(My Perfect Girlfriend Or My Perfect Rival?) ( Part 6 ) # Falling Slowly #

Title                             : (My Perfect Girlfriend Or My Perfect Rival?)

( Part 6 ) # Falling Slowly #

Author                         : Sazshi

Main Cast                    : Cho Kyuhyun

: Lee Heyna

Another Cast             : All member Suju Lainnya, Lee Eunji (oc), Park Jia (oc), Shin Heera (oc),  Go Minji (0c)  Hwang Jihyo (oc)

Genre                           : Romance, Comedy and Family

Rating                          : PG 13

Leght                           : Continue

Catatan Author       :

Anyeong chingu!

Sazhi kembali lagi dengan kelanjutan FF MPGOR (My Perfect Girlfriend Or My Perfect Rival) part 6 ^^. Mian karena untuk part ini author agak lama publishnya dikarenakan banyaknya pekerjaan serta laporan yang menuntut harus dikerjakan.

Kali ini author bikin ni ff ringan2 aja n geje abiz..lumayan buat menghibur para reader yang baru suntuk or galau. So, author gak mau banyak ngomong gak jelas disini, langsung aja baca kelanjutan Kyuheyna-couple^^

And one more time,ini ff murni karangan author, so please Don’t Be Plagiat!! And Don’t copy paste.

And now Check this out, Happy reading chingu^^

 

Kurasa, bertemu denganmu bukanlah kesialan semata. Walaupun hatiku tidak bisa menjawab rasa apa yang sedang terjadi diantara kita, tapi hatiku tau bahwa kau akan membuat kehidupanku saat ini lebih berwarna.” – Lee Heyna.

Tapi, andaikan kita tidak ditakdirkan bersama, aku akan tetap mencarimu dan membuat takdir diantara kita.” – Cho Kyuhyun.

December 23th 2011 at Seoul International Highschool…

 

*Author Pov*

 

From : King Of Narsis!

Segera temui aku di dorm! Aku tidak menerima penolakan, as soon as you can! kekekeke :p

 

Yeoja manis dengan rambut yang tergerai bebas dibahunya itu memandang ganas layar LG VU II putihnya. “ Kau ini benar-benar cari mati ya! Kau fikir aku pembantumu? “ Heyna segera mengetikkan balasan diponselnya untuk seorang namja yang sudah hampir 1 bulan ini menjadi namja-chingunya.

To : King Of Narsis!

Maaf, saya kira anda salah mengirimkan pesan. Disini bukan BIRO PEMBANTU!

Na-ya!” teriak seorang yeoja yang kini tengah berlari menuju sahabatnya yang sedari tadi masih sibuk dengan ponselnya. “ Aigoo, uri chingu-ya! Kau kemana saja, aku sudah mencarimu sedari tadi. Dari perpustakaan sampai kandang ayam sudah kudatangi, ternyata kau malah asyik nongkrong diatap sekolah kita!” ucap yeoja tersebut seraya duduk bersila disamping sahabatnya yang buru-buru memasukkan ponselnya kembali kedalam saku seragamnya.

“ Ya, Hwang Jihyo! Kau pikir aku ini apa? Cleaning service sekolah kita? Kenapa kau mencariku di kandang ayam segala?! Cih, bahkan sahabatku juga berfikir aku seperti pembantu!” Yeoja yang bernama Hwang Jihyo itu hanya bisa mengernyit heran mendengar balasan pedas dari sahabatnya.

*Pletakkkkkkk! *

“ Yak! Appo, apa sih maumu?” teriak Heyna seraya mengelus-elus kepalanya yang baru saja mendapat jitakan.

“ Yak! Harusnya aku yang bertanya padamu. Kau ini kenapa sih, aku kan bertanya baik-baik tapi beginikah cara menjawab rasa kekhawatiran sahabatmu?” Jihyo menyilangkan kedua tangannya dan memandang kesal sahabatnya yang gini meringis kesakitan.

Aigoo, uri Jihyo sebegitunya-kah mengkhawatirkan Lee Heyna? Apakah pagi tadi kau salah makan?” ucap Heyna yang segera berdiri dan berlari meninggalkan sahabatnya untuk menghindari jitakan yang hampir saja mendarat mulus dikepalanya lagi.

“ Yak! Dasar chingu tak tau di untung!” teriak Jihyo seraya mengikuti jejak sahabatnya. Dua yeoja yang dikenal sebagai ullzang disekolah mereka itu sudah bersahabat sejak tahun pertama mereka di seoul International Highschool. Berawal dari sebuah adu mulut, justru menjadikan mereka sahabat yang tak terpisahkan. Dimana ada Heyna disitu pasti ada Jihyo dan begitu sebaliknya.

“ Ya, apa yang coba kau sembunyikan dariku kali ini, nona muda?” Pertanyaan yang meluncur keluar dari bibir sahabatnya itu sontak menghentikan langkah Heyna. Seulas senyum lembut mengembang diwajahnya, pertanda sebuah perintah agar sahabatnya tersebut tidak melanjutkan aksi introgasinya.

“Sudah tiga hari ini kau sering melamun. Apakah beliau masih berusaha mengambil hak asuhmu dari Eomma-mu?” Lanjut Jihyo dengan tatapan serius. Ia tau persis kondisi serta masalah yang hampir 3 tahun ini selalu membebani sahabatnya. Dan selama itu pula, sahabatnya selalu berusaha tersenyum serta tegar dalam menghadapi tekanan yang dialaminya. Tak pernah sekalipun Ia melihat Heyna manangis ataupun mengeluh dengan segala masalah yang menekannya. Jika ditanya mengapa, Ia akan menjawab bahwa Ia baik-baik saja dan tidak mau menambah beban Eomma-nya dengan rengekkan ataupun keluh kesahnya.

Aigoo, kukira kau terlalu banyak membaca Detectife Conan. I’m fine, chingu! Kekhawatiranmu itu terlalu berlebihan. Jika tau begini akibatnya, dulu aku tak kan mau menceritakan konflik keluargaku padamu.” Jawab Heyna seraya nyengir dan memberikan V sign pada sahabatnya yang kini menekuk wajahnya karena merasa kesal. “ Kajja, kita kekantin! Aku sudah lapar” Heyna segera melangkah menuju kantin meninggalkan Jihyo yang masih berdiri dan mendengus pelan. Jihyo merogoh saku seragamnya dan mengeluarkan ponsel untuk melihat sisa waktu istirahat yang bisa mereka nikmati sebelum kembali belajar. Detik berikutnya yeoja tersebut tersenyum memandang wallpaper yang tengah menghiasi ponselnya. Foto dirinya dengan Heyna yang tersenyum lebar merupakan salah satu bukti eratnya persahabatan mereka.

Image

“ Aku tau kau tidak baik-baik saja, Na-ya. Aku terlalu mengenalmu. As usual, aku akan menunggumu menceritakan segalanya sampai kau merasa siap membagi masalahmu denganku.” Dengan langkah ringan Jihyo melangkah menyusul sahabatnya menuju kantin sekolah.

 

*Author Pov End*

 

*Heyna Pov*

From: King Of Narsis

Apakah kau sudah terkena syndrome amnesia akut pula?Baca kembali perjanjian kita nona muda! Bukankah kau menyetujui bahwa kapanpun kupanggil kau akan datang?kekekeke..kau tidak bisa lari dariku, nona labil! Segera ke dorm begitu kau pulang sekolah!

“Cho Kyuhyun sialan! Bisakah sehari saja kau tidak menganggu kehidupanku?” Aku benar-benar tidak habis fikir dengan kelakuan konyol namja satu ini. Tingkahnya benar-banar bertolak belakang dengan umurnya. Sejak kencan konyol di surga rahasianya beberapa minggu lalu, tingkah namja setan ini semakin menjadi-jadi. Dua minggu lalu, ia memintaku datang ke dorm pada pukul 8 malam hanya untuk menanyakan pendapatku tentang siapakah yang lebih tampan diantara dia atau Eunhyuk-oppa. Saking kesalnya aku langsung memilih Eunhyuk-oppa lah yang lebih tampan dan segera pergi meninggalkan namja terkutuk itu. Kemudian, selang beberapa hari setan itu kembali mengerjaiku dengan menyuruhku mengantikannya piket mencuci piring-piring kotor yang menggunung karena ahjumma yang biasa membersihkan dorm sedang sakit. Aku mencoba bersabar menghadapi ulah konyolnya, untunglah Sungmin-oppa dan Ryewook-oppa membantuku. Dan 5 hari lalu, namja setan ini memaksaku duduk menemaninya menonton video penampilannya saat memenangkan Immortal Song. Karena sudah tidak bisa menahan emosi, akhirnya kubalas namja setan itu. Aku mencekokinya dengan segala sayuran yang ada di lemari es mereka. Dan sekarang apa yang diinginkan namja setan ini?

Dengan langkah berat, kuseret kakiku memasuki bangunan apartement yang menjulang megah di jantung kota seoul tersebut. Selama didalam lift menuju dorm namja terkutuk itu, aku kembali teringat dengan pertanyaan Jihyo. Sahabatku yang satu itu memang sangat mengerti diriku, tanpa aku harus berkata ataupun mengeluh Jihyo selalu tau jika aku sedang tertekan oleh suatu masalah sebaik apapun aku menyembunyikannya.

“ Hak asuh, ya? Jika aku bisa memilih, aku ingin tinggal dengan mereka berdua.” Aku kembali tenggelam dengan berbagai harapan-harapan yang sepertinya sulit dapat kuraih. Tanpa sadar aku berjongkok dan menenggelamkan wajahku dikedua lututku. Denting lift yang terbuka menyadarkan lamunanku. Seorang namja yang sebelumnya berdiri didepan pintu lift tersebut segera menghampiriku dengan ekspresi khawatir.

Aigoo, apa yang kau lakukan Hey-ya?” ucap Donghae-oppa sembari membantuku berdiri. “ Kau sakit?” lanjutnya kemudian. Kami segera keluar dari lift dan berjalan menuju pintu dorm.

Aniyo, oppa. Nan gwenchana. Aku hanya merasa lelah karena harus berdiri terus didalam lift yang jalannya sangat lelet ini.” Balasku seraya nyengir lebar yang membuat Donghae-oppa terkekeh mendengar jawabanku.

Image

Oppa Suju yang satu ini selalu bisa membuatku merasa nyaman didekatnya. Bukan dalam arti aku menyukainya sebagai namja, tapi terlebih seperti figure seorang kakak atau teman senasib. Baik aku ataupun Donghae-oppa sama-sama merindukan sosok seorang Appa. Kurasa jika aku mau berbagi cerita dengannya, oppa pasti bisa memahamiku. Selebihnya, tentu saja karena aku adalah fans-nya hehehe.

“ Kau mau menggunjungi Kyunie?” Pertanyaan Donghae-oppa tersebut membuatku kembali teringat akan nasib sial yang sebentar lagi menyongsongku.

Ne, oppa! Doengsaeng narsismu itu memaksaku datang ke dorm secepat aku bisa!” Donghae-oppa kembali terkekeh mendengar jawabanku. Senang sekali bisa bertemu dengannya hari ini sebelum aku harus berhadapan dengan namja terkutuk itu.

Aigoo, sepertinya hubungan kalian semakin mesra. Oppa, senang sekali mengetahuinya. Chukhae!” Aku mendengus pelan merespon ucapan namja tampan didepanku ini.

“ Apanya yang semakin mesra, oppa jangan berfikiran yang tidak-tidak! Hal seperti itu tidak akan pernah terjadi diantara kami.”  Donghae-oppa mengernyit mendengar jawabanku.

“ Ya, bukankah kalian ini pasangan? Meskipun dihadapan kami kalian sering bertengkar, tapi oppa tau dalam hati kau menyukai Dongsaeng oppa yang narsis itu kan? Kalau bukan begitu untuk apa kau masih bersamanya sampai saat ini? “  lanjut Donghae-oppa seraya mengacak rambutku.

“Ya, pokonya semua tidak seperti yang oppa pikirkan.” Balasku sambil memanyunkan bibirku. “ Oppa sudah mau kembali ke dorm?” tanyaku kemudian untuk mengalihkan perhatiannya.

Ani, oppa mau keluar. Hari ini oppa ada schedule. Kalau begitu oppa pergi dulu. Kau baik-baiklah dengan kyunnie, Hey-ya.” kembali Donghae-oppa mengacak singkat kepalaku dan kemudian berjalan menuju lift yang sekarang terbuka dihadapan kami.

 

“ Oppa, Fighting!” teriakku seraya mengepalkan kedua tanganku yang dibalas dengan lambaian tangan namja pengemar ikan itu.

Aku kembali menyeret kakiku menuju dorm tempat bersemayamnya evil bernama Cho Kyuhyun. Segera kutekan tombol apartement no. 11 itu.

“Heyna-ya, kaukah itu?” terdengar suara lembut dari intercom. Kurasa itu suara Sungmin-oppa.

Ne, oppa! Ini aku, Lee Heyna.” Balasku, sedetik kemudian pintu apartement tersebut terbuka. Namja bernama Lee Sungmin itu dengan ramah menyuruhku masuk kedalam. Aku benar-benar heran dengan Kyuhyun. Bagaimana ia bisa tetap memelihara sifat evilnya sedangkan ia tidur sekamar dengan namja yang sangat ramah. Mungkin dasarnya sudah bawaan dari lahir sifatnya yang satu itu.

“ Anyoeng, oppa! Apakah dongsaeng narsismu itu ada?” tanyaku seraya melepas sepatuku dan menggantinya dengan sandal rumah yang telah disediakan.

“ Ya, siapa yang kau sebut dongsaeng narsis nona labil!” Aku segera membalikkan badan kearah datangnya suara seorang namja yang saat ini ingin sekali kujambak rambutnya. Cho Kyuhyun tersenyum evil sambil berkacak pinggang kearahku. Terlihat sekali namja setan itu senang sekali karena aku menuruti keinginannya segera datang menemuinya. Bahkan aku masih mengenakan seragam sekolahku karena belum sempat pulang. Aku segera berdiri dan melangkah menuju namja evil tersebut. Merasa tak mau dianggap kalah olehnya, akupun ikut berkacak pinggang. Sekarang kami saling berhadapan bak dua orang koboi yang akan memulai peperangannya.

‘ Yak, apa maumu setan! Kau pikir aku ini pembantumu?!” makiku padanya. Namja itu tiba-tiba tersenyum evil seraya mendekatkan wajahnya kearahku.

“ Kau mau tau apa mauku? Bagaimana jika kubilang aku ingin menciummu, nona labil?” kulihat Kyuhyun semakin mendekatkan wajahnya kepadaku.

*pletakkkk*

“ Yak,  Cho Kyuhyun jangan bertindak yang bukan-bukan pada remaja dibawah umur !” jitakan Sungmin-oppa telah menyelamatkanku dari tindakan gila yang mungkin saja serius akan dilakukan setan itu.

“ Yak, Hyung! Kenapa kau memukulku, aku kan hanya mau sedikit main-main dengannya. Itung-itung sebagai pemanasan sebelum kami bertanding hari ini. “ Kyuhyun mendelik tajam pada teman sekamarnya seraya mengelus-elus kepalanya yang barusan terkena jitakan.

*Pletakkkkk*

Yak! Appo, apa yang kaulakukan!” teriak Kyuhyun untuk kedua kalinya setelah kulayangkan pula jitakan mautku pada kepalanya.  Namja itu tampak amat marah dengan tindakanku. Tapi apa peduliku dengan death glare-nya, aku tidak takut sama sekali.

“ Itu balasan untuk namja setan sepertimu yang tidak sopan kepada seorang yeoja! Dan lagi, apa yang kau bilang tadi? Pemanasan? Kau pikir aku ini objek yang bisa seenaknya kau permainkan apa?” Teriakku tak mau kalah. Namja itu kini kembali berkacak pinggang dan menatap ganas kepadaku.

“ Yak, apa yang kau bilang? Aku tidak sopan? Lihat tingkahmu sendiri, nona labil! Apakah seorang yeoja yang suka memukul kepala namja-chingunya bisa disebut sopan? Cih, kau ini sama saja denganku Hey-ya! “  namja didepanku itu kini mendengus sebal.

Aigoo, bisakah kalian berhenti bertengkar? Teriakan kalian membuat Ddangkoma ketakutan!” Tiba-tiba Yesung-oppa keluar seraya menunjukkan kura-kura kesayanganya kepada kami. “ Tak bisakah kalian tenang jika bersama? Bukankah kalian ini sepasang kekasih?” lanjutnya kemudian. Aku berdecak sebal dan melotot tajam kepada Kyuhyun yang kini masih berdiri didepanku sambil berkacak pinggang.

“ Sebaiknya oppa mengajari dongseng oppa ini, nasehati dia agar bisa besikap lebih sopan kepada seorang yeoja.” Ucapku seraya berjalan mengikuti Yesung-oppa yang kini duduk disofa sambil mengelus-elus Ddangkoma dengan tatapan khawatir yang berlebihan. Oppa yang satu ini memang agak aneh menurutku, tapi selama dia baik padaku aku tidak pernah mempermasalahkannya.

“ Sudahlah, apa perlumu menyuruhku datang kemari Cho Kyuhyun?” ucapku kemudian seraya duduk disamping Yesung-oppa. Namja itu kini kembali tersenyum evil dan berjalan kearah televisi. Detik berikutnya ia mulai sibuk memasang kabel-kabel yang terdapat dalam sebuah objek yang amat familier untukku.

“ Hari ini kau akan bertanding game denganku , Hey-ya!” mata namja itu berbinar-binar saat menjawab pertanyaanku. Kini ia mulai sibuk memilih-milih CD game mana yang akan dimainkan.

“ Apa kau bilang? Jadi, kau menyuruhku segera datang ke dorm hanya untuk melayanimu bertanding game? Yak! Cho Kyuhyun sialan, bahkan aku belum pulang dan mengganti seragamku!” Aku berteriak kesal kepadanya. Tapi percuma saja, jangankan menggubrisku namja itu malah melangkah meninggalkanku menuju dapur. Beberapa saat kemudian ia kembali dengan segelas juice jeruk serta sepotong kue coklat.

“ Makanlah, kau pasti belum makan-kan?” Kupandang wajah namja yang saat ini tengah menyodorkan segelas juice jeruk serta kue padaku. Detik berikutnya dengan tatapan curiga aku berganti memandang segelas juice serta sepotong kue yang ada dihadapanku.

“ Yak, aku tidak selicik dirimu nona muda. Tenang saja Aku tidak memasukkan racun kedalamnya! Lagipula ini buatan Wookie.” Jelasnya seakan bisa mengerti maksud dari tatapan curigaku. Kuambil segelas juice serta sepotong kue yang masih ia sodorkan padaku. Perlahan aku meneguk juice yang kurasa membawa efek yang baik padaku. Kurasa ada baiknya aku mengisi perutku sebelum bertanding dengan namja setan itu.

Good girl.” Kyuhyun tersenyum lembut seraya menepuk-nepuk kepalaku. Dengan segera kusingkirkan tangannya, namja itu hanya nyengir dan kembali memilih-milih kumpulan CD game.

“ Whoa, Ryewook-oppa benar-benar hebat.” gumamku saat menatap sepotong kue coklat yang ada didepanku.

Image

Member Suju yang satu ini benar-benar pandai memasak. Aku terkagum-kagum dengan hasil karya dari seorang namja bernama lengkap Kim Ryewook tersebut.

“ Kalau aku tidak salah, sepertinya aku mendengar ada yang memujikuku barusan?” Seorang namja dengan senyum sumringah melangkah keluar dari dalam kamarnya. Ryewook-oppa tampak berbinar-binar saat melihatku yang tegah memperlihatkan sepotong kue coklat kepadanya.

“ Benarkah oppa yang membuatnya?” Ryewook-oppa segera mengangguk semangat seraya duduk disampingku.

Ne, oppa yang membuatnya. Kemarin malam aku membuatnya setelah browsing resep di internet. 2 hari lagi kan natal, setidaknya aku bisa membuatkan sajian lezat untuk mengobati rindu para member yang tidak bisa pulang untuk merayakan natal bersama keluarga.” Sesaat Ryewook-oppa terlihat sedih. Sungguh ironis, seseorang dengan keluarga yang lengkap ternyata juga sulit untuk bisa menikmati waktu bersama. Aku tahu pasti bagaimana perasaan mereka yang tidak bisa berkumpul dengan kelurgannya. “ Ayo, cepat cicipi kue buatkanku Hey-ya!” lanjut Ryewook-oppa yang sudah terlihat ceria kembali. Segera kusuapkan sesendok kecil kue coklat tersebut kedalam mulutku.

“ Oppa, kau benar-benar jjang!” ucapku seraya mengacungkan jempolku sesaat setelah mencicipi kue coklat tersebut.

“Jinjja?”

Ne, oppa. Kue buatanmu benar-benar enak. Kurasa jika nantinya kau sudah berhenti dari dunia entertaint lebih baik kau membuka toko kue hehehe.” Saranku pada Ryewook-oppa yang kini manggut-manggut dengan senyum lebar yang menghiasi wajah manisnya.

“ Ya, cepat habiskan kuemu nona muda dan segera bertanding melawanku!” suara tajam seorang namja yang kini duduk bersila didepan telivisi itu benar-benar membuat mood-ku yang sebelumnya sudah membaik menjadi buruk kembali.

“ Aish, bisakah kau bersabar menunggu kekalahanmu Tuan Cho! Jangan berfikir kau bisa mengalahkanku dalam adu bermain game.” Segera kuhabiskan kue coklat yang masih separuh itu dalam sekali telan saking kesalnya.

“ Sebuah pertandingan tidak akan seru tanpa adanya taruhan saudara-saudara.” Entah sejak kapan member Suju yang satu ini menguping pembicaraan kami. Eunhyuk-oppa melangkah keluar dari kamarnya dengan lagaknya yang seperti seorang bos dan duduk disamping Kyuhyun. “ Apa kalian berencana bertanding game? Tanyanya kemudian.

Ne, lalu kenapa?” jawab Kyuhyun dengan ketus.

“ Seperti yang barusan kukatakan, sebuah pertandingan tidak akan seru tanpa adanya taruhan Kyuhyun-ah. Bagaimana jika kita buat taruhan?” Namja yang dikenal sebagai cassanova dalam Suju itu tersenyum evil sembari bergantian memandangku dan Kyuhyun. “ Bagaimana, kalian setujukan?” lanjut Eunhyuk-oppa tetap dengan senyum evilnya.

“ Terserah kau saja, mau taruhan ataupun tidak itu tidak akan merugikanku. Karena sudah jelas, aku akan keluar sebagai pemenang dalam pertandingan ini.” Tutur Kyuhyun sembari membusungkan dadanya dengan gaya yang sok.

“ Jangan terlalu berharap, Tuan Cho! Akan terasa menyakitkan jika harapan itu ternyata hanyalah harapan kosong. Kau tidak akan bisa mudah mengalahkanku!” balasku tak mau kalah.

“ Otte, lalu apa taruhannya?” Kembali namja bernama asli Lee Hyukjae itu bertanya kepadaku dan Kyuhyun.

‘ Bagaimana jika yang kalah akan mentraktir kita makanan dan menuruti 3 permintaan pemenang?” usul Yesung-oppa yang sekarang ikut nimbrung bersama kami.

“ Kukira itu bukanlah usul yang buruk.” Sahut Kyuhyun dengan ekspresi yang sangat bersemangat.

“ Siapa takut!” sambungku kemudian.

“ Baiklah sudah ditetapkan, nah buat para pendukung silahkan pasang taruhan kalian! Aku mendukung Kyuhyun!” ucap Eunhyuk-oppa seraya mengibaskan selembar uang 20.000 won dengan bersemangat.

“ Yak, oppa kau menjadikan kami ajang berjudi!” aku hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalaku melihat tingkah oppa-deul.

“ Sudahlah, Hey-ya! biarkan mereka berbuat sesukanya, sekarang yang terpenting kau persiapkan saja dirimu untuk mengabulkan 3 permintaanku. Kita buktikan siapa yang terkuat diantara kita, nona labil!” Aku mendengus keras mendengar ucapan Kyuhyun.

Keurae, bersiaplah Tuan narsis!”

“ Aku mendukung Heyna, Hyung!” Ryewook-oppa memberikan selembar 20.000 won kepada Eunhyuk-oppa. “ Heyna-ya, Fighting!” seru Ryewook-oppa seraya mengepalkan kedua tanganya memberikan semangat kepadaku.

“Bagaimana dengan kalian berdua? Kau pilih siapa, Hyung? Yesung-oppa tampak berfikir untuk memutuskan siapa yang akan didukungnya.

“ Aku pegang Kyunnie, mengingat dia ini maniak game!” Kembali aku mendengus melihat Yesung-oppa yang tengah memberikan selembar 20.000 kepada Eunhyuk-oppa.

“ Aku pegang Heyna.” Sambung Sungmin-oppa seraya menepuk bahuku dan tersenyum lembut menyemangatiku. “Berjuanglah, Hey-ya!” lanjutnya kemudian sambil menyerahkan selembar 20.000 won pula kepada wasit pertandingan kami hari ini.

“ Lebih baik aku mengundang Hyung-deul dilantai atas untuk meramaikan pertandingan ini. “ Eunhyuk-oppa segera mengeluarkan ponselnya dan menghubunggi seseorang. “ Hyung, cepat kemari. Kalian ingin makan enak dengan gratis tidak? Ada acara menarik, bawa member lainnya juga!” Sekali lagi aku hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalaku menyaksikan tingkah kekanakan para member Suju.

Beberapa saat kemudian dorm 11 sudah penuh oleh para namja yang kini sibuk memasang taruhannya. Hasil akhir aku memperoleh Ryewook-oppa, Sungmin-oppa sebagai pendukungku. Sedangan Eunhyuk-oppa, Siwon-oppa,Yesung-oppa, Leeteuk-oppa dan Shindong-oppa memilih Kyuhyun.

“ Kau sudah siap, Nona labil” Kuambil stick PS yang ia sodorkan padaku dan segera duduk bersila disampingnya. Kami memutuskan memainkan game pertarungan yang sesuai dengan image kami. Aku berkonsentrasi memilih tokoh yang akan kupakai untuk melawan namja disampingku. Kulihat namja tersebut sudah menentukan pilihan dan tersenyum puas seraya melirikku.

“ Kalian sudah siap?” ucap Eunhyuk-oppa yang sudah tidak sabar memulai pertandingan.

Ne!” jawabku bersamaan dengan Kyuhyun.

“ Tamatlah riwayatmu, Hey-ya!” desis Kyuhyun sembari mulai memainkan jemarinya pada tombol-tombol stick PS dalam genggamannya.

“ Silakan bermimpi, Tuan Cho!”tak mau kalah, segera jemariku memencet-mencet tombol stick PS dengan ganas.

*Heyna Pov End*

* Author Pov*

Saat ini suasana dorm 11 tampak riuh dengan kehadiran seorang yeoja bernama Lee Heyna tersebut. Para member Suju tersebut duduk mengelilingi dua makhluk yang kini sedang memencet-mencet tombol stick PS dalam gengaman mereka dengan ganas. Berkali-kali keduanya bertukar ejekan untuk menjatuhkan mental lawan. Sedangkan para member Suju yang mengelilinginya menatap dengan semangat layar TV 32 inci yang tengah menyuguhkan sebuah pertandingan game yang sedang dimainkan kedua makhluk ditengah mereka.

Andwae! Kau jangan main-main Kyuhyun-ah! Kalau sampai kau kalah, kusuruh kau menganti  20.000 won-ku! Teriak Eunhyuk dengan wajah khawatir saat tokoh yang dimainkan magnae-nya tersebut jatuh terkena serangan dari lawannya.

“ Cih, diamlah dan jangan merecokiku monyet!” balas Kyuhyun dengan ketus dan kembali berkonsentrasi terhadap game yang tengah ia mainkan.“ Cih, yeoja satu ini ternyata hebat juga. Baru kali ini aku bertemu lawan yang kuat.” Pikir Kyuhyun dalam hati.

“ Bagaimana, Tuan Cho? Lebih baik kau segera mengalah, kulihat kau sudah kewalahan menghadapiku.” Gumam Heyna yang kini tersenyum evil.

“ Ini baru permulaan, Hey-ya! Kau tidak akan pernah bisa mengalahkan seorang GaemGyu!” balas Kyuhyun

Hampir 1 jam kedua mahkluk itu berkutat pada pertandingan yang semakin menegangkan. Mata mereka berdua terfokos pada layar didepan mereka, sedangkan jari mereka bergerak dengan kecepatan luar biasa pada tombol-tombol stick PS yang digenggamnya.

Heyna-ya Fighting! Jangan sampai kalah, oppa akan membuatkanmu kue coklat lagi jika kau bisa menjatuhkan maniak game itu!” seru Ryewook menyemangati Heyna.

“ Ya, Kyuhyun-ah kalau sampai kau kalah kau harus memandikan Ddangkoma selama seminggu. Kau tau 20.000 won setara dengan biaya salon Ddangkoma!” sambung Yesung.

“ Kalian diamlah dan jangan mengangguku!” teriak Kyuhyun frustasi karena merasa terganggu oleh ancaman Hyung-nya.

15 menit kemudian…

“ Mati kau, mati..mati,,mati..mati…matiiiiiiiiiiiiii! “

Baik Kyuhyun maupun Heyna saling berseru menjatuhkan lawan mereka. Sedangkan member lain sudah sangat tegang melihat pertandingan pasangan kekasih yang tidak hanya sama-sama evil, tetapi ternyata sama-sama maniak game pula. Sangking tegangnya Ryewook sampai berlutut diatas sofa seraya mengigiti bantal. Sungmin melotot tajam kearah layar TV sambil melipat tangannya didepan dada.  Shindhong dan Eunhyuk saling berpegangan tangan, Siwon memegang kalung salib miliknya seraya merem melek memanjatkan doa berharap Kyuhyun memenagkan pertandingan tersebut. Mengikuti jejak siwon leeteuk meminjam al-kitab milik siwon dan mulai membacanya untuk menenangkan diri. Sedangkan Yesung dengan wajah tanpa ekspresi menatap layar TV namun ternyata jemarinya mengenggam erat Ddangkoma yang kelihatan sudah mulai meronta-ronta.

Andwae….andwae…!!! teriak shindhong dan Eunhyuk bersamaan

“ Mati….kau…mati…mati….!!! teriak Heyna tak mau kalah.

“ Ya…ya….ya….kumohon bermainlah dengan benar Kyuhyun-ah!” seru Yesung-oppa yang mulai frustasi menyaksikan tokoh yang dimainkan Kyuhyun saat ini kewalahan karena serangan bertubi-tubi dari tokoh yang dimainkan Heyna.

“ Tuhan aku tau kau ada, aku tau pula kalau kau selalu mendengarkan dan mengabulkan doa umatmu yang taat, maka dari itu jangan biarkan Kyuhyun kalah dan harus memberikan gelar Raja gamenya kepada Heyna.” rancau Siwon yang masih sibuk memanjatkan doa agar Kyuhyun tidak kalah. Saat ini mereka saling sahut menyahut tidak jelas karena ketengangan yang mulai memuncak.

“ Yak!! Kalian berhenti bicara yang bukan-bukan. Kalian hanya menganggu konsentrasiku saja!” teriak Kyuhyun frustasi dengan segala tingkah konyol para pendukungnya.

“ Hahahahahaha….kelihatannya kau sudah mulai terpuruk, Tuan Cho! Segera terimalah kekalahanmu!” Heyna terkekeh sembari tetap berkonsentrasi pada layar didepannya.

“ Tidak semudah itu, nona labil!” desis Kyuhyun yang kini tampak sangat menakutkan raut wajahnya karena merasa frustasi dan kesal.

Andwae….andwae….ANDWAEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE!!

“ Yesssssssssssssssssssssssssssssss…………!! Yahuiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii…..!! Tamatlah riwayatmu Cho Kyuhyun!

Teriakan terdengar dari beberapa arah saat layar TV menyajikan tulisan game over pada tokoh yang semula dipergunakan Kyuhyun untuk melawan Heyna yang kini tersungkur mati.

Segera Ryewook, Sungmin, dan Heyna berpelukan sambil melompat-lompat kegirangan. Berbeda dengan ketiga makhluk yang kini tengah bersorak merayakan kemenangan mereka. Eunhyuk, Shindong, Leeteuk serta Siwon berteriak geram menerima kekalahan mereka. Sedangkan namja bernama Cho Kyuhyun, hanya diam membeku memandang kosong kearah layar 32 inci didepannya. Namja tersebut seperti sudah kehilangan jiwanya karena telah berhasil dikalahkan dalam permainan game yang dikuasainya dan yang paling memalukan dia dikalahkan oleh seorang yeoja yang 4 tahun lebih muda darinya.

“ Yak! Cho Kyuhyun pabo! Apa yang kau lakukan? Kau ini benar-benar memalukan bisa kalah dari seorang yeoja ingusan!” omel Eunhyuk sembari menggoyang-goyangkan bahu Kyuhyun dengan kasar.

“ Yak, oppa! Siapa yang kau sebut yeoja ingusan? Itu akibatnya jika kalian meremehkanku!” hardik Heyna yang masih berpelukan dengan Ryewook dan Sungmin.

“ Sudahlah, Hyuk! Mungkin sudah kehendak Tuhan hari ini Kyuhyun harus kalah, tidak selamanya kehidupan selalu berada diatas.” Siwon mencoba menenangkan dengan jurus andalannya. Namja yang terkenal agamis itu selalu membawa-bawa nama Tuhan untuk menasehati setiap orang. Kini ia berjalan mendekati Kyuhyun dan menepuk-nepuk bahu magnae-nya tersebut dengan ekspresi kebapakan. “ Tabahkan hatimu, Kyu! Lebih baik nanti sore kita ke gereja agar kau bisa lebih tenang.”

*Pletakkkkkkk*

“Yak, Cho Kyuhyun beraninya kau menjitak kepala Hyung-mu!” teriak Siwon seraya mengelus-elus puncak kepalanya.

“ Yak, hentikan omong kosong kalian! Salah kalian semua aku bisa kalah! “ Akhirnya namja yang sedari tadi seperti kehilangan jiwanya itu mulai membuka mulutnya dan memuntahkan kekesalannya.

“ Aaarrrrrrggggggggggghhhhhhhhhhhh!”

Teriakkan Kyuhyun sontak menghentikan aktivitas hiruk-pikuk dalam dorm 11 tersebut. Namja itu kini menjambaki rambutnya dengan kasar. Detik berikutnya ia bergulung-gulung kesegala arah menumpahkan emosi yang sedari tadi ditahannya. Kelakuan kekanakannya sontak membuat Heyna membelalakan mata. Namun, detik berikutnya yeoja tersebut tertawa keras seraya berjongkok didekat Kyuhyun yang kini masih bergulng-gulung dilantai. Segera Heyna menarik lengan Kyuhyun untuk menghentikan aksi labilnya.

“ Ya, Tuan labil! Kau ini benar-benar memalukan, tingkahmu saat ini benar-benar kekanakan!”  ejekan Heyna tersebut membuat Kyuhyun menghentikan aksi labilnya dan segera duduk berhadapan dengan yeoja-chingunya.

“ Kau jangan besar kepala dulu, nona labil! Tadi itu aku memang sengaja mengalah karena aku tak mau mempermalukan yeoja-chinguku yang masih dibawah umur ini.” Desis Kyuhyun yang hanya ditanggapi dengusan oleh Heyna. “ Ayo kita bertanding lagi, akan kubuktikan jika kata-kataku tadi benar!” lanjut Kyuhyun seraya duduk menghadap layar TV kembali.

Shireo, sudahlah akui saja kalau aku ini memang lebih hebat darimu Cho Kyuhyun. Aku tidak punya banyak waktu untuk menaggapi permintaan konyolmu. Lebih baik sekarang kau segera memesan makanan, kau lupa kalau kita tadi taruhan?” Heyna mengingatkan Kyuhyun yang kini melayangkan death glare-nya kepada yeoja yang kini tersenyum evil kepadanya. “ Ah, aku lapar sekali. Sebaiknya kita memesan apa, oppa?” seru Heyna seraya bangkit dan melangkah kearah Ryewook dan Sungmin yang kini tampak sibuk memutuskan makanan apa yang akan dipesan.

“ Adik ipar, kita juga boleh ikut makan-kan?’ tanya Shindong dengan wajah memelas yang diikuti dengan anggukan bersemangat dari Eunhyuk dan Leeteuk.

“ Tentu saja, silahkan kalian makan sepuasnya. Hari ini namja itu akan mentraktir kita hingga puas!” Heyna mengarahkan telunjuknya kearah Kyuhyun yang kini terlihat amat kesal dan ingin menelan bulat-bulat yeoja-chingunya tersebut.

“ Ayo kita memesan sukiyaki, adik ipar!” usul Euhyuk seraya merangkul bahu kanan Heyna yang kini tampak berfikir mempertimbangkan usul tersebut.

“ Bagaimana jika kita memesan samgyupsal, adik ipar.” Usul Shindong tak mau kalah dan merangkul bahu kiri Heyna.

“ Aku rasa, Bulgogi lebih lezat Hey-ya.” sambung Leeteuk yang semakin membuat Heyna binggung menentukan pilihan. Beberapa detik kemudian serigai evil menghiasi wajah yeoja manis tersebut.

“ Baiklah, sudah kuputuskan. Ayo kita memesan ketiganya, toh ada seorang dermawan yang akan membayarnya untuk kita!” Kyuhyun mengannga lebar mendengar rangkaian kata yang baru saja dilontarkan yeoja yang kini tersenyum evil kearahnya. Sedangkan member Suju lainya bersorak girang mendengar keputusan adik iparnya tersebut.

*Author Pov End*

 

*Heyna Pov*

Saat ini kami sedang duduk melingkar dilantai sambil menikmati makanan yang baru saja kami pesan. Semua tampak gembira menyantap hidangan didepan mereka kecuali seorang namja yang sedari tadi hanya diam dan berjongkok dipojok. Tampang Cho Kyuhyun saat ini benar-benar ingin membuatku tertawa, namun kutahan keinginanku tersebut mengingat kasian juga karena sekarang dia sudah terpuruk. Kembali kupandang namja-chinguku tersebut, wajahnya saat ini benar-benar menunjukan ekspresi seseorang yang telah kalah bertanding.

Image

Segera kudekati namja-chinguku tersebut. Kini aku ikut berjongkok didepannya, kulihat namja itu tidak mengubrisku sama sekali. “ Ya, Tuan Cho sudahlah berhenti merajuk. Kau ini namja, jadi terimalah kekalahanmu.” Ucapku seraya menyodorkan semangkuk bulgogi kepadanya.

“ Suapi aku, Hey-ya!” jawab Kyuhyun yang akhirnya membuka mulutnya dan menatapku dengan wajah yang masih terlihat sedikit kesal. Jika saat ini kondisi kami sedang normal seperti biasanya, aku pasti akan segera memaki namja didepanku ini dan memasukkan sayuran banyak-banyak ke mulutnya yang tidak sopan tersebut. Namun entah malaikat apa yang saat ini sedang merasukiku, dengan senyum lembut kusodorkan sesendok bulgogi kearahnya yang segera diterimanya. Kulihat namja itu kini ikut tersenyum lembut seraya mengunyah makanan dalam mulutnya.

“ Cieeeeeee……..mesra sekali magnae kita , bikin ngiri saja!” terdengar seruan serempak dari belakang punggungku. Aku dan Kyuhyun terkekeh melihat para oppa-deul yang kini masih sibuk menyindir kami berdua. Kurasa, bertemu denganmu bukanlah kesialan semata. Walaupun hatiku tidak bisa menjawab rasa apa yang sedang terjadi diantara kita, tapi hatiku tau bahwa kau akan membuat kehidupanku saat ini lebih berwarna.

*Heyna Pov End*

*Kyuhyun Pov*

Aku kembali tersenyum melihat yeoja-chinguku yang kini tengah sibuk membereskan sisa makanan kami bersama Ryewook dan Sungmin-Hyung. Sesekali yeoja-ku itu terkekeh pelan mendengar gurauan dari kedua hyung-ku. Hampir sebulan ini senyum manisnya selalu memberikanku semangat menjalani schedule-ku yang amat padat. Entah mengapa melihat senyum manisnya membuatku kecanduan, ingin rasanya setiap hari aku bisa melihat senyum manisnya tersebut. Tiba-tiba sebuah ide muncul diotakku, segera kukeluarkan LG VU II putihku dan mengarahkannya berulangkali kepada objek didepanku yang kini tengah tersenyum manis.

Image

Segera aku bangkit dan melangkah kedalam kamarku karena teringat dengan salah satu tujuanku menyuruh Heyna datang ke dorm.

Aku tersenyum pada sebuah kotak mungil dalam genggamanku tersebut. “Mungkin ini bukanlah benda yang istimewa, tapi aku yakin yeoja tersebut akan menganggapnya istimewa.” pikirku peryaca diri. Aku segera menyembunyikan kotak tersebut dalam saku celanaku dan melangkah keluar. Kulihat Heyna masih sibuk membersihkan dorm bersama beberapa Hyung-ku, kutatap sekali lagi wajah yeoja manis tersebut. Aku merasa bersyukur bisa bertemu dengannya. Aku berharap Heyna adalah yeoja yang memang ditakdirkan untukku. Tapi, andaikan kita tidak ditakdirkan bersama, aku akan tetap mencarimu dan membuat takdir diantara kita.

Segera kuraih ransel yeoja yang tergeletak terbuka dibawah sofa dan memasukan kotak kecil berwarna biru tersebut kedalamnya.

 *Kyuhyun Pov End*

*Author Pov*

“Kau tak perlu mengantarku, bukankah satu jam lagi kalian ada schedule?”ucap Heyna saat Kyuhyun memaksa akan mengantarnya pulang. Kyuhyun tampak kecewa dengan penolakan yeoja-chingunya tersebut. Namun detik berikutnya ia tersenyum seraya mengacak rambut Heyna.

“ Baiklah, nona labil kalau begitu berhati-hatilah dijalan. Saat ini tindak kriminal semakin merajalela di Negara kita. Tapi kupikir preman-pun tidak akan mau mencari masalah dengan yeoja kejam sepertimu!” Dengan geram Heyna menyingkirkan tangan Kyuhyun dari kepalanya.

“ Jaga ucapanmu, Tuan Cho! Kau mau aku meneriakkan namamu sekarang agar kau dikejar oleh sekumpulan fansmu yang mungkin saat ini ada disekitar kita!” desis Heyna dengan ganas.

Aigoo, aku kan hanya bercanda.” Ucap Kyuhyun seraya kembali mengacak rambut yeoja didepannya yang kini tampak kesal. “ Lain kali kau tak akan menang melawanku, Hey-ya! Kupastikan pertandingan berikutnya kau akan kalah ditanganku.” Lanjut Kyuhyun yang kini memamerkan evil smirk-nya.

“ Cih, silahkan bermimpi Tuan Cho. Ingat kau masih hutang mengabulkan 3 permintaan untukku. Kau tidak lupa taruhan kita kan?” balas Heyna yang kini mengikuti Kyuhyun dengan memamerkan evil smirk-nya pula.

Tanpa mereka sadari, sepasang mata kini tengah memperhatikan gerak-gerik sepasang kekasih tersebut. Detik berikutnya sepasang  mata tersebut membelalak saat bertemu dengan sepasang mata jernih seorang gadis remaja yang sedari tadi diperhatikannya dengan agak ragu. Heyna buru-buru membalikkan badannya saat matanya bertemu dengan sosok yang kini tengah menutup jendela mobilnya dan meluncur meninggalkan halaman gedung apartement. Seketika itu pula raut wajah yeoja yang semula dihiasi senyuman itu berganti menjadi pucat. Gurat kekhawatiran kentara sekali terpancar dari wajah manisnya.

“ Ya, kau kenapa Hey-ya? Apa mendadak kau sakit? Makanya sudah kubilang jangan terlalu rakus!” tanya Kyuhyun yang terkejut dengan perubahan raut wajah Heyna.

Ani, kupikir tadi ada salah satu fans-mu yang menangkap basah kita. Ternyata aku salah duga hehehe..” balas Heyna seraya nyengir kearah Kyuhyun yang kini masih tampak khawatir.

“ Baiklah, lebih baik aku pulang sekarang juga.  Anyoeng, Ajusshi narsis!” seru Heyna seraya berlari menghindari jitakan dari Kyuhyun.

19:13 At Heyna room…

Yeoja bernama Lee Heyna itu tampak resah, berkali-kali ia memandang nanar kearah layar ponsel yang saat ini tengah digenggamnya. “ Aku tidak salah, aku yakin beliau pasti mengenaliku. Apakah sebaiknya aku menghubunginya?” yeoja manis itu kini menekan layar ponselnya mencari sebuah nomor dalam daftar contact-nya, namun detik berikutnya Heyna mengurungkan niatnya dan meletakkan LG VU II putihnya. Yeoja tersebut menghela nafas berat dan beranjak menuju meja belajarnya sembari duduk memandang sebuah Foto yang ada didepannya.

“ Sudahlah, lagipula aku tidak berbuat hal yang memalukan ataupun kriminal. Lebih baik aku mengerjakan PR sekarang.” Segera Heyna membuka ranselnya dan mengeluarkan beberapa buku dari dalamnya. Namun, tiba-tiba matanya terkejut pada sebuah kotak berwarna biru yang tergeletak didalam ranselnya. Segera ia mengambil kotak tersebut. “ Apa ini? Perasaan aku tidak membeli atau menerima apapun hari ini?” gumam Heyna, dengan ragu segera ia membukanya. Sebuah gantungan teddy bear lucu serta kartu ucapan tergeletak didasar kotak tersebut.

Image

Heyna segera mengambil kartu ucapan tersebut dan membacanya. Beberapa detik kemudian seulas senyum manis kembali menghiasai wajahnya yang sebelumnya tampak resah.

To: Nae Yeoja-Chingu

Kau pasti berteriak kegirangan saat menemukan hadiah dariku, Bukan begitu nona labil? Siapa suruh  jika aku ini memang namja yang sangat perhatian dan tampan :p kekekeeke

Maafkan aku tidak bisa menjadi namja-chingu yang normal seperti kebanyakan. Aku tidak bisa mengajakmu keluar pada malam natal seperti pasangan pada umumnya. Kau tau sendiri itu bukan kemauanku. Aku tidak akan bisa menjanjkan suatu hubungan normal diantara kita, mungkin kedepannya akan banyak hal yang mengusik hubungan kita. Tapi aku bisa menjanjikan satu hal padamu, seberat apapun kita menjalani hubungan kita. Aku hanya akan selalu memandangmu seorang.

Mungkin hadiah natal dariku ini sedikit terlalu cepat, karena hanya hari ini saja aku bisa memberikannya. Setelah ini aku dan Hyung-deul akan disibukkan dengan mengisi acara perayaan natal dibeberapa acara televisi.

Terimakasih sudah menjadi Yeoja-chinguku and Merry Cristmas, nona labil ^0^

 

From: Namja Tertampan Di Dunia

 

PS: tekanlah perut taddy bear tersebut saat kau merindukanku yang tampan ini :p kekekeke

 

Heyna mengambil gantungan berbentuk teddy bear yang ternyata adalah kado natal dari Cho Kyuhyun. Mungkin bagi orang kebanyakan sebuah gantungan kunci adalah hal biasa. Namun, entah mengapa Heyna merasa terharu. Segera Heyna menekan perut teddy bear tersebut. Detik berikutnya tubuh yeoja tersebut membeku mendengar alunan suara merdu yang keluar dari teddy bear tersebut. Suara seorang namja yang saat ini tengah memenuhi pikiranya mengalun indah merangkai sebuah lagu berjudul Falling Slowly. Tanpa ia sadari, bibir mungilnya ikut melantunkan sebuah lagu yang ia rasa saat ini memang pas mewakili perasaan mereka berdua.

♪  I don’t know you

But I want you

All the more for that

Words fall through me

And always fool me

And I can’t react

And games that never amount

To more than they’re meant

Will play themselves out

Take this sinking boat and point it home

We’ve still got time

Raise your hopeful voice you have a choice

You’ll make it now

Falling slowly, eyes that know me

And I can’t go back

Moods that take me and erase me

And I’m painted black

You have suffered enough

And warred with yourself

It’s time that you won

Take this sinking boat and point it home

We’ve still got time

Raise your hopeful voice you have a choice

You’ve made it now

Falling slowly sing your melody

I’ll sing it loud ♪

 

Heyna tesenyum mengakhiri senandungnya. Yeoja tersebut merasa bahwa hanya dengan sebuah rangkaian nada yang dikirimkan oleh Kyuhyun tersebut berhasil membuatnya kembali tegar dalam menjalani segala macam tekanan yang entah bagaimana akan menyogsongnya dimasa depan. Kembali yeoja tersebut menekan perut teddy bear tersebut dan mulai mengerjakan PR-nya.

Epilog :

“ Aish, aku rasa sudah aman. Kulihat tidak ada siapapun didepan pintu,” Heyna tampak bersembunyi dibalik pintu tangga darurat. Yeoja tersebut segera berlari menuju pintu apartement no. 11 dan meletakkan sebuah kotak berwarna putih diantara timbunan hadiah natal lainnya dari para Elf yang sudah memenuhi bagian depan pintu dorm 11 tersebut. Sejenak yeoja tersebut tersenyum lembut sebelum akhirnya berlari menuju lift yang terbuka dan meninggalkan hadiah natalnya untuk namja-chingunya.

TBC.

Bagaimana readers-deul? Geje abiz kah?ancur?norak?gak jelas? #plak

Nah sedikit-sedikit author mulai memunculkan konflik dikehidupan pribadi Heyna, kira-kira ada yang bisa menebak siapa yang ingin merebut hak asuh Heyna? Siapa pula yang tengah memandang Heyna dari dalam mobil? Penasaran gak?

So jangan lewatkan kelanjutan FF My perfect Girlfriend Or My Perfect Rival and dukung terus ya Kyuheyna-couple.

Seperti biasa RCL dari reader-deul sangat author nantikan. Don’t be silent reader^^

Anyeong  # deep bow

Advertisements

42 thoughts on “(My Perfect Girlfriend Or My Perfect Rival?) ( Part 6 ) # Falling Slowly #

  1. Jiahahahahahahahayyy kocak banget eon,,,#ngakak XD

    waaahh sepertinya heyna mulai suka tuh ama kyuppa XD
    sapa tuh yang ngintip.in(?) kyuheyna??==)a *penasaran*

  2. Kpan merka menyadari perasaan msing-msng!!
    Tdi yg lg ngintip mrka appa nya heyna nya!!jngn-jngn appa nya heyna orng pentng di seoul nich..*som tau banget eke..hehe
    Waaaach semakin pensaran…

  3. aduhh, liat poto kyuhyun yg kaya gitu jadi gak tega pengen ketawa gara” tingkah ‘ajaib’ nya oppadeul! XDDDD

    wah, sama nih. skrg jg kan bulan desember. hari-hari menuju natal. Hehe
    pengen juga dapet kado natal dari kyukyuuuu~
    *mupeng*

  4. Romantisss !! Meskipun heyna nya gengsian, tapi dia tetep peduli sama kyuuu !! Thor, req adegan kyu pas sakit dongss.
    Mau tau reaksi heyna kyk gimana.
    Gomawo thorr ^^

  5. hahahha kcian kalah taruhan , kocak banget respon hyuk oppa siwon oppa sma yesung oppa hahahah bca alkitab trus perawatan dakoma hahahahha bener* pertarungan sengit d’lantai 11 hahah

  6. Sadis amat thor tanding game satu jam lebih?!! Nggak pegel tuh Kyu sama Heyna nya??

    Hehehe, seperti biasa, Nice Fanfiction ! 4 jempol dari Istri Kyuhyun tercantik di dunia…. ^^ hehehe peace^^V

  7. Oops! Ada yang ketinggalan!
    Mau mengutarakan isi hati bentar nih thor…
    Aku khawatir kalo yang ngintip Kyu sama Heyna tadi Appanya Heyna. Terus, ternyata Heyna appa itu appanya Kyu juga…
    Ahhhh!!!!!! ANDWAE!!!!!!!!!!!!
    Pikiranku ini!!!! >.<
    Ya udah deh min, aku mau lanjut baca dulu…..

  8. New reader, biasa cm bca d sujuff2010 nii.
    Dan couple ini daebak bgt. Gk sabar bca part” selanjutnya. Hehehe..
    Keep writing thor,,,

    • annyeong, salam kenal dari sazshi^^
      baru baca ampe part berapa?di blog ini udah author publish ampe part 16 jadi dah ada lanjutannya kalo reader baru baca ampe part 6^^
      Gomawo for visit and comment in this blog^^

  9. ahahahaha,.. kyu kalah maen game??
    so sweet kyu, kasih gantungan beruang,. aaa, maauu,. 😀
    itu siapa yg di mobil??

  10. FFnya Daebakk Jjang ^^
    Mianhae baru komen skrng , aku baru baca dari part 1 sampai sini ..
    Aku juga baru nemu FF ini pas ga sengaja lagi Search di Google ,,
    Ah Daebakk pokonya lanjut terus !! 🙂

  11. heum,,ky’a yg mw ambil hak asuh n yg mandang heyna itu org yg sm yaa??
    ayah kandung’a bkn??*tebak2*

  12. sumpah ngebayangin keadaan dorm yg diisi oleh namja-namja tampan tp kelakuaannya abnormal itu bikin ngakak sendiri wkwk . Blm lg kyuhyun yg harus kalah dr heyna itu bikin lucu lg , tp bdw yg nguntit dari mobil itu appanya heyna yaa thor ???

  13. Jahahahah
    lucu wktu acra pertandingan game tu bkin ngkak dgn gara para member untuk mendukung antra mrka berdua and the so sweet kyuhyun memberikan kado natal buat heyna …
    siapa iia yg dilihat oleh heyna itu ?
    Pnsran nii

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s