing-masing!” teriak Heyna seraya memeluk tubuh sahabatnya yang kini tengah meronta berusaha melepaskan diri.

“YAK, LEE HEYNA LEPASKAN AKU!”

*Author Pov End*

. . . .

January, 28th 2012 at Heyna room . .

*Heyna Pov*

“Aish, Cho Kyuhyun pabo!” seruku segera begitu aku menutup pintu kamarku. Saat ini aku benar-benar lelah dan kesal. Bagaimana tidak, sejak pagi disekolah Jihyo tidak hentinya menyudutkanku dengan serentetan pertanyaan. Dan tentunya itu semua karena ulah namja setan itu. “Aish, kenapa sih aku tidak pernah memiliki kehidupan normal? Dengan kondisi keluargaku yang tidak normal apakah belum cukup? Apakah kehidupan cintaku juga harus jauh dari kata normal?” omelku seraya meremas gantungan teddy bear kecil yang menghiasi tas ranselku. Seketika itu pula suara dari namja setan tersebut keluar dan mengalun indah merangkai sebuah lagu. Kupandangi kembali teddy bear kecil pemberian Kyuhyun, satu hal yang membuatku merasa heran. Setiap aku merasa kesal, sedih ataupun marah semua rasa itu akan segera menguap saat aku mendengar senandung indahnya. “Falling slowly, apakah saat ini itukah yang sedang kualami?” gumamku seraya merebahkan diri diranjang. Kutatap kembali gantungan teddy bear tersebut. Ingatanku kembali pada saat pertama kali kami bertemu, sosok namja yang kupikir hanya ingin mempermainkanku itu ternyata perlahan-lahan mampu membuatku menyadari akan kehadirannya. Perlahan namun pasti senyum serta tingkah evil-nya selalu membuat hatiku berdebar. Namun untuk sebuah kata cinta bagiku itu masih terlalu cepat, bukan karena aku tidak mempercayainya. Namun, terlalu banyak kekhawatiran dalam diriku. Aku tidak mau nantinya jika aku sudah jatuh dan berharap namun pada akhirnya aku tidak akan bisa meraihnya. Dan aku tau pasti tentang itu, karena kedepannya aku yakin hubungan kami tidak akan bisa berjalan normal. Dan apakah saat itu seorang idol seperti Cho Kyuhyun akan tetap berdiri disampingku?

“Jika aku bisa memilih, mungkin aku akan senang jika bisa menyukaimu tanpa beban.” gumamku pelan. Entah mengapa tiba-tiba ide itu melintas dalam fikiranku. Segera kubuka laptop yang tergeletak dimeja belajarku. Kumainkan sebuah video klip. Kupandang sosok namja yang tengah bersenandung dalam layar laptopku.

Sosok Kyuhyun dalam video Seoul Song tersebut merupakan sosok yang paling kusukai. Aku sendiri juga tidak tau apa alasannya, yang jelas aku selalu ikut tersenyum saat seulas senyum simpul mengembang diwajahnya.

Aku tau kau menyukaiku secara tulus. Bahkan, kau selalu bersikeras jika kita memang ditakdirkan untuk menjadi satu. Mungkin suatu saat nanti aku bisa merasakan apa yang kau rasakan. Karena itu, kumohon tetaplah berdiri disampingku hingga saat itu tiba.” Gumamku kembali dan ikut tersenyum simpul saat sosok namja dilayar laptopku tersenyum lembut.

Dddddrrrrrrttttt. . .ddddrrrrtttt. . . . . .

Rasanya kupikir beberapa saat lalu aku seperti tersihir oleh sosok Kyuhyun sampai akhirnya aku tersadar karena getaran ponsel dalam saku bajuku.

From: Evil Pabo!

“ Kau sedang apa?  Jangan coba tidak menghiraukan smsku atau aku akan mengirimu sms terus menerus!” kekekeke :p

“Cih, benarkan kataku. Kurasa kehidupan cintaku-pun akan jauh dari kata normal!” segera kuketik balasan untuk membungkam mulut namja evil tersebut.

To: Evil Pabo!

“ Aku, tentu saja sedang bersantai sambil melihat kumpulan video Donghae-oppa! Kau pikir apa, pabo!”

Entah mengapa kadang aku merasa senang saat berhasil membuat namja chingu-ku tersebut kesal karena cemburu. Kupastikan beberapa saat lagi namja itu akan segera menelponku dan menceramahiku.

Ddddrrrrtttttttt……drrrrrrtttt………………dddddddrrrrrrrtttttttt……

Seperti dugaanku, kuamati layar LG VU II putihku yang kini memperlihatkan panggilan masuk dari namja setan itu.

Yobose…”

“YAK, KAU MAU MATI YA!” belum selesai aku menyapa, tiba-tiba setan itu sudah berteriak keras dan membuatku kaget setengah mati.

“Tuan Cho, apakah orang tuamu tidak pernah mengajarimu sopan santun? Seharusnya kau mengucapkan salam saat menelepon seseorang, bukannya malah berteriak seperti itu pabo!” balasku dengan santai. Kurasa saat ini namja itu pasti sudah merah padam wajahnya karena marah.

“Berapa kali sudah kubilang, berhentilah membanggakan ikan makpo itu! Atau akan kuhapus semua kumpulan videomu!”

“Kau pikir kau siapa berani seenaknya mengaturku? Dan berapa kali aku sudah bilang padamu, Donghae-oppa itu adalah biasku! Kau tidak bisa mendikteku untuk tidak menyukai idolaku, Tuan labil!” lanjutku masih dengan nada suara yang santai, pada dasarnya aku memang hanya ingin mengerjai namja setan itu. Itung-itung balas dendamku atas segala kesulitan yang kudapat dari Jihyo setelah insiden CD starcraft kemarin.

“Siapa bilang aku tidak bisa, kau jangan pernah meremehkan raja evil sepertiku, nona labil! Sekarang aku tak mau tau, kau harus segera kemari!” sudah kuduga, namja tersebut ujung-ujungnya akan menyuruhku datang ke dormnya untuk meladeni segala tingkah kekanakannya.

Shireo, aku lelah! Kau tahu, sejak insiden kemarin Jihyo tidak hentinya menyudutkanku. Mana CD itu tidak berhasil kudapatkan, dan sekarang sahabatku selalu merecokiku dengan rentetan pertanyaan yang membuat telingaku sakit karena mendengarnya. Nan, shireo!” omelku pada Kyuhyun yang anehnya sekarang malah tertawa. Dasar setan, sekali setan akan selamanya setan!

“Itu deritamu, Na-ya! Kurasa panggilan itu memang terdengar bagus, bukan begitu Na-ya!” tanya Kyuhyun yang kurasa segala amarahnya telah menguap. Namja itu beralih memanggilku dengan nama Na-ya seperti keluarga serta teman-teman dekatku.

“ Cih, kalau kau yang mengucapkannya bukannya terdengar bagus tapi justru menjijikan! Pokoknya aku tidak mau, paling-paling kau hanya ingin aku menemanimu main game. Dan kau tak akan mengijinkanku pulang sampai kau berhasil menang dariku.” Selain sifat evil yang melekat erat pada dirinya, Kyuhyun juga sangat egois dan tidak mau mengalah sedikitpun walaupun lawannya adalah seorang yeoja sepertiku.

Keurae, berarti kau menolak soft copy dari game starcraft edisi langka yang hanya ada 100 keping itu? ”

MWO, apa katamu? Jangan berusaha membohongiku, Tuan labil!” tanyaku dengan antusias yang hanya direspon dengan kekehan dari raja evil itu.

“Untuk apa aku membohongimu, temanku sesama maniak game berhasil mendapatkan CD itu dan dia berbaik hati menawarkanku soft copy-nya. Jadi apakah sekarang kau akan segera datang ke dorm, nona labil?”

Ne, jangan pergi aku akan segera terbang kesana. Annyeong!” ucapku dengan cepat dan segera berlari menuju kamar mandi.

“Kurasa, tidak setiap saat kau itu menjadi pembawa sial Cho Kyuhyun.”

*Heyna Pov End*

At Super Junior dorm 11th floor. . .

*Kyuhyun Pov*

“Cih, paling-paling yeoja seperti kalian hanya bisa mengerjakan hal yang umum! ejekku pada sekumpulan yeoja yang kini tengah menatap sengit kepadaku. Saat ini dorm kami penuh dengan para yeoja-chingu para member. Hari ini kami mendapatkan libur setelah menyelesaikan SS4 di singapura beberapa hari lalu.

“ Yak, adik ipar jaga mulutmu! Hanya karena kau sudah memiliki yeoja chingu jangan seenaknya menghina kami! Memangnya apa yang bisa dilakukan Heyna yang tidak bisa dilakukan oleh kami!”  jawab Jia dengan mata berapi-api. Yeoja chingu Eunhyuk itu memiliki sifat yang tak jauh beda dari Heyna.

“Cih, tentu saja ada! Coba kutanya, apakah diantara kalian bisa bermain game? Tidakkan, kau tau Heyna-ku sangat pandai bermain game! Dan tentu saja hal itu bukanlah hal yang umum bagi seorang yeoja-kan?” ucapku dengan bangga yang sukses membuat mulut sekumpulan yeoja didepanku mengangga lebar.

“Tentu saja tidak umum, hal itu bukanlah sesuatu yang bisa dibanggakan dari seorang yeoja. Seharusnya seorang yeoja terampil melakukan pekerjaan yeoja pada umumnya. Sedangkan Heyna, memasak saja dia tidak bisa! Kau ingat kue mochi yang dibuatnya, mana ada yeoja yang salah mengenali wasabi sebagai selai!” sambung Heera yang merasa terhina karena keahlian memasak adalah hal yang kuanggap umum.

Aigoo, kurasa lebih baik kita menonton film saja. Kurasa yeoja chingu kita sudah memulai perdebatanya dengan iblis itu. Dan tentu saja itu tidak akan berlangsung sebentar.” Ucap Eunhyuk yang segera membuka kotak berisi CD film koleksi kami.

Ne, dan aku tidak mau terkena cakaran mereka saat berusaha melerai.” Sambung Ryewook yang diikuti anggukan dari Sungmin, Siwon, Leeteuk serta Donghae.

“Yak, hyung jangan tinggalkan aku sendiri dengan para ahjumma sadis ini!” seruku seraya tersenyum evil kearah sekelompok yeoja yang kelihatan sekali ingin menelanku bulat-bulat. Siapa suruh sejak mereka datang selalu mengoceh tidak jelas dan sengaja bermesraan didepanku! Aku tahu pasti maksud mereka yang ingin mengejekku karena hubunganku dengan Heyna yang jauh dari kata normal tersebut.

“ Dan satu hal lagi kelebihan Heyna, dia masih muda dan fresh. Tidak seperti kalian, kakak ipar!” lanjutku yang sukses membuat sekumpulan yeoja itu tampak akan segera mengamuk.

“ Kurasa adik ipar kita ini memang perlu kita ajarkan sedikit sopan santun!” desis Jia yang diikuti anggukan bersemangat dari para yeoja disampingnya. Aku segera melangkah menyelamatkan diri namun sia-sia. Beberapa tangan tengah menarik erat bagian belakang bajuku. Dengan brutal sekumpulan ahjumma itu mencambaki rambutku serta mencakar tubuhku.

‘Yak, dasar setan! Apa kau bilang tadi, kau fikir kami ini sudah tua?” seru Jia seraya mengenggam erat beberapa helai rambutku.

“Berapa umurmu! Kau itu tidak jauh berbeda dari kami, ahjusshi!” sambung Heera seraya mencakari lenganku dengan brutal.

“Yak, kalian berhenti! Hyung, urus yeoja chingu kalian! Seruku ditengah-tengah usahaku menyelamatkan diri.

Shireo, kami tidak mau ikut campur! Siapa suruh kau membangunkan singa tidur!” Sahut Eunhyuk yang kini tengah tersenyum evil melihat penderitaanku.

“ Tuhan selalu adil pada umatnya, maka dari itu jangan pernah mengigit jika kau tak mau digigit Kyu!” sambung Siwon seraya mengengam erat kalung salibnya dan manggut-manggut tidak jelas.

“ Yak, kalian semua berhenti!”

Teetttttt….teeeetttttttttt….

Donghae segera berdiri dan berjalan kearah pintu tanpa sedikitpun menyelamatkanku dari serangan para ahjumma yang sedari tadi masih dengan brutal menganiayaku.

“ YAK, apa yang kalian lakukan! Singkirkan tangan kalian dari tubuh NAMJA CHINGU-KU!” aku tercengang mendengar teriakan nyaring dari seorang yeoja yang kini tampak berlari menghampiriku. Heyna segera menarikku dari kerumunan para ahjumma yang tiba-tiba menghentikan aktivitasnya karena kaget dengan teriakan Heyna.

“ Kau tidak apa-apa?” tanya yeoja didepanku yang kini tengah memeriksa keadaanku. Aku hanya diam menyaksikan gerak-geriknya, apakah yeoja ini salah makan? Sejak kapan dia menjadi begitu perhatian terhadapku, pasti ini semua karena soft copy game itu. Pikirku dalam hati.

“Yak, Adik ipar menyingkirlah dan jangan ikut campur!” seru Jia yang kini mulai melangkah kearahku namun segera dihalangi oleh sosok mungil Heyna.

“Siapa bilang aku tidak boleh ikut campur, bagaimana bisa aku tidak ikut campur saat namja chingu-ku tengah dianiayaya oleh sekumpulan yeoja!” balas Heyna dengan sengit. Sedangkan aku hanya bisa mengangga lebar mendengar ucapan yeoja chingu-ku tersebut.

“ Ya, apakah kau benar Heyna yang kami kenal? Sejak kapan kau menjadi perhatian dengan magnae kami?” tanya Leeteuk yang kini tengah menatap kami bersama para member yang kurasa takjub dengan tingkah Heyna.

“Tidak ada seorangpun yang boleh menganiayaya Kyuhyun kecuali aku sendiri, arasseo!” lanjut Heyna seraya melipat kedua lengannya didepan dada.

“ Ya, kami tidak menganiayaya setan itu tanpa alasan! Setan itu sudah seenaknya menghina kami!” bela Jia tak mau kalah.

“Memangnya apa yang sudah dia lakukan pada kalian?” tanya Heyna dengan gaya seperti polisi yang sedang mengintrogasi tersangka. Yeoja-ku ini memang benar-benar jjang!

“ Dia bilang bahwa kami tidak ada apa-apanya dibanding denganmu. Keahlian yang kami miliki hanyalah hal yang umum. Dan juga setan itu seenaknya mengatai kami ahjumma, dia pikir berapa usianya?” sembur Jia seraya mengarahkan jari telunjuknya padaku.

“ Bukankah hal itu memang benar.” Balas Heyna yang semakin membuat mulutku mengangga. Sejak kapan yeoja ini berubah narsis sepertiku?

“Yak, kau sama saja dengan setan itu!” beraninya kau menghina kakak iparmu! Dasar anak nakal!” seru Jia seraya menjitak kepala Heyna. Namun anehnya bukannya marah, yeoja-ku itu justru terkekeh seraya mengusap-usap kepalanya.

“Sudah tau kami ini sama-sama evil, kalian masih berusaha mencari masalah!” ucapku dengan santai sembari merangkul bahu Heyna. “ Kubilang juga apa, kalian tidak akan bisa mengalahkan kami!”lanjutku kemudian. Kulihat sekumpulan ahjumma didepan kami ini kembali siap menyerangku.

“Yak, kalian semua berhenti bertengkar!” Teriak Eunhyuk yang kini tengah menghampiri kami dan merangkul bahu yeoja chingu-nya.

“Kalian, kalau berani coba buktikan bahwa perkataan kalian itu bukanlah omong kosong!” ucap Eunhyuk yang diikuti anggukan bersemangat dari Jia.

“ Siapa takut!” jawabku serentak dengan Heyna.

“Baik, kita adakan kompetisi untuk menentukan siapa yang lebih baik diantara para yeoja chingu kita!” apa kalian semua setuju?” lanjut Eunhyuk sembari mengedarkan pandangannya kearah seluruh member.

Keurae, lalu kompetisi seperti apa yang akan kita lakukan?” sambung Kim Nana yang merupakan yeoja chingu Siwon.

“Kita buat tiga ronde, ronde pertama adalah seberapa banyak pengetahuan kalian tentang pasangan kalian! Kedua, adalah menjawab pertanyaan yang akan kami berikan. Dan ketiga, tentu saja adu memasak! Bagaimana, apa kalian setuju?” Aku menelan ludah mendengar ucapan monyet gunung itu, bagaimana-pun juga aku yakin jika Heyna itu bukanlah gadis yang mudah diintimidasi. Tapi, semua ronde dalam kompetisi ini membuatku ragu mengingat bocah labil itu tentu saja tidak mengerti seluk beluk tentangku. Yang Ia tahu hanyalah tentang namja bernama Lee Donghae. Dan bagaimana jika ternyata yeoja itu juga tidak bisa memasak? Memang sih kue buatannya enak, tapi membuat kue kan berbeda dengan memasak? Lalu, bagaimana pula jika yeoja itu menjawab pertanyaan seenaknya sendiri mengingat sifatnya yang blak-blakan dan cuek.

Kupandang wajah yeoja disampingku yang anehnya tidak terlihat gentar sedikutpun dan malah  tersenyum evil.

“Tunggu, dapur kita kan hanya satu. Bagaimana dengan peralatan memasaknya?” tanya Wookie yang kini tengah mengenggam erat tangan Minji.

“Tenang saja, untuk apa kita memiliki saudara yang kaya raya jika kita tidak bisa memanfaatkannya! Siwon-ah, cepat minta anak buah Appa-mu untuk mengirimkan beberapa perangkat memasak dari supermarket kalian! Disana pasti banyak kompor yang biasa digunakan untuk mempromosikan masakan bukan?” Perintah Eunhyuk dengan gayanya yang sudah seperti bos. Sedangkan Siwon hanya menurut dan segera sibuk dengan ponselnya.

“Lantas, siapa yang akan menjadi juri?” tanya Leeteuk seraya berdiri disamping Cho Minhye, yeoja chingu-nya.

“Serahkan saja pada uri Donghae, bukankah hanya dia yang tidak memiliki pasangan. Jadi, kurasa dia akan menjadi juri yang netral.” Donghae hanya tersenyum simpul merespon ucapan couple-nya. Sedari tadi ikan makpo itu hanya terdiam dan menikmati tontonan didepannya.

“Baiklah, mari kita mulai sekarang. Kalian para yeoja silahkan berbelanja bahan makanan yang akan kalian buat!”

Saat ini aku dan Heyna tengah berdiri disudut ruangan. “Yak, apa kau yakin bisa menang?” bisikku pada yeoja didepanku.

*Pletakkkkk. .

“Yak, kau meragukan kehebatanku! Bersyukurlah kau memiliki yeoja chingu yang sempurna sepertiku, Tuan labil!” Tanpa memperdulikan rasa sakit dikepalaku yang baru saja dijitak olehnya, kembali aku menatap serius yeoja didepanku tersebut.

“Kau yakin,jangan sampai kau kalah atau jangan harap kau akan bisa memainkan game starcraft edisi terbaru itu!” ancamku yang sontak membuat bola mata yeoja didepanku itu melotot tajam padaku.

“ Cih, lihat saja!” Sudah aku mau pergi berbelanja dulu!” jawab Heyna seraya melangkah menuju pintu dan berjonkok memakai sneakernya.

“Tunggu, bawa ini!” ucapku seraya mengulurkan 2 lembar 10.000 won padanya.

“Simpan uangmu, aku tidak memerlukannya. Lagipula, bahan yang kubeli bukanlah bahan yang mahal. Aku berangkat dulu!” Segera yeoja-ku itu berlari menuju lift yang tengah terbuka.

“Yak, jangan bilang kau akan membuat sayuran mentah nona labil!” teriakku sesaat sebelum pintu lift tersebut tertutup.

Beberapa saat kemudian. . .

“ Kalian sudah siap?” Baiklah ronde pertama kita mulai!” ucap Doghae pada keenam yeoja yang kini duduk berderet di ruang tengah.

“Kita mulai dari yang paling tua. Sekarang jelaskan padaku seberapa jauh kau mengenal Leeteuk-Hyung!” ucap Donghae pada Minhye.

Seperti membaca sebuah naskah panjang, para ahjumma tersebut membeberkan segala hal dari A sampai Z tentang namja-chigu mereka. Aku yakin, sebelumnya para ahjumma tersebut pasti browsing di internet mencari seluk-beluk kekasihnya.

“Sekarang, tinggal kau yang belum menjawab Na-ya.” Aku menahan napas menunggu jawaban macam apa yang akan keluar dari mulut pedas yeoja-ku itu.

“Jadi katakan pada kami, seberapa jauh kau mengenal Kyuhyun!” lanjut Donghae sembari tersenyum lembut pada Heyna. Cih, ikan makpo ini sengaja menganggu konsentrasi Heyna kurasa.

Molla. . .” seketika itu pula aku, salah bukan hanya aku saja namun seluruh makhluk dalam dorm ini kecuali yeoja labil itu tengah terbelalak karena terkejut dengan jawaban yang keluar darinya.

“Aku tidak tahu seberapa jauh aku mengenal setan itu, yang kutahu bahwa setan itu menyukaiku dengan tulus. Walaupun kami sering bertengkar, namun pada akhirnya kami akan berbaikan dengan sendirinya. Walaupun sering kali aku ingin menendangnya, namun aku akan segera tersenyum saat setan itu membelai kepalaku dengan lembut. Dari hal sederhana seperti itu cukup membuatku tahu jika Kyuhyun bukanlah namja yang buruk. Aku tidak ingin mengetahui bagaimana seluk beluk kehidupannya sebelum kami bertemu. Aku hanya ingin mengenal sosoknya yang sekarang selama ia masih berdiri disampingku.”

Seperti tersihir, aku menatap wajah manis yeoja yang kini tersenyum simpul. Aku benar-benar tidak pernah menyangka jika yeoja labil sepertinya bisa berfikir lebih dewasa dari pada semua yeoja yang ada diruangan ini. Dia tidak perlu membeberkan panjang lebar tentang apa yang kusukai atau yang tidak kusukai. Dia juga tidak perlu berceramah panjang lebar tentang kelebihan ataupun kelemahanku, serta kebiasaan yang kumiliki. Hanya sebuah pernyataan sederhana namun terkesan dalam darinya sudah cukup mewakili segala hal yang Ia ketahui. Dan lagi, baru sekarang aku mendengar secara langsung pengakuan dari yeoja yang telah menempati ruang dihatiku sejak 2 bulan lalu.

Good girl!” ucap Donghae seraya membelai kepala Heyna dan tentu saja aku segera menghampiri mereka dan menyingkirkan tangan ikan makpo itu dari kepala yeoja chingu-ku.

“Yak,singkirkan tangan mesummu ahjusshi!” ucapku yang hanya dibalas dengan kekehan darinya.

“Aish, baiklah segera kita mulai ronde kedua! Disini aku telah menuliskan satu pertanyaan yang sama untuk kalian semua. Kuberi waktu kalian 10 menit untuk memikirkan jawabnya!” perintah Donghae seraya membagikan selembar kertas pada masing-masing yeoja didepannya.

“Baiklah, kurasa waktu kalian sudah habis! Sekarang beritahu padaku jawaban kalian! Apa yang kalian lakukan, seandainya hubungan kalian diketahui oleh publik dan menimbulkan kontroversi!” Kali ini jantungku berdegup kencang saat mengetahui jenis pertanyaan apa yang diberikan pada para yeoja itu. Dan jujur saja, kurasa pertanyaan Donghae kali ini lebih tepatnya seperti jebakan. Kurasa seluruh member saat ini berfikiran sama denganku. Pertanyaan ini bukanlah hal yang sulit untuk dijawab, namun suatu hal yang sulit untuk dijalani sesuai jawaban yang akan mereka berikan. Dan benar saja, satu persatu yeoja tersebut menjawab akan tetap berusaha mempertahankan hubungan mereka bagaimanapun caranya. Dan hanya tinggal yeoja yang belum genap berusia 18 tahun itu yang belum menggutarakan jawabanya.

“Lalu, bagaimana denganmu Na-ya? Apa yang akan kaulakukan?” tanya Donghae seraya mengambil kursi dan duduk tepat dihadapan Heyna layaknya seorang psikotherapy yang sedang melakukan sesi therapy dengan pasiennya. Heyna tampak terdiam sejenak.

“Jika hal itu terjadi, aku tidak ingin bertindak egois demi kebahagianku semata.” gumam Heyna seraya menyandarkan tubuhnya kebelakang dan menegadahkan kepalanya menatap langit-langit. Jujur, pernyataan nya barusan membuatku sedikit kecewa karena ternyata gadis itu tidak memilih untuk mempertahankan hubungan kami.

“Jadi, kau ingin bilang jika kau akan memilih mengakhiri hubungan kalian?” tanya Donghae kembali dengan serius.

Molla, yang kutahu suatu hubungan itu terbangun dari dua komitmen yang sama dan tidak saling merugikan diantara dua belah pihak. Suatu masalah tidak akan pernah terpecahkan jika tidak ada yang bersedia mengalah. Jadi, jika suatu saat hal tersebut terjadi aku akan melapaskannya. Aku tahu, jalannya meraih kesuksesan tidaklah mudah. Karena itu, aku tidak akan tega jika melihatnya kehilangan cita-citanya. Namun, meskipun begitu aku akan selalu berharap bahwa diantara kami telah terikat takdir. Seberapapun jauh kami terpisah, suatu saat kami pasti dapat bersatu kembali.”

Aku terdiam mencerna rangkaian kata yang keluar dari yeoja chingu-ku tersebut. Meskipun aku sedikit kecewa dengan pilihannya yang tidak ingin berusaha mempertahankan hubungan kami. Namun aku cukup puas dan terharu dengan kalimat terakhirnya. Gadis itu, walaupun didepan terlihat seperti tidak menganggapku. Tapi, aku tahu dalam hatinya terbersit ketulusan untuk berdiri disampingku. Keinginannya akan takdir yang mengikat diantara kami sudah cukup membuktikan bagaimana nantinya masa depan hubungan kami. Yeoja itu paham akan jenis hubungan apa yang dijalaninya. Karena image ku sebagai seorang idol, aku tidak akan pernah dapat menjanjikan suatu kencan ataupun hubungan yang normal seperti pasangan lainnya.Dan suatu saat mungkin ia akan merasa sakit dengan berbagai gosip tentangku. Heyna telah paham tentang semua hal tersebut. Kutatap yeoja yang kini tengah menghela nafas pelan. Aku tersenyum lembut pada yeoja yang juga tengah tersenyum lembut kerahku. Segera kuhampiri Heyna dan memeluknya dengan erat.

“YAK, ajusshi! Apa yang kau lakukan, lepaskan aku!” Aku terkekeh mendengar protes dari yeoja-ku itu serta ejekan dari para makhluk diruangan tersebut. Kulepaskan tubuh mungil tersebut dan berbalik seraya merangkul bahunya.

See, kurasa dari dua ronde ini sudah bisa membuktikan siapa yang paling hebat!” ucapku dengan bangga pada para makhluk yang serentak mendengus kesal.

“Jangan senang dulu Kyu, masih ada satu ronde yang belum dilalui!” seru Yesung seraya tersenyum evil karena merasa akan mendapatkan kemenangan mutlak pada ronde ketiga.

Saat ini para yeoja tengah sibuk menyiapkan bahan yang beberapa saat lalu mereka beli. Sedangkan kami para namja tidak boleh sedikitpun mendekat ataupun membantu. Kulihat beberapa kali Wookie sibuk mengirimkan sms yang berisi langkah memasak sesuatu pada  Minji sampai akhirnya Donghae menyita paksa ponselnya.

1 Hour later. . .

“ Baiklah, kurasa kalian semua telah selesai menyajikan masakan kalian. Dimulai dari kau Kim Nana, segera perlihatkan pada kami hasil masakanmu. Baik aku maupun Hyung-deul mengangga lebar melihat masakan yang tersaji dihadapan kami. Kurasa seberapa buruk kemampuan Heyna memasak itu belum terlalu parah dibandingkan dengan kemampuan dari yeoja chingu Choi Siwon.

“Kim Nana, apakah instruksiku tadi kurang jelas?Kubilang ini adalah kompetisi memasak, tapi kenapa kau hanya menyajikan buah-buahan seperti ini?” tanya Donghae dengan hati-hati berusaha tidak menyakiti hati yeoja didepannya yang anehnya malah tersenyum lebar.

“Bahkan, cara memotong buahnya benar-benar terlihat amatir!” ejekku yang segera dibalas jitakan dari Swon yang berdiri tepat disampingku.

“Bukankah sudah kubilang jika aku tidak bisa memasak, jadi daripada nantinya aku meracuni namja chingu-ku. Kurasa buah-buahan ini lebih baik, dan yang jelas ini bagus untuk tubuh. Bukankah kau ingin menjaga bentuk tubuhmu, Honey!” jawab Nana dengan santainya yang di ikuti dengan anggukan bersemangat dari siwon. “Dan lagi jika lapar aku bisa menyuruh pembantu untuk memasak atau membeli diluar,  mudahkan?” lanjut Nana dengan bangga.

Honey, kau memang benar-benar memahamiku!” seru Siwon yang segera menghampiri yeoja chingu-nya dengan ekspresi berlebihan. Dan sekarang mereka berdua mulai pamer kemesraan dengan saling menyuapkan buah pada mulut pasanganya. Cih, pasangan anak konglomerat ini memang sama-sama menjijikan!

“Terserah kalian kalau begitu,next!” ceru Donghae seraya memandang kearah Minji yang tengah melangkah takut-takut kearah kami.

“Go Minji, FIGHTING!” teriak Wookie menyemangati yeoja chingu-nya.

“Baiklah, apa yang kau buat adik ipar?” tanya Donghae seraya membuka penutup hidangan yang kini tengah tersaji dimeja.

“Apa ini? Apakah kau yakin tadi sudah memasukkan bumbu pada masakanmu? Bisa kau jelaskan padaku? “ Tanya Donghae setelah mencicipi makanan didepannya yang tampak belum matang dan tidak menggugah selera sama sekali.

“Itu salah oppa, kenapa oppa menyita ponsel Wookie-oppa saat sedang memberikan instruksi untukku!” cicit Minji dengan ekspresi wajah yang benar-benar menggelikan. “ Aku tidak pandai memasak oppa, dan lagi Wookie-oppa bilang nantinya Ia yang akan selalu memasak untukku.” Lanjut Minji seraya berjalan menghampiri Ryewook dengan tampang memelas. Cih, berkurang dua orang musuh Heyna kurasa.

“Lalu bagaimana denganmu, Minhye-Noona?” gumam Donghae yang tampak mulai lelah. “  “Akhirnya ada masakan normal yang tersaji didepanku!” ucap Donghae dengan raut wajah yang mendadak tampak senang. “Jadi, bisa kau jelaskan apa yang telah kau buat?” tanya Donghae dengan antusias.

“Ini kusebut sebagai steak love, sajian khusus yang kupersembahkan untuk namja chingu-ku tercinta.” Jawab Minhye dengan bangga yang segera dibalas tepuk tangan meriah dari Leeteuk.

“Ehmm…cukup enak, hanya saja kupikir dagingnya sedikit alot!” ucap Donghae sesaat setelah mencicipi sajian didepannya. “ Hyung, apakah kalian tidak ingin ikut mencicipi?” kami segera beramai-ramai mencicipi masakan yeoja bernama Cho Minhye tersebut, dan benar kata Donghae. Masakan yeoja itu cukup enak namun dagingnya masih alot!

“Baiklah, sekarang giliranmu Ji-ah!” seru Donghae pada yeoja yang tampak antusias menunggu gilirannya.

I’m coming!” seru Jia yang kini tengah meletakkan sepiring nasi goreng kimchi dihadapan kami.

” Aku membuat nasi goreng kimchi spesial, ayo segera cicipi!” cerocos yeoja tersebut tanpa perlu menunggu pertanyaan dari Donghae. Sesuai perintah, Donghae segera mencicipi nasi goreng yang tersuguh dihadapannya.

“Penampilannya cukup menarik, tapi kukira rasanya tidak begitu mantap. Apakah kau tidak menakar bumbu yang kau masukkan?” tanya Donghae dengan hati-hati takut kalau yeoja didepannya tiba-tiba akan ngamuk dan menghajarnya.

“Aku memang sengaja memberi sedikit bumbu, bukankah harga bahan makanan saat ini tengah naik. Sebagai wanita yang pandai, tentu saja kita harus bisa mengelola keungan dengan baik. Menggunakan bumbu seminimal mungkin saat memasak sama halnya dengan menghemat uang. Bukankah begitu Jagi?” jawab Jia dengan mantap seraya mengerling kearah namja chingu-nya yang tengah menganggukan kepalanya dengan angkuh. Cih, dasar pasangan mata duitan!

“Baiklah, kita lanjutkan saja. Bawa kemari hasil masakanmu Heera- noona, aku sudah tidak sabar mencicipinya!” seru Donghae dengan antusias.

“Whoaaaaaaaaa………” serentak kami para namja terkagum dengan masakan yang tersaji dihadapan kami saat ini. Heera memang musuh yang berat bagi Heyna.

“Ini, kusebut fillet daging spesial HeeSung! Terbuat dari fillet ayam goreng tepung, dengan keju mozarella & saus blue cheese. Ayo silahkan cicipi, dan untuk oppa aku sudah meyiapkan sepiring.” Ucap Heera sembari menyodorkan sepiring masakanya pada Yesung yang segera diterima dengan wajah berseri-seri.

Masshita! Masakan kali ini benar-benar jjang!” seru Donghae ditengah-tengah kegiatanya mencicipi. Serentak kami beramai-ramai ikut mencicipi sajian didepan kami. Dan memang benar, kuakui yeoja chingu Yesung ini memang pandai memasak.

“ Bagaimana, kurasa Heera-ku sudah bisa dipastikan memenangkan kompetisi ini kan?” ucap Yesung dengan angkuhnya.

“Cih, masih ada Heyna hyung! Kau, cepat sajikan masakanmu kemari!” seruku pada yeoja yang kini melangkah sambil melotot tajam kepadaku.

“Kau fikir aku ini apamu? Pelayanmu? Sopanlah sedikit saat memangil seseorang, Tuan labil!” gerutu Heyna seraya meletakan sepiring masakan dan membuka penutupnya. Aku mengernyit menatap beberapa makanan yang tampak seperti sosis isi tersebut. Sebenarnya apa yang telah dibuat oleh yeoja ini.

“Ini spring roll! Aku tidak perlu menjelaskan panjang lebar, oppa silahkan mencobanya!” ucap Heyna singkat seraya duduk berhadapan dengan Donghae yang mulai memasukan sepotong kecil spring roll tersebut kemulutnya.

“ Ehhmmm…ternyata kau pandai juga memasak Na-ya! “aku segera mengambil sepotong spring roll tersebut dan memakannya setelah mendengar pernyataan Donghae. Detik berikutnya aku segera tersenyum saat lidahku mengecap rasa lezat dari makanan yang tengah kumakan. Ternyata gadisku ini memang pandai memasak. Tamat riwayatmu, Park Jia!

“Apakah kau suka?” tanya Heyna padaku, segera kuaanggukan kepalaku menjawab pertanyaan yeoja yang kini tersenyum simpul kepadaku. “Baguslah, ternyata cara seperti ini lebih mudah membuatmu dapat memakan sayuran. Kau tahu, isi spring roll itu adalah campuran daging dengan sayuran, sengaja aku mencincang sayuran selembut mungkin agar tidak tercium olehmu.” Aku tidak akan percaya bahwa baru saja aku memakan sayuran jika bukan karena Heyna memberitahukannya padaku. Yeoja-ku ini memang benar-benar cerdas.

 

Hahahahahahahahhahhhahahahhaa….!” aku kembali tertawa mengingat tampang para ahjumma yang terpaksa mengakui kehebatan yeoja yang lebih muda dari mereka. “Kau lihat bagaimana tampang Jia tadi? Akhirnya aku bisa membungkam mulut Miss gossip itu! Cih, siapa suruh mereka meremehkan kita!” ucapku seraya melirik yeoja yang tampaknya tidak mengubrisku sama sekali dan tetap memandang lurus jalanan didepan kami.

“Boleh aku bertanya? Ucap Heyna yang kini menoleh kearahku dengan tatapan datar.

“Apa yang mau kautanyakan, nona labil?” jawabku singkat. Yeoja-ku ini memang agak aneh, beberapa kali aku pernah memergokinya tengah melamun dengan tatapan sayu.

“Apakah jika aku bukanlah yeoja seperti yang kaubayangkan kau juga akan tetap menyukaiku?” segera kulirik yeoja yang kini tengah menatap serius padaku. Aneh sekali, kenapa yeoja yang biasanya seperti ratu iblis ini mendadak berubah serius? Kuhentikan audy hitam yang tengah kukendarai saat ini dipinggiran jalan yang tampak sepi. Kutatap yeoja yang saat ini masih menunggu jawabanku.

“Yak, kau kenapa? Apakah kau salah makan?” tanyaku untuk meyakinkan apakah yeoja yang tengah bersamaku saat ini benar-benar Heyna yang kukenal?

“Kau, sedikit sekali yang kau ketahui tentang diriku. Bagaimana jika aku tidaklah seperti  yang kauharapkan? Dan bagaimana jika seandainya aku bukanlah yeoja baik-baik seperti yang kau yakini?” kembali yeoja didepanku mengucapkan serangkaian pertanyaan. Entah mengapa saat ini aku justru merasa lega, entah benar atau tidak kurasa Heyna mulai menyukaiku. Kuulurkan tanganku pada kepala yeoja chingu-ku dan membelainya dengan lembut.

“Dengar, Aku tidak perduli bagaimana penilaian orang lain terhadapmu, aku menyukaimu karena kau adalah dirimu. Karena itu, aku tidak akan pernah letih untuk membuatmu selalu tersenyum padaku.” Jawabku singkat. Yeoja didepanku kini tersenyum simpul seraya kembali menegakkan tubuhnya dan memandang lurus kedepan.

“Jadi, kesimpulannya kau itu cinta mati padaku-kan? Jadi, seandainya tadi aku kalah dalam kompetisi  kau tetap akan memberikan soft copy game itu kan?” ucap Heyna yang saat ini tengah melirikku dengan tatapan evil serta senyum evil kebanggannya.

“Yak, kau! Jadi sedari tadi kau berusaha menang hanya karena ingin memperoleh soft copy itu?” “Tentu saja, kau fikir aku benar-benar melakukannya karena menyukaimu? Jangan terlalu berharap, Tuan labil!” seru Heyna tak mau kalah seraya tersenyum puas karena berhasil membuat wajahku memerah karena marah.

YAK, LEE HEYNA MATI KAU!

*Kyuhyun Pov End*

*Author Pov*

Sajjangnim, data yang anda inginkan sudah berhasil saya dapatkan.” Ucap Jinwoon pada laki-laki yang tengah sibuk membaca berkas-berkas laporan dimeja kerjanya. Segera Jinwoon menyodorkan sebuah map hitam yang beberapa saat lalu ia terima dari seorang detective swasta yang beberapa minggu ini tengah berhubungan dengannya.

“Cho Kyuhyun?” ucap laki-laki yang dipanggil sajjangnim tersebut beberapa saat setelah membuka map hitam dalam genggamannya.

Ne, sajjangnim! Nama namja itu adalah Cho Kyuhyun, dan dia adalah salah satu member dari Boyband yang sedang naik daun di Seoul saat ini.” Jawab Jinwoon yang sukses membuat kedua bola mata pria didepannya melotot tajam.

“Jadi, Heyna berpacaran dengan seorang selebriti? Apa yang sudah difikirkan anak itu?” Pria yang dipanggil sajjangnim itu segera bangkit dan melangkah menuju jendela ruang kerjanya. “ Kurasa, kita tidak perlu lagi menyuruh seseorang untuk membuntuti Heyna. Menjalin hubungan dengan seorang selebriti bukanlah hal yang mudah. Aku yakin sekali tanpa kita harus bersusah payah memisahkan mereka, hubungan mereka akan segera berakhir. Mengingat bagaimana kebiasaan buruk para selebriti saat menjalin suatu hubungan.” Lanjut pria itu yang kini tengah menatap datar pemandangan diluar jendela ruang kerjanya.

“Jika saya boleh berpendapat, menurut saya hubungan mereka tidak akan secepat itu berakhir. Heyna agasshi bukanlah gadis bodoh yang tidak bisa membedakan antara ketulusan dan nafsu.” Pernyataan yang meluncur dari mulut Jinwoon tersebut dengan segera membuat majikannya membalikkan badan dan menatap tajam kepadanya.

“Kau benar, seandainya nanti mereka masih bersama. Maka saat itu pula aku akan memisahkan mereka. Heyna harus sadar akan tanggung jawabnya. Dan tentu saja, aku tidak akan membiarkan diriku melakukan dua kali kesalahan yang sama. Saat ini, Heyna adalah harapan terakhirku!” ucap pria yang berdiri dihadapan Jinwoon tersebut dan segera kembali melangkah menuju meja kerjanya.

“ Segera atur pertemuanku dengan Eunji, aku harus segera bertindak sebelum terlambat!” Jinwoon segera membungkukkan badannya dan melangkah menuju pintu keluar untuk melaksanakan perintah majikannya.

“Na-ya, kuharap kau mengerti! Hanya kaulah satu-satunya harapan yang kumiliki!” gumam laki-laki berumur tersebut dan segera melangkah meninggalkan ruangan besar dibelakangnya.

TBC.

Gimana reader? Geje abis yach?ancur?gak cetha? So pastinya….kan authornya juga ancur heheeheheehehe #plak

Skali lagi di part ini author masih ingin bermain tebak-tebakkan dengan para reader semua tentang siapa laki-laki yang sepertinya sangat mendominasi kehidupan Heyna. So, buat reader semua silahkan berpenasaran ria^^

Seperti biasa, ff tanpa RCL dari para reader serasa gak afdol, so…Don’t forger RCL yach^^

Kamsahamnida #bow

Advertisements

45 thoughts on “(My Perfect Girlfriend Or My Perfect Rival?)( Part 8) Coz, We Are Same! #Stupid!

  1. Waaaah kece pisan…
    Itu mah babehy heyna kan onnie?hehe

    d tnggu kelanjtmya,.di perbnyak adgan kyuhyun m heyna nya seru lw lg berantem…

  2. Waaaah, keren ffny thor. Itu appa heyna??
    Lalu apa yang akan direncanakan appa heyna?
    Aaaa penasaran, next part cepet publish thor,, 😀

  3. sebelumnya,, Na mau protes ah! kenapa enyuk di dipanggil dgn sebutan monyet? tak ada panggilan yg lbh baik selain ‘itu’ kah? teri, misalnya? itu jauh lbh baik drpd yg tadi Na rasa. Enyuk kan myeolchi u_u huhu
    *hehe, ini sih Na cuma ksh masukan aja yah. biar kdngeran.a lbh enak gitu :DDD*

    btw, Heyna itu pasti diharepin bakal nerusin perusahaan deh sama appanya. Iya kan?
    Okeh, lanjut next part^^

    • ahahahahahahaha….habisnya dikalangan suju sendiri, hyuk biasa dikatain kyk gitu, kan author pgn mencerminkan kehidupan mreka seperti biasanya hehehehe, tapi sgala kritik n saran selalu author tampung kok hehehe
      perusahaan appa-nya??maybe yes, maybe no ditunggu saja yach heheehehe

  4. Ngakak baca ini hoho kaya orang gila tawa-tawa sendiri=D
    Yang paling ngakak itu pas……..buah. Oh god! Gabisa masak sampe segitunya?=))
    Keep writing^^

  5. Hmm, sebenernya sanjangnim itu siapa sih???
    Sebagian diri aku percaya banget kalo itu appanya Heyna. Tapi diri aku yang setengahnya lagi masih terus menyangkal kalo orang itu appanya heyna dan terus berpikir apa hubungan orang itu dengan heyna…. huft!
    Oh iya, menurut aku cinta pertama dan cinta pandangan pertama kyu itu bersemi di tempat yang sama!
    GAME SHOP! hahaha

    • biar gak penasaran buruan baca kelanjutannya dong reader^^
      ne ni couple evil gak jauh2 deh jodohnya dari game shop secara mereka demen ama game heheheh^^

  6. Annyeong..annyeong… Iyoung imnida, Salam kenal,, ga sengaja nemu blog ni dan langsung kepincut sm ni epep,, mian baru bc part 7 & 8 ja, dan br ninggalin jejak di part ni,, sepertinya hrus bc dar part 1 biar tau awal mula’ny,,
    Oke deh, fighting!!

  7. Annyeong..annyeong… Iyoung imnida, Salam kenal,, ga sengaja nemu blog ni dan langsung kepincut sm ni epep,, mian baru bc part 7 & 8 ja, dan br ninggalin jejak di part ni,, sepertinya hrus bc dar part 1 biar tau awal mula’ny,,
    Oke deh, fighting!!

  8. Hahaha ngakak bca part ne.seru bgt bca tgkah pola oppadeul bsrta yeojachingu mrka yg mncrmin kan sifat oppadeul.

  9. huuaaa,. gak nyangka heyna bsa ngmng kyk gitu,.. 😀
    itu siapa yg mau misahin kyu n heyna?? appa heyna kah???

  10. itu siapa y bpk2 itu??
    awal perkiraanku itu ayah’a tp skrg aq pikir itu kakek’a dehh..
    bner gak??

  11. annyeongg,, qu reader bru thour… bru nemu blogx niehh ^_^ bru sempet comend jg d part nie..
    ffx bguz bgtz, feelx kerasa bgtz, kocakx gag nahann.. bcax jdi cengar cengirr sndri kya orang pabo~~~ mwu lnjut k part slnjutx lgi..

  12. Spechless bget denger semua jawabannya Heyna sederhana tp dalem dan sepertinya di next part gue akan mengeluarkan air mata gegara bokapnya Heyna T_T .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s